SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Gresik dinilai efektif oleh Pelaksana Tugas Bupati Gresik Mohammad Qosim.
Hal itu disampaikan Qosim yang juga Wabup Gresik pada saat memimpin rapat evaluasi pelaksanaan PPKM, bertempat di kantor bupati, Rabu (3/2).
“Alhamdulillah pelaksanaan PPKM Jawa Bali di Gresik berlangsung efektif. Dari grafik harian pertambahan kasus Covid-19 di Kabupaten Gresik terlihat sudah melandai dibandingkan beberapa pekan sebelumnya," ujar Qosim dalam rapat yang dihadiri anggota Forkopimda, sekda dan para kepala OPD setempat.
Menurut Qosim, klaster penyebaran Covid-19 paling banyak berasal dari transmisi lokal, yaitu sebanyak 1.559 kasus. Kecamatan Manyar merupakan wilayah yang tercatat paling tinggi dalam sebaran kasus positif Covid-19, yaitu sebanyak 885 kasus.
Disusul Kecamatan Kebomas berada di urutan kedua dengan 820 kasus, selanjutnya Kecamatan Gresik sebanyak 557 kasus bertengger di urutan ke tiga. Selanjutnya Kecamatan Driyorejo 518 kasus dan Kecamatan Menganti 509 kasus.
Selain sebaran kasus Covid-19, Qosim juga menyampaikan progres perkembangan vaksinasi yang dilaksanakan di wilayah Kabupaten Gresik yang saat ini sudah mencapai 62 persen.
“Kedepan pelaksanaan vaksinasi akan terus ditingkatkan, baik dari sisi jumlah fasilitas pelayanan kesehatan yang saat ini sudah mencapai 52 pelayanan akan ditingkatkan menjadi 100. Tenaga vaksinator akan ditingkatkan lagi dari 250 orang saat ini, mendatang menjadi 500 orang,” katanya.
Qosim berharap, meski nantinya PPKM berakhir namun protokol kesehatan tetap dilaksanakan dengan ketat. Pemerintah berharap kasus positif Covid-19 di Kabupaten Gresik bisa dikendalikan. Saat ini kluster sudah terpetakan sampai ke tingkat desa dan kelurahan.
Di akhir pertemuan, Qosim meminta agar Kampung Tangguh Semeru tetap digalakkan, agar protokol kesehatan di masyarakat tetap terjaga. did
Editor : Moch Ilham