Muncul Virus Mematikan Marburg yang Mirip Ebola

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Organisasi Kesehatan Dunia WHO. SP/ SBY
Organisasi Kesehatan Dunia WHO. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Otoritas kesehatan Guinea mengonfirmasi kasus pertama infeksi mematikan virus Marburg di Afrika Barat. Penyakit yang ditandai dengan gejala demam berdarah ini sangat menular, mirip Ebola.

"Potensi virus Marburg untuk menyebar jauh dan luas berarti kita harus menghentikannya," kata Direktur Regional WHO untuk Afrika Matshidiso Moeti, Rabu (11/8/2021).

Organisasi Kesehatan Dunia WHO menyebut, satu kasus pertama infeksi virus Marburg pertama di Afrika barat terkonfirmasi di Gueckedou, Guinea. Wilayah ini adalah asal muasal wabah Ebola tahun 2014-2016, yang tercatat sebagai wabah terburuk dalam sejarah. Wilayah ini juga sempat mengalami kebangkitan wabah Ebola meski cuma berlangsung singkat.

Juru bicara WHO Fadela Chaib mengatakan kasus tersebut merupakan yang pertama terjadi di Afrika Barat, kawasan yang pernah diselimuti wabah Ebola yang mengerikan antara tahun 2014-2016 dan menewaskan sedikitnya 11.325 orang.

"Ini adalah pertama kalinya Marburg, penyakit yang sangat menular yang menyebabkan demam berdarah, telah diidentifikasi di negara itu, dan di Afrika Barat," tambahnya.

Kepala perwakilan WHO di Guinea, Georges Ki-Zerbo, mengatakan virus Marburg bersirkulasi di hewan, khususnya kelelawar, di wilayah selatan Guinea yang berbatasan dengan Sierra Leone dan Liberia.

Interaksi yang erat dengan manusia menyebabkan penularan dari hewan terjadi di wilayah tersebut. Perburuan hewan liar untuk dikonsumsi termasuk di antaranya.

"Belum diketahui ada kasus kedua. Telah dilakukan pelacakan kontak, dan 155 orang kini dalam pengamatan selama tiga pekan," kata Ki-Zerbo, Rabu (11/8/2021).

Marburg maupun Ebola berkaitan erat dan bisa menular antar manusia melalui kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh lain. Guinea dinyatakan bebas Ebola 2 bulan lalu setelah muncul wabah yang menewaskan 12 orang.

Tingkat kematian Marburg bervariasi antara 24 persen hingga 88 persen. Menurut Ki-Zerbo, Guinea saat ini lebih siap menangani wabah dibanding saat Ebola menyerang tahun 2014.

Temuan kasus Marburg di sisi lain juga mengindikasikan kemampuan mendeteksi infeksi yang lebih baik. Virus Marburg jatuh ke dalam keluarga yang sama dengan virus yang menyebabkan Ebola, penyakit mematikan dan sangat menular lainnya.

Sebagai informasi, penemuan kasus infeksi virus Marburg di Guinea terjadi hanya dua bulan setelah WHO mengumumkan berakhirnya wabah Ebola kedua di negara itu yang dimulai tahun lalu dan merenggut 12 nyawa. Dsy9

Berita Terbaru

Dalam Satu Kwartal 1 Tercatat 20 Insident di Perlintasan Sebidang di Daop 7 Madiun

Dalam Satu Kwartal 1 Tercatat 20 Insident di Perlintasan Sebidang di Daop 7 Madiun

Sabtu, 02 Mei 2026 17:23 WIB

Sabtu, 02 Mei 2026 17:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Berbagai insiden yang terjadi di perlintasan sebidang akhir akhir ini terus menjadi sorotan serius bagi masyarakat dan seluruh…

Program Perintis Masih Jadi Andalan dalam Peningkatan Kualitas dan Akses Pendidikan di Lamongan

Program Perintis Masih Jadi Andalan dalam Peningkatan Kualitas dan Akses Pendidikan di Lamongan

Sabtu, 02 Mei 2026 17:17 WIB

Sabtu, 02 Mei 2026 17:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Program beasiswa Pendidikan Terintegrasi dan Gratis (Perintis), hingga Gerakan Aksi Bersama Integrasi Penuntasan Anak Tidak…

Gercep Cegah Korupsi, KPK Acungi Jempol Kinerja Walikota Ning Ita

Gercep Cegah Korupsi, KPK Acungi Jempol Kinerja Walikota Ning Ita

Sabtu, 02 Mei 2026 16:40 WIB

Sabtu, 02 Mei 2026 16:40 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi kinerja Pemerintah Kota Mojokerto dalam menindaklanjuti upaya pencegahan …

Peringati Mayday, Bupati Lamongan Perkuat Komitmen Kesejahteraan Pekerja

Peringati Mayday, Bupati Lamongan Perkuat Komitmen Kesejahteraan Pekerja

Sabtu, 02 Mei 2026 09:56 WIB

Sabtu, 02 Mei 2026 09:56 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Selalu perkuat komitmen kesejahteraan bagi para pekerja, menjadi upaya skala prioritas Pemerintah Daerah Kabupaten Lamongan, dalam…

Dorong Tata Kelola Pengadaan yang Transparan dan Berintegritas, PLN UIT JBM Perkuat Kolaborasi Mitra Kerja

Dorong Tata Kelola Pengadaan yang Transparan dan Berintegritas, PLN UIT JBM Perkuat Kolaborasi Mitra Kerja

Jumat, 01 Mei 2026 20:40 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 20:40 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Dalam upaya memperkuat sinergi dan meningkatkan kualitas tata kelola pengadaan, PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali…

Khofifah Perkuat Komitmen di May Day 2026, Hadirkan Kebijakan Nyata untuk Kesejahteraan Buruh

Khofifah Perkuat Komitmen di May Day 2026, Hadirkan Kebijakan Nyata untuk Kesejahteraan Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 20:34 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 20:34 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 dengan menggelar syukuran bersama ribuan pekerja d…