Indahnya Festival QiXi, Valentine Ala Tionghoa

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gadis-gadis muda melakukan sembahyang di kuil untuk memohon berkah Dewi Zhi Nu. SP/CD
Gadis-gadis muda melakukan sembahyang di kuil untuk memohon berkah Dewi Zhi Nu. SP/CD

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Festival QiXi yang juga dapat disebut sebagai festival Qi Qiao merupakan salah satu festival penting dan romantis dalam kebudayaan Tionghoa hingga dijuluki sebagai valentine ala Tionghoa.

Sesuai Namanya, QiXi, yang berarti malam ketujuh, festival ini dilaksanakan setiap tanggal ke tujuh bulan tujuh dalam penanggalan Imlek. Yang merupakan hari peringatan kisah Penggembala Niu Lang dan gadis penenun, Zhi Nu.

Asal Usul Festival Qi Xi berasal dari sebuah cerita Rakyat yang sangat Romantis mengenai Niu Lang dan Zhi Nu, legenda mengatakan bahwa pernah ada gembala muda dengan nama Niulang dan seekor lembu tua. Cerita berlanjut bahwa Niulang, gembala sapi, pernah menyelamatkan sapi ketika sakit. Sebagai imbalannya, lembu memperkenalkan Niulang kepada peri penenun dengan nama Zhinu, yang merupakan putri dari dewi yang kuat – dewi surga.

Zhi nu dan Niulang segera jatuh cinta dan menikah tanpa memberi tahu ibunya. Selama beberapa tahun mereka hidup bahagia bersama dan bahkan memiliki dua anak: satu laki-laki dan satu perempuan.

Namun, suatu hari, dewi surga (ibu Zhinü) menemukan bahwa Zhinu, putrinya, telah menikah hanya seorang manusia. Sang dewi marah dan mengirim prajurit surgawi untuk membawa Zhinü kembali ke surga. Sementara itu, Niulang sangat kecewa ketika mengetahui bahwa istrinya dibawa kembali ke surga.

Mendengar berita sedih, temannya si lembu mengundang Niulang untuk membunuhnya dan mengenakan kulitnya, sehingga dia akan bisa naik ke surga untuk menemukan istrinya. Menangis dengan getir, Niulang membunuh lembu itu, meletakkannya di kulit, dan membawa kedua anaknya yang tercinta pergi ke surga untuk menemukan Zhinü.

Tepat sebelum ia dapat mencapai Zhinu, dewi surga menciptakan sungai besar di antara mereka. Mereka dipisahkan selamanya oleh sungai yang kemudian dikenal sebagai Galaksi Bima Sakti.

Dalam tradisi Tionghoa, pada malam Festival QiXi, setiap gadis muda akan memamerkan keterampilan seni yang mereka miliki, seperti mengukir buah atau menyulam, dan pergi ke kuil untuk memohon berkah agar mendapat suami yang baik, setia dan mencintai mereka kepada Dewi Zhi Nu.

Selain unjuk keterampilan dan bersembahyang kepada Dewi Zhi Nu, gadis-gadis muda juga melakukan upacara penghormatan kepada sapi sang Penggembala Sapi, Niu Lang dengan memetik seikat bunga liar dan menggantungkannya pada tanduk sapi untuk menghormati sang sapi yang legendaris.

Kemudian, festival ini ditutup dengan membuat dan memakan buah keterampilan. Buah keterampilan merupakan kue kering tipis yang dibuat dalam berbagai bentuk.

Festival Qixi merupakan perayaan tradisional yang penuh romantika bagi masyarakat Tionghoa, yang saat ini sudah berkembang menjadi valentine ala Tionghoa. Saat ini, masyarakat Tionghoa umumnya merayakan Chinese Valentine dengan menghadiahkan bunga, cokelat, dan bingkisan lainnya kepada sang kekasih, sebagai pengganti tradisi yang sudah ditinggalkan. Dsy11

 

Berita Terbaru

Jumat Berkah, Polres Blitar Tingkatkan Kedekatan dan Pelayanan Masyarakat

Jumat Berkah, Polres Blitar Tingkatkan Kedekatan dan Pelayanan Masyarakat

Jumat, 11 Sep 2026 16:54 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 16:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Guna meningkatkan kedekatan dan pelayanan untuk masarakat, Polres Blitar kali ini melalui kegiatan Jumat Berkah yang digelar di…

Kemarau Melanda, Satlantas Polres Gresik Salurkan Air Bersih ke Warga Pandanan

Kemarau Melanda, Satlantas Polres Gresik Salurkan Air Bersih ke Warga Pandanan

Jumat, 11 Sep 2026 16:25 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 16:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Musim kemarau mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Gresik. Kondisi tersebut mendorong Satuan Lalu Lintas (Satlantas) P…

Literasi Tak Lagi Sekadar Membaca, Sampoerna Academy Dorong Siswa Ubah Gagasan Menjadi Karya

Literasi Tak Lagi Sekadar Membaca, Sampoerna Academy Dorong Siswa Ubah Gagasan Menjadi Karya

Jumat, 11 Sep 2026 14:59 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 14:59 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Kemampuan literasi anak menghadapi tantangan yang semakin kompleks di tengah derasnya arus informasi digital. Literasi tidak lagi s…

Diklaim Bikin Resah, Warga Tambakbayan Ponorogo Segel Outlet Diduga Penjual Miras

Diklaim Bikin Resah, Warga Tambakbayan Ponorogo Segel Outlet Diduga Penjual Miras

Jumat, 11 Sep 2026 14:27 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 14:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo — Puluhan warga Lingkungan Trunodangsan, Kelurahan Tambakbayan, Kabupaten Ponorogo, menyegel sebuah outlet yang diduga menjual m…

Hadapi De Red FC, Kendal Tornado FC Tegaskan Target Promosi ke Liga 1

Hadapi De Red FC, Kendal Tornado FC Tegaskan Target Promosi ke Liga 1

Jumat, 11 Sep 2026 14:16 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 14:16 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Kendal Tornado FC langsung memasang target tinggi pada laga perdana Pegadaian Championship 2026/2027. Tim asal Kendal tersebut m…

Dukung Kebijakan Ning Ita, Plt Camat Kranggan Siap Aktifkan Siskamling dan Poskamling

Dukung Kebijakan Ning Ita, Plt Camat Kranggan Siap Aktifkan Siskamling dan Poskamling

Jumat, 11 Sep 2026 10:21 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 10:21 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Perangkat RT/RW seluruh Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto diimbau untuk mendukung pengaktifan sistem keamanan lingkungan …