IDI Surabaya Konsolidasi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Para tenaga medis kelelahan dengan banyaknya jumlah pasien covid-19 yang dirawat setiap harinya.
Para tenaga medis kelelahan dengan banyaknya jumlah pasien covid-19 yang dirawat setiap harinya.

i

Terkait Mahasiswa Kedokteran Semester Akhir Dijadikan Relawan Tangani Pasien Covid 19 di Sejumlah Rumah Sakit

 

 

Usulan IDI Surabaya Terkait Mahasiswa Kedokteran Semester Akhir Dijadikan Relawan Tangani Pasien Covid 19 di Sejumlah Rumah Sakit

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kasus peningkatan Covid-19 di Kota Surabaya, Kamis (15/7/2021) kemarin, yang dikeluarkan Info Covid-19 Pemprov Jatim, sudah mencapai angka 30.211 kasus positif. Pasalnya, dalam sehari, Kamis kemarin, untuk pasien yang positif, Surabaya bertambah 1.778 kasus. Padahal, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat sudah berjalan dua minggu. Dari data angka 30 ribu kasus di Surabaya, ternyata sudah 270 tenaga medis yang terpapar positif virus Corona. Melihat kondisi itu, beberapa asosiasi kesehatan mulai dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Surabaya, Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi) berkonsolidasi dengan Pemerintah Kota Surabaya agar disiapkan sejumlah relawan tenaga medis. Apalagi lonjakan harian terus meningkat, sehingga beberapa rumah sakit kewalahan.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya, dr Brahmana Askandar SpOG (K) Onk, memaparkan bahwa 270 tenaga medis itu seluruhnya dokter. "Itu semua dokter, karena data di kita, yakni dokter. Belum yang lainnya," kata dr Brahmana kepada Surabaya Pagi, Kamis (15/7/2021).

Ketua IDI Surabaya itu menjelaskan dari 270 dokter yang terpapar Covid-19 itu, diantaranya 211 orang menjalani isolasi mandiri dan 59 lainnya dirawat di rumah sakit.

Dengan kondisi seperti ini, yakni melonjaknya pasien Covid-19 harian, dia mengakui butuh beberapa tenaga medis untuk menangani pasien. Belum lagi, sejumlah Rumah Sakit di Surabaya sudah mengakui kalau kewalahan. Untuk itu, lanjut dia, IDI Surabaya akan konsolidasi dengan beberapa pihak termasuk Pemkot Surabaya agar bisa menambah relawan medis untuk 'berperang' melawan virus Corona ini.

Konsolidasi itu dilakukan dalam rapat koordinasi daring dengan Pemkot Surabaya bersama IDI, PPNI, BPOM, Persi yang sedang pembahasan darurat tenaga medis di kota Surabaya.

 

Wawali Siap Realisasikan

Wakil Wali Kota Surabaya Armuji pun kini sedang menyiapkan dan sedang mengkaji untuk merekrut tenaga medis yang diperbantukan di beberapa rumah sakit. "Kami menangkap usulan dari masukan IDI, untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan diantaranya menyiapkan relawan yang direkrut dari mahasiswa semester akhir Fakultas Kedokteran atau STIKES,” kata Cak Ji, Kamis (15/7/2021).

Saat ini Pemerintah Kota Surabaya telah mengoptimalkan pelayanan di 64 Puskesmas hingga 24 jam untuk melayani Pasien yang isolasi mandiri atau warga dengan gejala Covid-19. "Jadi harapannya nanti Relawan kesehatan akan dapat membantu pelayanan di puskesmas - puskesmas, tentunya kita (Pemkot) akan berkonsultasi dengan kementerian kesehatan, Fakultas Kedokteran dan STIKES yang ada di kota Surabaya,” imbuhnya.

Dirinya juga menegaskan dalam situasi darurat pemerintah dituntut untuk mengambil langkah cepat untuk menjamin keselamatan warganya. "Sekarang kita harus ambil terobosan hindari administrasi njelimet dan birokratis , seperti Obat atau Vaksin bisa dikeluarkan ijin edar darurat jadi rekrutmen relawan kesehatan harusnya bisa juga di situasi pandemi ini,” pungkas Wawali Surabaya.

 

Mahasiswa Kesehatan Siap jadi Relawan

Sementara, beberapa mahasiswa tingkat akhir dan beberapa dokter muda dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yang dihubungi Surabaya Pagi, Kamis (15/7/2021), mengaku siap menjadi relawan bila dibutuhkan.

Alasan mereka karena ingin membantu meringankan para dokter senior yang saat ini sedang berjibaku. "Pastinya aku siap (jadi relawan). Selama diperbolehkan dan pihak kampus sedang mencari. Jadi aku pasti siap berangkat," ujar Nana, 22 tahun, sebut saja begitu, salah satu lulusan Fakultas Kedokteran Unair yang saat ini sedang menjalani pendidikan dokter muda (DM), kepada Surabaya Pagi.

Sebetulnya, lanjut Nana, untuk mahasiswa tingkat akhir atau DM sendiri, masih belum diperbolehkan menangani pasien. "Tetapi sekali lagi, kalau secara legal, sudah dibolehkan, yah kita siap saja. Banyak teman-teman yang ingin membantu tetapi terbentur masalah legal tidaknya," lanjutnya.

Senada juga diungkapkan Zeezee, sebut saja begitu, 20 tahun, mahasiswi tingkat akhir di FK Unair. Dirinya siap membantu untuk menangani pandemi Covid-19. "Meski masih studi, kalau diperlukan saya siap saja mas. Asalkan benar-benar dibolehkan," jawab Zeezee.

Menurut Nana dan Zeezee, sejatinya, para tenaga medis, khususnya dokter, menurut aturan di FK Unair, yang boleh menangani pasien Covid-19 yakni mahasiswa yang telah lulus dan mendapat sertifikat dokter alias berpraktik dokter umum. Selain beberapa dokter yang sedang mengambil spesialis melalui Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). alq/rm/cr2/rmc

Berita Terbaru

PLN UP3 Ponorogo Luncurkan Program EVplore di Museum dan Galeri SBY-Ani

PLN UP3 Ponorogo Luncurkan Program EVplore di Museum dan Galeri SBY-Ani

Jumat, 07 Agu 2026 19:38 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 19:38 WIB

SurabayaPagi, Pacitan – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur melalui Unit P…

Bangun Sinergi dengan PCNU, Kapolres Lamongan Shalat Ashar Berjamaah Bersama Pengurus

Bangun Sinergi dengan PCNU, Kapolres Lamongan Shalat Ashar Berjamaah Bersama Pengurus

Jumat, 07 Agu 2026 17:58 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 17:58 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Kapolres Lamongan yang baru AKBP Adhytiawarman Gautama Putra P.hD menyempatkan diri melaksanakan shalat Ashar berjamaah, bersama j…

Sinergitas Polres Blitar dan Media Demi Kamtibmas yang Kondusif

Sinergitas Polres Blitar dan Media Demi Kamtibmas yang Kondusif

Jumat, 07 Agu 2026 17:08 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 17:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar – Kapolres Blitar AKBP Ardy Zuul Hasbih Nasution, S.I.K., M.H., bertatap muka dengan awak media di Blitar Raya pagi tadi di ruang Lo…

Sidang Maidi: Terdakwa Tak Bantah Kesaksian ATM hingga Transfer Jutaan Rupiah

Sidang Maidi: Terdakwa Tak Bantah Kesaksian ATM hingga Transfer Jutaan Rupiah

Jumat, 07 Agu 2026 17:08 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 17:08 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Terdakwa Maidi tidak membantah keterangan saksi Siti Ulfasyah terkait pemberian ATM serta transfer uang Rp3 juta hingga Rp10 juta p…

Diancam akan Dibunuh, Korban Dugaan Penganiayaan Kades Kunti Ponorogo Minta Perlindungan Polisi

Diancam akan Dibunuh, Korban Dugaan Penganiayaan Kades Kunti Ponorogo Minta Perlindungan Polisi

Jumat, 07 Agu 2026 17:05 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 17:05 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo— Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan oknum Kepala Desa Kunti, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, terus bergulir. Kali Korban b…

Ponorogo Luncurkan Logo Hari Jadi Ke-530, Usung Simbol Persatuan 

Ponorogo Luncurkan Logo Hari Jadi Ke-530, Usung Simbol Persatuan 

Jumat, 07 Agu 2026 17:02 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 17:02 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo meluncurkan logo resmi Hari Jadi Kabupaten Ponorogo ke-530 yang mengusung tema “Kidung Aruna K…