Buruh Jatim Kecewa UMK dari Gubernur

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ribuan Buruh saat melakukan aksi demonstrasi menuntut kenaikan UMK 2021, pada Jumat (23/11/2020) lalu. Sp/Patrick
Ribuan Buruh saat melakukan aksi demonstrasi menuntut kenaikan UMK 2021, pada Jumat (23/11/2020) lalu. Sp/Patrick

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - UMK tahun 2021 di Jawa Timur telah ditetapkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Minggu (23/11/2020) malam. Namun keputusan Kenaikan UMK 2021 yang dituangkan dalam Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/538/KPTS/013/2020 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota di Jawa Timur Tahun 2021 memantik kekecewaan terhadap para buruh se Jawa Timur.

Dalam Keputusan Gubernur tersebut hanya terdapat 11 Kabupaten/Kota yang tidak mengalami kenaikan UMK pada tahun 2021. Sisanya sebanyak 27 Kabupaten/Kota mengalami kenaikan yang bervariatif. Kenaikan terendah sebesar Rp. 25.000,-. Kenaikan tertinggi, sebesar Rp. 100.000,- untuk daerah Ring 1 (Kota Surabaya, Kab. Gresik, Kab. Sidoarjo, Kab. Pasuruan dan Kota Mojokerto).

“Keputusan Gubernur itu terkesan asal-asalan layaknya ‘main dadu.’ Harusnya gubernur menetapkan kenaikan UMK 2021 berdasarkan data dan angka rill kebutuhan hidup di lapangan, sehingga tidak terkesan hanya formalitas semata,” ujar Nuruddin Hidayat, Wakil Ketua DPW Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jatim, Senin (23/11/2020).

Khofifah dalam keputusannya, tambah Nurrudin, menetapkan UMK tahun 2021 terdapat 3 (tiga) pertimbangan, yaitu adanya pendemi Covid-19, peningkatan kesejahteraan, dan rekomendasi Bupati/Walikota.

Namun faktanya, menurut Nurudin, Gubernur menetapkan UMK 2021 tanpa parameter yang jelas. Dia menanyakan, apakah kenaikan tertinggi Rp100 ribu bisa meningkatkan kesejahteraan buruh dalam situasi pandemi?

“Lebih-lebih untuk daerah yang naiknya dibawah Rp100 ribu dan bahkan yang tidak ada kenaikan. Apakah daerah yang UMK-nya naik Rp100 ribu bisa diartikan, daerah ii tidak terdampak pandemi? Lalu daerah yang tidak naik daerah yang paling terdampak?” Katanya.

Pada prinsipnya buruh yang tergabung dalam FSPMI Jatim memahami, pandemi Covid-19 berdampak pada semua. Baik pengusaha maupun pekerja yang ada di Jawa Timur, bahkan di seluruh Indonesia.

“Kalau pengusaha mungkin dampaknya hanya pada menurunnya omset/keuntungan, tetapi dampak pandemi Covid-19 bagi buruh akan menyebabkan turunnya daya beli dan membengkaknya pengeluaran,” ujar Nurudin.

FSPMI Jatim juga memandang, keputusan Gubernur Jatim tidak sesuai dengan rekomendasi bupati/wali kota tentang besaran UMK 2021 yang telah mereka usulkan. Sejumlah daerah dia contohkan.

“Misalnya rekomendasi dari Bupati Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto, Malang, dan Wali Kota Surabaya yang lebih besar dari besaran UMK 2021 yang telah ditetapkan oleh Gubernur melalui SK-nya,” kata Nurudin.

Keputusan Gubernur soal UMK 2021, menurutnya, juga tidak mencerminkan political will untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja. Terutama di daerah yang besaran UMK-nya tidak naik seperti di Sampang.

Sampang menjadi daerah dengan besaran UMK 2021 terendah di Jawa Timur. Yakni hanya Rp1.913.321,73. “Apakah daerah-daearah ini dapat dikatakan pendapatannya sudah layak untuk kesejahteraan pekerja/buruh?

Merespons penetapan UMK 2021 ini, FSPMI Jatim kembali merencanakan aksi demonstrasi untuk menunjukkan kekecewaan mereka atas keputusan Gubernur menetapkan UMK 2021 di Jawa Timur.

“Kami juga akan mempertimbangkan untuk melakukan gugatan hukum terhadap SK Gubernur Jatim tentang UMK Tahun 2021 di Jawa Timur,” kata Nurudin mewakili FSPMI yang merasa bahwa Gubernur tidak mengakomodir aspirasi buruh dalam aksi unjuk rasa Kamis 19 November 2020 lalu. pat/cr7/ana

Berita Terbaru

BPJS Kesehatan: Kemampuan Fiskal Jember Kecil Tapi Programnya Istimewa

BPJS Kesehatan: Kemampuan Fiskal Jember Kecil Tapi Programnya Istimewa

Kamis, 08 Okt 2026 20:55 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 20:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM- Jember — BPJS Kesehatan memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan Pemkab Jember yang memadukan program jaminan kesehatan nasional dengan …

Luncurkan Mobil Cinta, Antar Pasien Kurang Mampu Pulang Gratis

Luncurkan Mobil Cinta, Antar Pasien Kurang Mampu Pulang Gratis

Kamis, 08 Okt 2026 20:45 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 20:45 WIB

SURABAYAPAGI.COM-Jember - Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, meluncurkan Mobil Cinta untuk mengantar pasien kurang mampu pulang secara gratis setelah…

Haier dan AQUA Bidik Pasar Jawa Timur, Perdana Tampil di PRJ Surabaya 2026

Haier dan AQUA Bidik Pasar Jawa Timur, Perdana Tampil di PRJ Surabaya 2026

Kamis, 08 Okt 2026 19:28 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 19:28 WIB

SURABAYAPAGI, Surabaya- Pasar elektronik rumah tangga di Jawa Timur menjadi salah satu sasaran penguatan bisnis Haier dan AQUA. Untuk mendekatkan diri dengan…

Penggeledahan Beruntun KPK di Madiun, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Disasar

Penggeledahan Beruntun KPK di Madiun, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Disasar

Kamis, 08 Okt 2026 18:13 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 18:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggeledah lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Kamis (8/10/2026). Kali i…

Pemkab Lumajang Gelontorkan Rp10 Miliar untuk Perbaiki Ruas Jalan Rowokangkung-Kalipepe

Pemkab Lumajang Gelontorkan Rp10 Miliar untuk Perbaiki Ruas Jalan Rowokangkung-Kalipepe

Kamis, 08 Okt 2026 15:30 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 15:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Dalam rangka perbaikan ruas jalan Rowokangkung-Kalipepe sepanjang kurang lebih 6 kilometer, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang…

Rampung Dibangun, Operasional 252 KDKMP Ponorogo Masih Tunggu Verifikasi Lapangan

Rampung Dibangun, Operasional 252 KDKMP Ponorogo Masih Tunggu Verifikasi Lapangan

Kamis, 08 Okt 2026 15:15 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 15:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Meski sebanyak 252 dari 307 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Ponorogo, telah rampung dibangun, namun untuk…