Es Permen Karet, Laku Keras Sebagai Takjil di Ampel

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ramainya Masyarakat yang mengantri untik membeli es permen karet. SP/ Satrya Nugraha
Ramainya Masyarakat yang mengantri untik membeli es permen karet. SP/ Satrya Nugraha

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Berjualan takjil di bulan Ramadhan merupakan kegiatan yang digemari masyarakat Surabaya, terlebih lagi di daerah wisata Ziarah Sunan Ampel ini. Hampir setiap jarak 2 meter, para masyarakat yang kebetulan tinggal didaerah tersebut berjualan sebagai sumber pendapatan lebih saat bulan puasa datang.

Menariknya, usaha yang dilakukan di sekitaran Masjid Ampel ini menarik perhatian masyarakat hingga begitu besarnya, jalanan yang biasanya sepi saat pandemi Covid-19 terlihat begitu ramai memenuhi daerah Ampel bagi masyarakat yang sedang berbelanja takjil.

Es Permen Karet merupakan salah satu takjil andalan yang dikonsumsi masyarakat, minuman buatan Defi Oktaviani ini dapat habis dalam waktu sekejap, Defi sendiri mengutarakan bahwa setiap mulai berjualan, dia selalu menyiapkan 5 Liter es permen karet berwarna biru muda ini dan ludes terjual dalam waktu 2 jam saja.

"Sebelum bulan Ramadhan, keinginan masyarakat untuk beli es ini hanya mencapai 2 Liter saja tiap harinya, saat bulan Ramadhan saya harus menyiapkan stok berlebih hingga 2 kali lipat dan itupun ludes habis dalam waktu 2 jam, Alhamdullilah kita sendiri bisa tetap menjadi favorit masyarakat sebagai hidangan takjil," ujar Devi Oktafiani, Pemilik usaha Takjil Es Permen Karet, Senin (19/4/2021)

Euphoria Ramadhan yang melekat dengan kegiatan ziarah Makam Sunan Ampel memang menjadi momen baginpara pemilik usaha UMKM di daerah ini, dengan kondisi bisnis yang membaik sejak PPKM diberlakukan, para penjual takjil berharap kondisi akan kembali seperti sebelum pandemi melanda. Str

 

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…