Satgas Covid-19 Nilai Masyarakat Bangkalan Anggap Kebal Corona

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tes swab antigen yang dilakukan petugas di jembatan Suramadu.
Tes swab antigen yang dilakukan petugas di jembatan Suramadu.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Melonjaknya kasus Covid-19 dan pasien Covid-19 meninggal banyak dipengaruhi oleh perilaku masyarakat sendiri.  Demikian dinyatakan Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Agus Sugianto Zain.

Dia menegaskan sampai kini masih banyak masyarakat yang menganggap kebal dengan virus corona hingga abai dengan protokol kesehatan serta mengabaikan kondisi kesehatan mereka sendiri. "Ini kan menyangkut perilaku, tentang nilai-nilai kesehatan. Artinya ketika sakit parah, masyarakat baru datang ke rumah sakit," kata Agus, Senin (7/6/2021) kemarin.

Apalagi, rumah sakit di Bangkalan yang menangani pasien Covid-19 hanya ada tiga, yakni RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu dan dua rumah sakit swasta.

Namun, kapasitas BOR di rumah sakit swasta juga terbatas, sehingga mayoritas pasien dibawa ke RSUD Bangkalan. “Ketika sudah tidak mampu menampung pasien Covid-19, maka pasien dirujuk ke rumah sakit di Surabaya.

Karena yang ditunjuk memang cuma RSUD Bangkalan, tapi pemkab minta dukungan RS swasta, yakni RS Ngudia Husada dan RS Lukas. Itu pun kapasitas bednya terbatas," kata Agus.

Berdasarkan data akumulatif per tanggal 6 Juni 2021, jumlah yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Bangkalan sebanyak 1.779 orang. Kemudian, jumlah pasien sembuh 1.520 orang, pasien Covid-19 meninggal 180 orang, dan kasus Covid-19 aktif 79 orang.

Agus Sugianto Zain mengungkap kondisi pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan,tidak bisa bertahan lama dan kemudian meninggal dunia. Ini usai mendapat perawatan.

Sebab, kata Agus, rata-rata pasien Covid-19 di Bangkalan baru bersedia ke rumah sakit ketika kondisinya sudah berat atau sangat parah.

Hal tersebut diketahui setelah pemerintah daerah melakukan koordinasi dan evaluasi terhadap manajemen rumah sakit.

"Awalnya, seminggu dua kasus meninggal, ini kan mempengaruhi zona karena ada rumusnya. Ini lebih dari itu, lebih dari dua. Dan presentasenya begini, dari 10 orang dari 15 orang yang meninggal, setelah dibawa ke rumah sakit (RSUD Bangkalan), kurang dari 24 jam dirawat, namun sudah meninggal," jelas Agus.

 

Diminta Tunda Perjalanan

Terpisah, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum mengimbau kepada warga baik Madura arah Surabaya maupun sebaliknya, untuk menunda perjalanan bagi yang tidak berkepentingan. Pasalnya, saat penyekatan kemarin, mayoritas beberapa pengendara tidak memiliki kepentingan. "Kita menjaga, jangan sampai nanti kita bobol. Kemudian ada orang positif, kemudian menulari lainnya," kata Ganis, Senin (7/6/2021).

Ganis juga mengimbau, bagi warga yang hendak berziarah hingga hanya sekedar jalan-jalan melintas Suramadu untuk ditunda. Jika bisa, hingga keadaan kembali stabil lagi.  "Kami mohon maaf, untuk yang ziarah-ziarah mungkin setidaknya memperhitungkan demi keselamatan, mungkin bisa dipending terlebih dahulu," jelasnya.

Ia juga berharap kepada masyarakat, baik masuk Surabaya atau menuju Madura untuk memperhitungkan dulu keperluannya apa. Jika pun mendesak juga harus memastikan diri apakah sudah aman dan sehat.

"Jika mendesak harus bisa meyakinkan diri mereka aman dan sehat. Kalau dia sehat berarti dia tidak menulari orang lain. Jika tidak ada kepentingan lebih baik di rumah dulu, itu lebih baik," harapnya.

 

Disekat 12 Hari

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi  mengatakan rencananya penyekatan dan pemeriksaan di Jembatan Suramadu akan berlangsung selama 12 hari ke depan.  Hal itu berdasarkan hasil kesepakatan bersama dalam rapat koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur, Surabaya dan Bangkalan yang berlangsung pada Minggu (6/6) malam.

"Penyekatan sampai 12 hari ke depan jalan terus. Nanti, Insya Allah rapid antigen di kaki Jembatan Suramadu sisi Bangkalan," ujarnya.

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini mengatakan, sekitar 2.600 pengendara kendaraan bermotor baik roda empat dan dua di Jembatan Suramadu arah ke Kota Surabaya menjalani rapid test antigen secara massal sejak Minggu (6/6) hingga Senin dini hari.

Lanjut Eri, ada 83 dari 2.600 pengendara tersebut yang dinyatakan positif usai menjalani rapid antigen. "Kemudian 83 orang itu dilakukan swab test PCR dan hasilnya 24 orang positif," katanya.

Eri menjelaskan, bagi pengendara yang hasil swab PCRnya positif, mereka kemudian dirujuk ke rumah sakit lapangan yang telah disiapkan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Sedangkan bagi pengendara yang hasil swab PCR-nya belum keluar, maka untuk sementara mereka dirujuk ke Asrama Haji Sukolilo untuk dilakukan isolasi.

"Jadi, yang positif (rapid antigen) kita taruh di Asrama Haji sampai menunggu (hasil) PCR-nya keluar. Sedangkan yang swab PCR (keluar positif), langsung dirujuk ke rumah sakit," ujarnya.

Nantinya setiap pengendara yang akan menuju ke Surabaya akan dilakukan rapid antigen. Apabila hasilnya negatif, maka akan diberikan tanda berupa stiker di kendaraannya.

Namun demikian, Wali Kota Eri menyebut, apabila dalam pelaksanannya nanti ditemukan kendaraan yang melintas di Jembatan Suramadu sisi Surabaya tidak dilengkapi stiker, maka secara otomatis petugas akan menghentikan dan dilakukan rapid antigen.

"Kalau motor atau mobil tidak ada tandanya (stiker) yang kita sepakati, maka ketika masuk ke Surabaya kita hentikan untuk rapid antigen. Jadi bekerja sama, Alhamdulillah terima kasih kepada Ibu Gubernur Jatim karena ada pembagian tugas di Bangkalan dan Surabaya," katanya.

Sedangkan, dari 83 orang yang terkonfirmasi positif, 13 diantaranya dirawat di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI). Penanggung Jawab RSLI Laksamana Pertama TNI dr. I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara, Sp.B., Sp. BTKV saat dihubungi menyampaikan, dari hasil tes ditemukan 10 orang memiliki hasil CT Value di bawah 25.

"Sampelnya kemudian akan kita kirim ke ITD dan Balitbangkes Jakarta pusat untuk konfirmasi lebih lanjut, dugaan varian baru covid-19," kata dr. Nalendra saat ditemui di RSLI Surabaya, Senin (7/6/2021). alq/ang/sem/cr3/rmc

Berita Terbaru

AICECS UNAIR: Menjelajahi Keberagaman Budaya Indonesia dari Surabaya

AICECS UNAIR: Menjelajahi Keberagaman Budaya Indonesia dari Surabaya

Jumat, 30 Okt 2026 13:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 13:20 WIB

SURABAYAPAG.com, Surabaya - Universitas Airlangga sedang menggelar event AICECS, Airlangga International Cultural Environmental Community Service sebagai wadah…

45 Lapak PKL di Telaga Ngebel Ponorogo Terancam Dibongkar, Pedagang Keluhkan Minim Sosialisasi

45 Lapak PKL di Telaga Ngebel Ponorogo Terancam Dibongkar, Pedagang Keluhkan Minim Sosialisasi

Jumat, 30 Okt 2026 13:17 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 13:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo – Sebanyak 45 tempat usaha milik pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Telaga Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, terancam d…

Pegiat Lingkungan Desak Eksplorasi Geotermal Ngebel Dihentikan, Khawatir Picu Krisis Air

Pegiat Lingkungan Desak Eksplorasi Geotermal Ngebel Dihentikan, Khawatir Picu Krisis Air

Jumat, 30 Okt 2026 13:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 13:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo – Rencana eksplorasi panas bumi atau geotermal di Dukuh Brambang Rt 01 Rw 01 Desa Gondowido Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, J…

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…