SURABAYA PAGI, Lamongan - Sebanyak 133 perusahaan terdiri dari 79 perusahaan kategori Non-UKM, dan sebanyak 54 perusahaan kategori UKM, pada Jumat lalu secara resmi melakukan ekspor untuk pasar global yang di lepas oleh Presiden RI Joko Widodo secara virtual.
Ekspor dengan total nilai di Desember 2020 ini USD 1,64 miliar, atau setara dengan Rp 23,75 triliun, pelepasannya di PT Bumi Menara Internusa di Wilayah Kecamatan Deket Kabupaten Lamongan, Jum'at (4/12/2020), sebagai salah satu eksportir yang selama ini menggeluti usaha di bidang perikanan.
Presiden RI Joko Widodo melepas ekspor produk Indonesia yang dilakukan di Lamongan, Jawa Timur; Boyolali, Jawa Tengah; Sunter, DKI Jakarta, dan sejumlah kota lain yang tersebar dalam 16 provinsi secara virtual dari Istana Bogor.
Menurut Presiden RI, kunci untuk memperbaiki perekonomian nasional adalah peningkatan ekspor, bukan hanya membantu pelaku usaha untuk tumbuh dan membuka lapangan kerja baru, tapi juga untuk menghasilkan devisa dan mengurangi defisit. Ia juga mengajak pelaku usaha untuk tidak menyerah dan lebih jeli melihat peluang pasar ekspor yang masih terbuka lebar.
"Peluang kita sangat besar dari sisi keragaman produk dan komoditi, kreativitas dan kualitas, volume dan tujuan negara ekspor. Kuncinya proaktif dan jangan pasif," ungkap Presiden Jokowi.
Presiden Joko Widodo juga berharap agar kegiatan pelepasan ekspor ini menjadi momentum yang berkelanjutan dan menghasilkan ekspor yang terus meningkat.
Caption: Mendag, Gubernur Jatim dan bupati Lamongan saat dalam acara pelepasan ekspor ke pasar global di PT Bumi Menara Internusa. SP/MUHAJIRIN KASRUN
Sementara itu, Mendag Agus Suparmanto menjelaskan, pelepasan ekspor secara serentak ini, lanjut Mendag Agus, merupakan upaya peningkatan ekspor non migas di masa pandemi. Selain itu pelepasan ekspor ini juga sebagai langkah konkrit untuk meningkatkan UKM ekspor, menjaga loyal buyers, peningkatan investasi serta menumbuhkan ekonomi nasional di Tahun 2021.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi pemilihan Lamongan, Jawa Timur sebagai pusat pelaksanaan pelepasan ekspor ke pasar global oleh Pemerintah Pusat. "Kami berharap dari 133 eksportir dari 16 provinsi ini bisa meningkatkan proses pemulihan ekonomi nasional. Serta pelepasan langsung oleh Bapak Presiden mampu memberikan dorongan motivasi untuk terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah kami masing-masing," katanya.
Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia pada Januari-Oktober 2020 mencatat surplus USD 17,07 miliar. Surplus tersebut merupakan surplus tertinggi kedua dalam satu dekade terakhir, mendekati nilai surplus pada 2010 yang mencapai USD 22,12 miliar.
PT Bumi Menara Internusa Lamongan sebagai pusat kegiatan pelepasan ekspor ini merupakan eksportir produk perikanan yang produk-produknya telah merambah pasar Amerika Serikat, Uni Eropa, Jepang, dan Australia. Selain PT BMI, CV Yukari Cahaya Abadi Lamongan juga termasuk dalam salah satu eksportir dari Jawa Timur.
Caption: Mendag, Gubernur Jatim dan bupati Lamongan saat dalam acara pelepasan ekspor ke pasar global di PT Bumi Menara Internusa. SP/MUHAJIRIN KASRUN
Dengan dipilihnya Lamongan sebagai pusat pelaksanaan pelepasan ekspor ke pasar global oleh Pemerintah Pusat, Bupati Lamongan Fadeli berharap hal ini dapat menjadi motivasi dan dorongan tersendiri bagi pemilik usaha-usaha di Kabupaten Lamongan, baik UKM maupun Non-UKM untuk meningkatkan daya saingnya. Sehingga dengan demikian akan semakin banyak produk yang dapat diekspor dari Lamongan, dan pertumbuhan ekonomi di Lamongan dapat terus meningkat.
Di Lamongan sendiri, nilai ekspor dari perdagangan besar Rp 545,3 miliar dengan jenis produk ekspor antar lain alas kaki dan mebelair. Selain itu, produk UMKM Lamongan memiliki besar nilai ekspor yang mencapai Rp 55,7 miliar dengan produk antara lain kerajinan, pupuk, dan ikan olahan. Khusus ekspor yang dilakukan PT BMI Lamongan yang berupa udang beku (Shrimp) pada tahun 2019 mencapai Rp 1,2 triliun.jir
Editor : Mariana Setiawati