Survei Poltracking Indonesia, Elektabilitas MAJU Unggul 17,6 Persen

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
MAJU unggul 17,6 persen atas lawannya, ErJi dalam Elektabilitas Pilwali 2020 dirilis resmi oleh Poltracking di Hotel Novotel, Senin (1/11/2020).SP/Alqomaruddin.
MAJU unggul 17,6 persen atas lawannya, ErJi dalam Elektabilitas Pilwali 2020 dirilis resmi oleh Poltracking di Hotel Novotel, Senin (1/11/2020).SP/Alqomaruddin.

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Lembaga Survei Poltracking Indonesia merilis hasil survei peta kekuatan politik pasangan calon peserta Pilkada Surabaya 2020, Senin (2/11). Hasil menunjukkan Paslon Nomor urut 2 Machfud Arifin-Mujiaman (MAJU) unggul dengan selisih signifikan atas paslon nomor urut 1 Eri Cahyadi - Armuji (ErJi) dalam keterpilihan atau Elektabilitas Pilwali 2020. 

Sesuai hasil survei, MAJU unggul sebanyak 17,6 persen atas lawannya dalam Pilwali Surabaya, Eri Cahyadi (ErJi) dalam keterpilihan atau Elektabilitas Pilwali 2020 dirilis resmi oleh Poltracking di Hotel Novotel, Senin (1/11/2020). 

Hasil survei yang diambil 19 Oktober hingga periode 23 Oktober 2020 Pilkada Surabaya 2020 di lembaga tersebut, Elektabilitas paslon nomor urut 1 Eri-Armuji sebanyak 34,1 persen. Sementara, Paslon nomor urut 2 MAJU tingkat elektabilitasnya 51,7 persen.

"Keunggulan ini kami temukan saat kami melakukan survei periode 19-23 Oktober 2020. Tapi secara tren dari awal tahun hingga rekom, Paslon MAJU memang unggul," ungkap Masduri, Manajer Riset Poltracking Indonesia.

Masduri menjelaskan, Poltracking Indonesia menyelenggarakan survei pada 19 – 23 Oktober 2020 dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling. Jumlah sampel dalam survei ini adalah 1200 responden. Klaster survei ini menjangkau 31 kecamatan di seluruh Kota Surabaya secara proporsional berdasarkan data jumlah populasi pemilih terakhir, sedangkan stratifikasi survei ini adalah proporsi jenis kelamin pemilih.

Metode sampling ini meningkatkan representasi seluruh populasi pemilih secara lebih akurat. Pengumpulan data dilakukan oleh pewawancara terlatih melalui wawancara tatap muka dengan kuesioner terhadap responden yang telah terpilih secara acak. Setiap pewawancara mewawancarai 10 responden untuk setiap satu kelurahan terpilih. 

"Margin of error surveinya plus minus 2,8 persen. Sementara tingkat kepercayaan sebanyak 95 persen. Klaster survei ini menjangkau 31 kecamatan," urai dia.  

Masduri menyimpulkan, sesuai tren yang diperoleh dari Survei Poltracking, Paslon MAJU berpeluang melenggang memenangi Pilkada Surabaya 2020. Namun demikian, masih ada waktu sebelum pemilihan yang juga bisa berpeluang memenangi suara pemilih.  

"Kalau dilihat dari trennya yang terjadi MA berpeluang besar memenangkan Pilkada nanti. Tapi siapa nanti yang bisa memanfaatkan suara dari swing voter dan pemilik suara yang belum menentukan pilihan itu nanti yang akan memenangkan pilkada surabaya," urai Masduri.  

Dia memastikan, kredibilitas dan integritas Poltracking Indonesia. Pasalnya, sudah sekian kali lembaga ini secara nasional dipercaya untuk melakukan riset dan survei sejumlah pemilihan umum termasuk Pilpres 2019 lalu. 

"Kami sudah punya pengalaman di sejumlah pemilihan di nusantara. Boleh siapa saja pihak yang meminta kami untuk survei, tapi mereka tidak boleh mengintervensi kerja kami, kami tidak akan mempertaruhkan kredibilitas kami," pungkasnya. Alq

Berita Terbaru

Dinding Kedap Suara hingga Tiga Bilik, Saksi Ungkap Temuan di Rumah Dharmahusada yang Diduga Dipakai Scamming

Dinding Kedap Suara hingga Tiga Bilik, Saksi Ungkap Temuan di Rumah Dharmahusada yang Diduga Dipakai Scamming

Kamis, 17 Sep 2026 21:34 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 21:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Sebuah rumah di kawasan Dharmahusada Permai, Surabaya, menjadi sorotan dalam persidangan perkara dugaan sindikat penipuan daring l…

Maidi Dituntut 7 Tahun 2 Bulan, Uang Pengganti Rp8 Miliar dan Denda Rp205 Juta

Maidi Dituntut 7 Tahun 2 Bulan, Uang Pengganti Rp8 Miliar dan Denda Rp205 Juta

Kamis, 17 Sep 2026 21:31 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 21:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun — Mantan Wali Kota Madiun Maidi menghadapi tuntutan berat dalam perkara dugaan pemerasan dan gratifikasi yang ditangani Komisi P…

KPK Tuntut Maidi 7 Tahun 2 Bulan, Sebut Rusak Kepercayaan Publik

KPK Tuntut Maidi 7 Tahun 2 Bulan, Sebut Rusak Kepercayaan Publik

Kamis, 17 Sep 2026 20:30 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 20:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menuntut Maidi dengan pidana tujuh tahun dua bulan penjara dalam perkara dugaan pemerasan bermodus d…

SMK Budi Luhur Gandeng CBN dan Digdaya, Dorong Karya Siswa Masuk Industri Digital

SMK Budi Luhur Gandeng CBN dan Digdaya, Dorong Karya Siswa Masuk Industri Digital

Kamis, 17 Sep 2026 20:14 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 20:14 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Banten — SMK Budi Luhur Tangerang menjajaki kolaborasi dengan PT Cyberindo Aditama (CBN) dan PT Digdaya Duta Digital (Digdaya) untuk m…

Semarak Hari Pelanggan Nasional, PLN Tambah Dua SPKLU di Citraland Surabaya

Semarak Hari Pelanggan Nasional, PLN Tambah Dua SPKLU di Citraland Surabaya

Kamis, 17 Sep 2026 17:23 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 17:23 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur (UID Jatim) terus memperluas akses pengisian daya kendaraan listrik di S…

Karhutla di Ponorogo Makan Korban, Nenek 70 Tahun Tewas Terpanggang 

Karhutla di Ponorogo Makan Korban, Nenek 70 Tahun Tewas Terpanggang 

Kamis, 17 Sep 2026 17:18 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 17:18 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Ponorogo yang semakin kerap terjadi belakangan ini memakan korban. Ini setelah…