Pakar : Jangan Sampai Surabaya yang Oranye

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Acara Expose Publik tentang Survei Pencegahan dan Pengendalian Pandemi Covid-19 di Surabaya Raya berlangsung di Taman Surya Balai Kota Surabaya pada Rabu (12/8/2020) malam.SP/ADT
Acara Expose Publik tentang Survei Pencegahan dan Pengendalian Pandemi Covid-19 di Surabaya Raya berlangsung di Taman Surya Balai Kota Surabaya pada Rabu (12/8/2020) malam.SP/ADT

i

SURABAYA PAGI, Surabaya - Acara Expose Publik tentang Survei Pencegahan dan Pengendalian Pandemi Covid-19 di Surabaya Raya berlangsung di Taman Surya Balai Kota Surabaya pada Rabu (12/8/2020) malam. Acara ini untuk mengungkap perkembangan terbaru kasus Covid-19 di Jawa Timur, utamanya di Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo dan Gresik).

Dalam acara ini, pakar epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (FKM Unair) dr. Windhu Purnomo memaparkan jika Kota Surabaya sudah berada dalam zona oranye.

Upaya meningkatkan tingkat kesembuhan pasien Covid-19 oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur membuahkan hasil berupa kawasan Surabaya Raya berubah dari zona merah ke zona orange. Namun perlu diwaspadai dan tidak boleh lengah jika tren positif ini terus berlanjut.

“Tapi Sidoarjo masih merah. Jangan sampai Surabaya yang sudah oranye dilunturi Sidoarjo dan bisa jadi merah lagi. Surabaya dua minggu terakhir ini stabil di orange. Gresik juga oranye,” ujar dr. Windhu disela pemaparannya.

Berdasarkan Attack rate /infeksi per 100.000 populasi, Jakarta memiliki attack rate tertinggi Nasional yakni 235,5, sedangkan Jawa Timur sebenarnya urutan ke-12 dengan attack rate 61,4, yang artinya kurang lebih seperempat dari Jakarta.

“Kesembuhan Jatim cukup tinggi, per 11 Agustus kesembuhan Jatim (71,9%) telah melebihi prosentase kesembuhan Nasional (64,7%) dan Global (64,2%)”, tegasnya.

Untuk permasalahan kelebihan kapasitas yang sempat menjadi kendala beberapa waktu lalu, juga telah diatasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Saat ini, masalah Rumah Sakit di Jawa Timur yang sempat overload kini sudah teratasi dengan cukup baik, CFR/Kematian yang masih cukup di Jawa Timur diduga disebabkan karena masih banyaknya pasien Covid-19 yang takut untuk periksa lebih dini, sehingga datang di Rumah Sakit sudah dalam kondisi terlambat,” tambahnya.

Prof. Hermawan Sulistyo dari LIPI menjelaskan, tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Jawa Timur juga tidak lepas dari program Kampung Tangguh Semeru untuk menekan penyebaran virus corona. Sehingga masyarakat menjadi memahami dan patuh terhadap protokol kesehatan.

“59,2% Masyarakat Percaya bahwa Kampung Tangguh efektif untuk menekan Covid-19.  Saat ini, 88,1% masyarakat di Surabaya Raya sudah memahami protokol kesehatan Covid-19,” ujar Prof. Hermawan.

Dia juga menambahkan, sosialisasi protokol kesehatan seharusnya dapat lebih dimasifkan dengan mengajak perusahaan advertising untuk menampilkan tayangan video bahaya Covid-19. Agar masyarakat memahami lebih rinci mengenai virus corona yang sampai sekarang belum ditemukan vaksinnya.

“Namun pemahaman lebih rinci mengenai penyakit Covid-19 masih kurang, sehingga muncul anggapan Covid-19 adalah konspirasi,” katanya.

Dengan beragam program penekanan penyebaran Covid-19 di Jatim, Prof Hermawan juga mengeluarkan rekomendasi supaya dampak akibat pandemi virus ini bisa lebih cepat dipulihkan.

“Alihkan sumber daya untuk memastikan aktivitas publik dan protokol kesehatan berjalan dengan baik, tingkatkan akses internet gratis ke masyarakat. Optimalkan kampung tangguh, munculkan reward dan punishment untuk protokol kesehatan, tingkatkan kecepatan tes dan penanganan. Minimalkan dampak negatif di masyarakat yakni konflik sosial dan resesi di UMKM dan sektor strategis,” jelasnya.

Acara Expose Publik tentang Survey Pencegahan dan Pengendalian Pandemi Covid-19 ini juga dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Kapolda Jatim Irjen Pol Fadil Imran, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, perwakilan Ormas dan Organisasi Kepemudaan, tokoh agama FKUB Jatim. Adt

Berita Terbaru

Ibu Dini Hancur Mengetahui Anaknya Jadi Korban Mutilasi, Minta Tersangka Dihukum Mati

Ibu Dini Hancur Mengetahui Anaknya Jadi Korban Mutilasi, Minta Tersangka Dihukum Mati

Rabu, 28 Okt 2026 08:19 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 08:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Harti, ibu kandung Dini Hardiyanti (30) meminta tersangka Dwi Bagus dihukum seberat-beratnya, bahkan ia menuntut hukuman mati. Harti …

Presiden BEM Unair Dijemput Paksa Polda Jatim

Presiden BEM Unair Dijemput Paksa Polda Jatim

Rabu, 28 Okt 2026 02:05 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 02:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Presiden BEM Unair, M Rizqi Senja Wirawan disebut sempat dijemput oleh Polda Jatim di kediamannya pada 19 Oktober 2026…

Mabuk! Tabrak Lari di Depan Grahadi, Erica Natasha Diadili

Mabuk! Tabrak Lari di Depan Grahadi, Erica Natasha Diadili

Rabu, 28 Okt 2026 02:03 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 02:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Erica Natasha Risakotta diadili di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya atas perkara kecelakaan beruntun yang menewaskan Rachmad P…

MENGACU TERORISME, UU TIPIKOR AKAN DIKAJI ULANG

MENGACU TERORISME, UU TIPIKOR AKAN DIKAJI ULANG

Rabu, 28 Okt 2026 02:00 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 02:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra…

TEP Unair kembangkan format keuangan digital untuk BUMDes

TEP Unair kembangkan format keuangan digital untuk BUMDes

Rabu, 28 Okt 2026 01:58 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 01:58 WIB

SURABAYAPAGI.com – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Airlangga (Unair) mengembangkan format laporan keuangan digital guna memudahkan pengurus BUMDes di D…

Wamendag Tekankan Inovasi untuk Perkuat Daya Saing Fesyen Lokal

Wamendag Tekankan Inovasi untuk Perkuat Daya Saing Fesyen Lokal

Rabu, 28 Okt 2026 01:56 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 01:56 WIB

SURABAYAPAGI.com – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong penguatan daya saing produk fesyen Indonesia melalui integrasi i…