Berawal dari Drakor, Mahasiswi Ubaya Bikin Kimchi Sehat

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Marcella Reina bersama dengan inovasinya. SP/ Arl
Marcella Reina bersama dengan inovasinya. SP/ Arl

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Bermula dari kegemarannya menonton drama korea, Marcella Reina, mahasiswi Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya (UBAYA) berkreasi membuat resep kimchi sehat.

Dihubungi oleh Surabaya Pagi, Rabu (14/07/2021), Ia bercerita bahwa ia kepikiran membuat resep kimchi karena takut jika memesan online tidak akan fresh.

“Waktu itu suka kimchi karena sering nonton drama Korea. Kemudian ingin makan kimchi, tapi takut kalau pesan online nanti rusak atau sudah nggak fresh lagi selama di perjalanan. Karena ada waktu cukup panjang di rumah, jadinya mulai coba berkreasi membuat sendiri,” ucap Marcella.

Marcella menjelaskan bahwa ada keuntungan lain dengan membuat kimchi sendiri di rumah. Menurutnya, dengan membuat sendiri maka masyarakat bisa mengatur kadar keasaman dari kimchi. Hal itu disebabkan karena adanya proses fermentasi pada pembuatan kimchi. Proses fermentasi tersebut terjadi ketika kimchi ada pada tahap penyimpanan.

Mahasiswi semester enam ini pun ingin membagikan resep kimchi buatannya agar bisa menjadi ide makanan atau camilan sehat yang mudah dibuat sendiri oleh masyarakat di rumah saat PPKM darurat. Terlebih lagi mungkin bisa menjadi ide untuk anda yang ingin membuka usaha.

"Pertama, siapkan bahan utama yaitu sawi putih utuh yang segar. Kemudian dipotong memanjang dan dicuci bersih dengan air matang. Selanjutnya gunakan garam dan ratakan pada seluruh bagian sawi. Pada bagian ini bisa didiamkan selama 3 sampai 4 jam hingga air pada sawi keluar dan ketika ditekuk sawi tidak patah. Setelah itu, sawi dicuci bersih dan dibilas dengan air matang", ujar Marcella.

Ia menambahkan, untuk selanjutnya bisa mererebus kelapa dan jamur shitake hingga berwarna coklat dan masukkan ke dalam campuran air dengan tepung maizena. Pastikan campuran air dan tepung maizena tidak menggumpal. Kemudian tambahkan gochugaru sebanyak 70 gram atau menyesuaikan. Jika tidak ada gochugaru, bisa menggunakan bubuk cabai. Supaya menimbulkan rasa kimchi tradisional jangan lupa tambahkan kecap ikan sebanyak 75 ml. Jangan lupa juga untuk menambahkan 15 siung bawang putih dan 1 ruas jahe. Sebagai bahan opsional, masyarakat bisa menambahkan wortel, daun bawang, lobak, dan sebagainya yang sudah dipotong memanjang seperti korek api. Setelah itu semua bahan dicampur hingga merata. Proses ini disebut dengan pembuatan bumbu gochujang.

Pada tahap ketiga, campurkan sawi yang telah disiapkan dengan bumbu gochujang dan lumuri hingga merata. Selanjutnya, masukkan kedalam wadah yang kedap udara. Gunakan wadah yang memiliki penutup atau pengunci rapat di bagian kedua atau keempat sisinya. Jika memiliki wadah yang tidak memiliki penutup maka bisa menggunakan alumunium foil dan plastic wrap sebagai penutup. Setelah itu letakkan wadah ini pada suhu ruang minimal 2 hari. Setelah terfermentasi, masukkan kimchi pada kulkas. Penyimpanan kimchi pada suhu dingin dapat memperlambat proses fermentasi sehingga rasanya tidak terlalu asam.

“Jika kimchi sudah timbul jamur seperti bintik atau titik hitam, biru atau hijau sebaiknya dibuang. Kimchi yang diolah dan disimpan dengan tepat biasanya bisa bertahan lama, tapi karena saya pecinta kimchi, 5 hari saja langsung habis. Kimchi ini bisa langsung dikonsumsi atau dihidangkan dengan mie maupun makanan lain, atau diolah lagi menjadi omelet dan nasi goreng kimchi,” terang mahasiswi yang mengidolakan aktor Park Seo-joon itu.

Dr. Gabriel Tirtawijaya, S.Pi., M.Si., M.Eng., Dosen Fakultas Teknobiologi UBAYA yang saat ini sedang menjalani Post-Doctoral di Seafood Research Center, Industry – Academic Cooperation Foundation (IACF) Silla University, Korea Selatan menyampaikan bahwa kimchi sering dikonsumsi warga Korea karena telah menjadi tradisi mereka sejak lama. Selain itu, warga Korea juga mempercayai jika kimchi memberi manfaat kesehatan bagi tubuh. Cita rasa yang ada pada kimchi pun sesuai dengan makanan harian mereka.

“Kimchi merupakan sayuran fermentasi yang mengandung multivitamin. Mulai dari vitamin A, B kompleks, dan C. Ditambah juga, mineral seperti kalsium, magnesium, kalium, dan zat besi. Serta adanya karotenoid yaitu beta-karoten dan lutein, serat pangan, dan bumbu fungsional seperti bawang putih dan jahe. Sebagai makanan fermentasi, kimchi merupakan alternatif probiotik non susu yang berperan sebagai pangan fungsional,” jelasnya.

Senyawa yang terkandung dalam kimchi seperti b-sitosterol, benzyl isothiocyanate, thiocyanate, polifenol, dan glukosinolat terbukti memelihara kesehatan pencernaan serta memiliki aktivitas antikanker, antiobesitas, antioksidan, dan meningkatkan imunitas. Menurutnya, sayuran yang umum difermentasikan adalah sawi putih (chinese cabbage; Brassica rapa pekinensis). Namun, dapat juga menggunakan sayuran lainnya seperti lobak, timun, atau sawi hijau.

“Tentunya jenis sayur yang berbeda memiliki komposisi nutrisi yang berbeda pula. Rasanya yang khas, asam dan pedas, menjadikan kimchi cocok sebagai makanan pendamping harian. Jadi kimchi baik dikonsumsi untuk memelihara dan menjaga kesehatan,” tutup Gabriel Tirtawijaya. Arl

Berita Terbaru

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Kickers harus mengubur ambisi meraih gelar juara Singa Cup 2026 kategori Girls U14. Meski mengoleksi sembilan poin dari tiga …

Disbudpar Jatim Gelar Business Matching Penguatan Desa Wisata di Sidoarjo

Disbudpar Jatim Gelar Business Matching Penguatan Desa Wisata di Sidoarjo

Sabtu, 07 Nov 2026 16:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 16:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim mendorong serta memperkuat pengembangan desa wisata di wilayah Kabupaten Sidoarjo dengan…

Akses KUR Dipermudah, DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Naik Kelas

Akses KUR Dipermudah, DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Naik Kelas

Sabtu, 07 Nov 2026 14:39 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 14:39 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Akses permodalan menjadi salah satu tantangan yang harus dijawab untuk mempercepat pertumbuhan usaha ekonomi kreatif, terutama bagi p…

Fraksi PDI perjuangan DPRD Jatim Singgung Majadigi, Aduan Rakyat Harus Tuntas

Fraksi PDI perjuangan DPRD Jatim Singgung Majadigi, Aduan Rakyat Harus Tuntas

Sabtu, 07 Nov 2026 10:20 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 10:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Aplikasi Majapahit Digital (Majadigi) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur didorong naik kelas menjadi platform…

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

SURABAYAPAGI COM, Lamongan – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memberangkatkan peserta ziarah Wali Songo, penerima voucher dalam rangkaian kegiatan Jalan Sehat H…

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

SurabayaPagi, Malang – Permukaan Waduk Karangkates di Kabupaten Malang, Jawa Timur, disiapkan menjadi sumber energi listrik bersih melalui pembangunan P…