Sekolah Negeri di Gresik Diminta Patuhi Mekanisme dan Juknis PPDB

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua DPRD Abdul Qodir didampingi beberapa anggota Komisi IV saat menggelar dengar pendapat dengan Kadispendik Mahin dan pengurus LP Ma'arif NU. SP/M.AIDID
Ketua DPRD Abdul Qodir didampingi beberapa anggota Komisi IV saat menggelar dengar pendapat dengan Kadispendik Mahin dan pengurus LP Ma'arif NU. SP/M.AIDID

i

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Sekolah negeri di Kabupaten Gresik diminta untuk mematuhi mekanisme dan petunjuk teknis (juknis) pendaftaran peserta didik baru (PPDB). Hal ini agar tidak terjadi polemik seperti tahun-tahun yang sebelumnya.

Permintaan itu muncul dari LP Ma'arif NU saat dengar pendapat bersama Dinas Pendidikan serta DPRD Gresik di gedung wakil rakyat setempat pada Rabu (31/3) siang.

Ketua LP Ma'arif NU Gresik Ahmad Jazuli menerangkan jika selama ini lembaga sekolah swasta yang dibawah naungannya dirugikan dengan sistem PPDB sekolah negeri yang memakai sistem zonasi.

"Kami juga meminta sekolah negeri ini mematuhi aturan dan regulasi yang sudah ada sehingga sekolah swasta bisa bersaing dan mendapatkan siswa," katanya.

Menurut Jazuli, praktik yang dilakukan sekolah negeri di Gresik sangat tidak mendasar. Bahkan, dirinya menemukan ada salah satu sekolah dasar yang memberikan calon siswanya seragam, alat sekolah bahkan sepeda agar mau sekolah negeri.

Selain itu, pihaknya juga menemukan ada sekolah negeri tingkat SMP yang membuka perpanjangan pendaftaran karena kuota belum terpenuhi. Bahkan, mencomot siswa yang sebelumnya sudah mendaftar ke sekolah swasta.

"Hal ini kan tidak mendasar. Pemberian iming-iming ini sangat mencederai pendidikan. Saya seringkali diwaduli oleh kepala sekolah swasta. Dan seperti ini praktik di lapangan. Mangkanya kami wadul ke dewan," ungkap dia yang diamini Syamsul Anam, Ketua Pergunu Gresik.

Sementara itu, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir meminta agar permasalahan di atas bisa diatasi. Dia juga meminta dinas pendidikan untuk tegas dan bijaksana dalam pelaksanaan PPDB.

"Kalau begini harusnya bisa diselesaikan. Agar tak terjadi polemik harus ada solusi konkrit. Harus klir ini. Jangan sampai ada lagi iming-iming agar mau sekolah negeri," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Mahin menyatakan terkait PPDB, dia meminta sekolah negeri bisa melaksanakan dengan mekanisme yang ada.

Bahkan dikatakan Mahin, dirinya kaget jika ada sekolah negeri yang memberikan sesuatu kepada calon siswa. Baik seragam, tas, alat tulis dan lain sebagainya.

"Terus dana dari mana, hal itu tidak boleh ada lagi. Kalaupun itu hasil donatue, harus dilaporkan ke kami. Akan saya tegur kalau ada. Sekolah negeri memang menerapkan zonasi dalam PPDB sesuai arahan pemerintah pusat," jelasnya.

Dalam pertemuan bersama DPRD Gresik dan LP Ma'arif, Mahin sepakat terkait dengan PPDB, semua sekolah negeri harus patuh dan sesudah mekanisme aturannya PPDB.

"Apabila terjadi ada ketidaksesuaian di lapangan makan akan diberikan sanksi tegas bagi yang melanggarnya. Laporkan ke saya, pasti akan saya tindaklanjuti," ujarnya. did

Berita Terbaru

Harga Pisang Raja di Magetan Naik Imbas Permintaan Tinggi saat Peringatan Maulid Nabi

Harga Pisang Raja di Magetan Naik Imbas Permintaan Tinggi saat Peringatan Maulid Nabi

Rabu, 26 Agu 2026 12:32 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 12:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW di berbagai wilayah Kabupaten Magetan, berimbas pada meningkatkan permintaan pisang. Kondisi itu…

Atasi Macet dan Genangan, Pemkot Tata Aktivitas Perdagangan di Jalan Pucang Anom Surabaya

Atasi Macet dan Genangan, Pemkot Tata Aktivitas Perdagangan di Jalan Pucang Anom Surabaya

Rabu, 26 Agu 2026 12:25 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 12:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Guna mengurai kemacetan dan mengatasi genangan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menata aktivitas perdagangan di kawasan Jalan…

Hadapi Musim Hujan, Pemkot Surabaya Target Saluran Air dan Rumah Pompa Rampung November

Hadapi Musim Hujan, Pemkot Surabaya Target Saluran Air dan Rumah Pompa Rampung November

Rabu, 26 Agu 2026 12:18 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 12:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya dalam menghadapi musim penghujan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga…

Pemkot Surabaya Pastikan Pengelolaan Limbah B3 RSUD EC Sesuai Prosedur

Pemkot Surabaya Pastikan Pengelolaan Limbah B3 RSUD EC Sesuai Prosedur

Rabu, 26 Agu 2026 12:15 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 12:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat memastikan pembuangan limbah Bahan Berbahaya Beracun…

DPRD Gelar Rapat Paripurna Pengesahan Perubahan APBD Sumenep 2026 Sebesar Rp2,61 Triliun

DPRD Gelar Rapat Paripurna Pengesahan Perubahan APBD Sumenep 2026 Sebesar Rp2,61 Triliun

Rabu, 26 Agu 2026 12:14 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 12:14 WIB

SUMENEP, Surabayapagi.com – DPRD Kabupaten Sumenep akhirnya mengesahkan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran 2…

Ratusan Hektare Sawah Terdampak Jebolnya Dam Pacar di Tulungagung

Ratusan Hektare Sawah Terdampak Jebolnya Dam Pacar di Tulungagung

Rabu, 26 Agu 2026 11:32 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 11:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Sejumlah petani di Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung was-was melihat  Dam Pacar yang saat ini dilaporkan telah …