Gunung Semeru Erupsi

Berhati hati Gunung Semeru Erupsi Keluarkan Awan Panas Berjarak 4,5 KM

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gunung Semeru Erupsi hingga 4,5 kilometer Minggu (17/1/2021)
Gunung Semeru Erupsi hingga 4,5 kilometer Minggu (17/1/2021)

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Musim hujan yang terus mengguyur bumi, ternyata Gunung Semeru di Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur juga Sabtu 16 Januari 2021 sekira pukul 17.20 Wib.

Mengalami erupsi mengeluarkan awan panas. Kejadian erupsi gunung semeru ini diperkirakan terjadi sekira pukul 17.24 wib. Selain membuat warga panik banyak pengendara roda 4 (empat) maupun roda 2 (dua) terkena Debu Awan Panas Guguran (APG). Gunung Api Semeru (3676 MDPL), akibat dari kejadian tersebut kerugian tanaman baik persawahan maupun perkebunan masih dalam pengecekan pihak terkait.

"Iya benar, sore tadi gunung semeru terjadi erupsi yang mengeluarkan awan panas," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Minggu(17/01/2021).

Ditambahkan Kabid Humas, bahwa sekira pukul 17.24 WIB tadi, dilokasi masih terjadi hujan debu yang masih terasa. Sementara itu pada pukul 17.24 WIB, telah terjadi Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru mengarah ke tenggara/ besuk curah kobokan dengan jarak luncuran 4 Km dan angin mengarah ke utara. "Awan panas yang keluar tadi berjarak sampai 4 Kilometer yang mengarah ke arah tenggara," tambahnya.

Sedangkan pada pukul 17.47 WIB, jarak luncur APG mencapai 4,5 Km mengarah ke tenggara/ besuk curah kobokan, arah angin ke utara. Dan pada pukul 18.09 WIB, Getaran Awan Panas Guguran masih terus berlanjut dan terekam siesmograf Pos Pantau Gunung Sawur. Pukul 18.35 wib, Getaran APG Gunung Semeru telah berhenti, amak 22 mm durasi 4287 detik, jarak luncur kl 4 Km arah Besuk Kobokan.

"Sementara sekira pukul 17.47 WIB tadi gunung semeru kembali luncurkan awan panas mencapai 4,5 Kilometer. Dan setiap waktu bisa berubah terus," lanjutnya.

Dengan adanya peristiwa ini diharapkan masyarakat untuk menjauh dari lokasi gunung semeru. Hal ini untuk mengantisipasi adanya aktivitas di area terdampak material awan panas karena suhunya masih tinggi.

Selain itu juga perlu diwaspadai potensi luncuran di sepanjang lembah jalur awan panas Besuk Kobokan. Serta antisipasi ancaman lahar di alur sungai atau lembah yang bersuhu di Gunung Semeru.

Mengingat banyaknya material vulkanik yang sudah terbentuk. Namun pada pukul 20.30 wib Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang menyatakan kindisi sudah kembali normal dan terkendali. Namun diharapkan, masyarakat sekitar tetap waspada dan berhati-hati.

Adanya kejadian tersebut, Polda Jatim akan mengirim pers Sat Brimob, Dit sabhara dan Biddokkes dalam ops kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang terdampak erupsi gunung semeru dan saat ini masih dilakukan koordinasi dengan polres lumajang. (nt/ham)

Berita Terbaru

Hadapi Kekeringan, Pemkab Situbondo Tambah Distribusi 5.000 Liter Air ke Desa Terdampak

Hadapi Kekeringan, Pemkab Situbondo Tambah Distribusi 5.000 Liter Air ke Desa Terdampak

Rabu, 02 Sep 2026 13:31 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 13:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Untuk memenuhi kebutuhan air bersih kebutuhan warga terdampak kekeringan tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, Jawa…

Demi Keamanan, Pembangunan Sekolah Rakyat Tulungagung Disesuaikan Jalur SUTET

Demi Keamanan, Pembangunan Sekolah Rakyat Tulungagung Disesuaikan Jalur SUTET

Rabu, 02 Sep 2026 13:23 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 13:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Menindaklanjuti jalur SUTET pada lokasi lahan yang akan dibangun Sekolah Rakyat (SR), Dinas Sosial (Dinsos) Tulungagung…

Lewat Program ACT, Dinkes Tulungagung Perkuat Layanan Kesehatan Jiwa

Lewat Program ACT, Dinkes Tulungagung Perkuat Layanan Kesehatan Jiwa

Rabu, 02 Sep 2026 13:18 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 13:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Melalui program Assertive Community Treatment (ACT), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung, komitmen untuk memperkuat…

Tekankan Pembangunan TPA Mrican, Pemkab Ponorogo Masih Tunggu SK Kemenhut

Tekankan Pembangunan TPA Mrican, Pemkab Ponorogo Masih Tunggu SK Kemenhut

Rabu, 02 Sep 2026 13:16 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 13:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Menindaklanjuti terbitnya Surat Keputusan (SK) Kementerian Kehutanan terkait penggunaan lahan proyek yang masih proses tunggu,…

Ekspor Jatim Turun 5,33 Persen, Impor Naik 16,56 Persen hingga Juli 2026

Ekspor Jatim Turun 5,33 Persen, Impor Naik 16,56 Persen hingga Juli 2026

Rabu, 02 Sep 2026 12:32 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 12:32 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat kinerja perdagangan luar negeri Jawa Timur sepanjang Januari-Juli 2026 bergerak b…

Inflasi Jatim Agustus 2026 Tembus 3,32 Persen, Emas dan Transportasi Jadi Pemicu

Inflasi Jatim Agustus 2026 Tembus 3,32 Persen, Emas dan Transportasi Jadi Pemicu

Rabu, 02 Sep 2026 12:02 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 12:02 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur mencatat inflasi Jawa Timur pada Agustus 2026 mencapai 3,32 persen secara tahunan (…