Distribusi Vaksin AstraZeneca Dihentikan. Diganti Johnson dan Johnson

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Vaksin AstraZeneca. SP/ SBY
Vaksin AstraZeneca. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - AstraZeneca Plc kini 'dilarang' menggunakan fasilitas pabrik Emergent BioSolutions di Baltimore, untuk pengembangan vaksin corona (Covid-19) dan pemerintah juga telah mengkritik produsen obat tersebut karena menggunakan data kadaluarsa dalam hasil uji coba vaksinnya, yang kemudian direvisi. Dan saat ini yang dapat menggunakan fasilitas pabrik tersebut adalah Johnson dan Johnson (J&J).

Dilain hal, seharusnya saat ini AstraZeneca akan bekerja sama dengan pemerintahan Presiden AS Joe Biden untuk menemukan area alternatif untuk memproduksi vaksin di AS. Saat ini vaksin itu memang belum disetujui di otoritas AS.

Di sisi lain, ilmuwan terkemuka AS, Anthony Fauci, mengatakan bahwa negara tersebut mungkin tidak memerlukan lagi vaksin AstraZeneca, meskipun nanti bisa saja mendapat persetujuan.

Sementara, J&J mengatakan pihaknya "memikul tanggung jawab penuh" dari fasilitas Emergent BioSolutions tersebut. Perusahaan menegaskan kembali bahwa pihaknya akan memberikan 100 juta dosis kepada pemerintah pada akhir Mei 2021.

Mengutip dua pejabat senior kesehatan federal, langkah pemerintah untuk membuat pabrik hanya akan membuat vaksin dosis tunggal J&J. Ini dimaksudkan untuk menghindari campur aduk di masa depan antara kedua jenis vaksin.

Setidaknya selain Amerika Serikat juga ada 5 negara maju lainnya yang menghentikan penggunaan vaksin AstraZeneca, diantaranya, Belanda, Jerman Spanyol, Prancis dan Kanada.

Alasan penghentian vaksin tersebut di belanda adalah adanya pembekuan darah di sedikit kasus pasca vaksinasi AstraZeneca. Otoritas kesehatan yang meneliti efek samping vaksin menyebutkan dari 400 ribu orang yang divaksinasi AstraZeneca, hanya ada lima laporan kasus pembekuan darah tak biasa pasca disuntik.

Sedangkan di Jerman, rencananya, rekomendasi baru vaksin AstraZeneca akan diberikan pada akhir April. Khusus untuk usia dewasa muda yang menerima vaksin AstraZeneca. "Kami menghentikan vaksinasi menggunakan AstraZeneca bagi warga di bawah 60 tahun," ujar Menteri Kesehatan Dilek Kalayci yang menyinggung soal data baru terkait efek samping vaksin AstraZeneca.

Senada dengan Jerman, Spanyol juga memberikan vaksin AstraZeneca untuk lansia. Terkecuali, warga usia dewasa muda yang sudah mendapat surat rekomendasi dokter terkait resiko fatal jika tak segera divaksinasi karena ditakutkan akan terjadi pembekuan darah di kepala yang tidak biasa terjadi paling banyak dialami wanita dewasa.

Prancis awalnya justru yang lebih dahulu menyetop penggunaan vaksin AstraZeneca pada usia di bawah 55 tahun. Mereka memilih untuk berhati-hati dalam penggunaan AstraZeneca sejak kasus pembekuan darah banyak ditemukan di usia dewasa muda.

Canada's National Advisory Committee on Immunization (NACI), sebuah panel ahli independen menjelaskan masih belum jelas manfaat vaksinasi AstraZeneca pada usia di bawah 55 tahun. Maka dari itu, mereka memilih menangguhkan vaksin AstraZeneca di rentang usia tersebut.

Sedangkan RI saat ini sudah menerima 11 juta vaksin. RI sendiri juga masih melanjutkan penggunaan vaksin AstraZeneca di 7 wilayah yakni Bali, Jawa Timur, Nusa Tenggara, Kepulauan Riau, Sulawesi Utara, Provinsi Maluku, dan DKI Jakarta. Dsy11

 

Berita Terbaru

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Upaya serius mengatasi persoalan sampah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui p…

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global melalui…

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Sejarah Perang Dunia II, Indonesia Tidak Terlibat Langsung Perang tapi Tetap Terdampak   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang …

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Sidang Praperadilannya Dikawal Puluhan Banser. KPK tak Hadir, Ditunda 3 Maret      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gu…

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) heran dengan harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia (HP) lebih murah daripada…

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mitigasi potensi risiko korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, mulai dibahas Tim…