Risma Beri Perhatian Khusus Anak-Anak yang Terlibat Aksi Unjuk Rasa

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anak-anak yang terlibat dalam aksi unjuk rasa atau demo penolakan UU Cipta Kerja dikumpulkan di SMPN 1 Surabaya, pada Senin (19/10/20) .SP/Byta Indrawati.
Anak-anak yang terlibat dalam aksi unjuk rasa atau demo penolakan UU Cipta Kerja dikumpulkan di SMPN 1 Surabaya, pada Senin (19/10/20) .SP/Byta Indrawati.

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini memberikan perhatian khusus dengan mengumpulkan anak-anak yang terlibat dalam aksi unjuk rasa atau demo penolakan UU Cipta Kerja.

Anak-anak tersebut dikumpulkan di SMPN 1 Surabaya, pada Senin (19/10/20) dan langsung diberikan arahan oleh Tri Rismaharini untuk tidak mengikuti demo, sebab anak-anak tersebut belum memahami tentang isu tersebut.

Risma mengaku bila mendapat data anak-anak yang terjaring aksi dari Dinas Pendidikan yang terkomunikasikan dengan kepolisian.

"Dari hasil komunikasi itu memang saya melihat anak-anak butuh perhatian khusus karena tidak seperti biasnaya kalau anak-anak yang biasanya itu reaktif, jadi ini mungkin anak-anak yang begitu butuh eksplorasi. Untuk dia bisa menunjukan bahwa dirinya ada," katanya.

Nantinya, Pemerintah Kota Surabaya akan memberikan pendampingan khusus dengan langsung di dampingi oleh psikolog."Akan didampingi psikolog saya juga akan lihat progresnya kalau perlu ketemu saya lagi," terangnya.

Namun, Risma juga berpendapat bahwa tidak adil anak-anak di usia ini dilibatkan dalam aksi unjuk rasa, sebab mereka belum mengerti.

Pihaknya juga mengajak seluruh warga Surabaya termasuk relawan Jogoboyo untuk mengamankan dan menjaga kota Surabaya, terutama anak-anak agar tidak di eksploitasi.

"Ekploitasi anak-anak yang saya sampaikan itu bukan diajak bekerja tapi anak-anak di kondisikan sepeti itu (demo) juga ekploitasi anak, jadi karena itu ayok kita semua jaga kondisi kota supaya tidak ada lagi korban terutama anak-anak. Silahkan kalau mau demo tapi jangan rusak fasilitas, karena itu semua dibayar dengan uang rakyat. Termasuk hari ini memberikan treatment agar anak” tidak mengikuti kembali," harapnya.

Wali Kota Surabaya juga meminta para pelajar itu untuk meminta maaf dan bersujud di kaki orang tuanya masing-masing.Anak-anak itu tersebut langsung nangis sembari bersimpuh di pangkuan orang tuanya yang tepat berada di barisan belakang.

Para orang tua pun tak kuat menahan tangis permohonan maaf anaknya, sehingga para orang tua juga ikut menangis terharu dan bangga karena anaknya sudah meminta maaf atas perbuatannya. Setelah meminta maaf kepada orang tuanya, Wali Kota Risma juga meminta anak-anak itu untuk meminta maaf kepada para guru dan kepala sekolah yang mendampingi mereka saat itu.

Para guru pun ikut terharu. Nampaknya, anak-anak itu meminta maaf dari hati, karena mereka meminta maaf sambil menangis. Ini menjadi bukti bahwa proses penyadaran yang dilakukan oleh Wali Kota Risma berhasil

Sementara itu, Kepala Dispendik Kota Surabaya Supomo mengatakan ada sebanyak 58 anak yang terjaring."Ada 58 anak, 1 SD dan 57 SMP. Dari fenomena yang dapat diamati mereka ini ikut-ikutan hanya ingin menunjukkan jati dirinya. Nah untuk yang SD itu katanya perjalanan mancing. Semuanya kedapatan dan ditangkap di polres," terangnya.

Hal ini kemudian menjadi kewajiban Dinas Pendidikan untuk melakukan pendampingan kepada anak-anak tersebut."Jangan sampai ini terulang. Karena kita sangat sayang kepada mereka. Untuk itu bu wali menghadirkan mereka lengkap dengan orang tua dan guru. Dengan demikian ada pendekatan dan pendampingan secara menyeluruh," ungkapnya.

Tidak hanya itu, Supomo juga menjelaskan bila pihaknya sudah melakukan pencegahan dengan memberikan surat edaran."Sudah kita lakukan, kita berikan surat ederan. Kita ada grup. Harapan kami grup-grup itu, orang tua bisa melakukan pencegahan terhadap kejadian yang sudah terjadi. Saya kira itu jam sekolah, kami berpesan kepada sekolah agar lebih melakukan pengendalian. Entah itu absen atau tambahan tugas sehingga anak-anak bisa terkendali dan terkontrol," pungkasnya. Byt

 

Berita Terbaru

Pelayanan Viral Di Medsos, RS Darmayu Ponorogo Beri Penjelasan, Sebut Ada Miskomunikasi

Pelayanan Viral Di Medsos, RS Darmayu Ponorogo Beri Penjelasan, Sebut Ada Miskomunikasi

Rabu, 16 Sep 2026 22:23 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 22:23 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Rumah Sakit Darmayu yang viral di Media Sosial (Medsos) Face Book sejak Selasa (15/09/2026) kemarin pagi, akibat postingan keluarga…

OTT KPK di Lingkungan ATR/BPN, Program PTSL Ponorogo Dipastikan Tetap Berjalan

OTT KPK di Lingkungan ATR/BPN, Program PTSL Ponorogo Dipastikan Tetap Berjalan

Rabu, 16 Sep 2026 19:27 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 19:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Ponorogo dipastikan tetap berjalan, kendati Komisi Pemberantasan…

Empat Abad Syekh Yusuf Al-Makassari, Saat Warisan Ulama Nusantara Dibaca Kembali untuk Zaman

Empat Abad Syekh Yusuf Al-Makassari, Saat Warisan Ulama Nusantara Dibaca Kembali untuk Zaman

Rabu, 16 Sep 2026 19:23 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 19:23 WIB

SurabayaPagi, Mojokerto – Empat abad setelah kelahirannya, pemikiran Syekh Yusuf Al-Makassari kembali dikaji untuk melihat relevansinya dengan persoalan z…

Jalan sehat dan Gowes bersama digelar IKASPEGABAYA

Jalan sehat dan Gowes bersama digelar IKASPEGABAYA

Rabu, 16 Sep 2026 19:20 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 19:20 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Ikatan Alumni SMP Negeri 3 Surabaya (IKASPEGABAYA) menggelar kegiatan jalan sehat dan gowes bersama, Minggu lalu. Kegiatan tersebut menjadi…

Transisi Menuju Era Sepeda Motor Listrik di Indonesia Lebih dari Sekadar Insentif Pembelian

Transisi Menuju Era Sepeda Motor Listrik di Indonesia Lebih dari Sekadar Insentif Pembelian

Rabu, 16 Sep 2026 19:15 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 19:15 WIB

SURABAYAPAGI : Bagi pengemudi ojek daring, kurir logistik, dan pekerja lainnya yang menghabiskan sebagian besar waktunya di jalan, sepeda motor bukan sekadar…

Semak-semak Kering dan Ilalang diBakar Warga di Sekitar Rel KA Ganggu Perjalanan Kereta Api

Semak-semak Kering dan Ilalang diBakar Warga di Sekitar Rel KA Ganggu Perjalanan Kereta Api

Rabu, 16 Sep 2026 17:43 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 17:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - TAR.tar.tar. Secara cepat PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun memperketat pengawasan operasional demi menjaga…