SURABAYAPAGI, Sidoarjo - Ratusan kilogram sampah plastik telah berhasil dibersihkan oleh Relawan Sungai Nusantara, di Sidoarjo, Jawa Timur. Setidaknya, ada sekitar 500 kilogram sampah plastik yang terkumpul di Kali Porong, Sidoarjo dalam kurun waktu sekitar 7 hari.
“Namun, jumlah itu tidak seluruhnya lantaran masih ada aneka sampah lain yang harus dibersihkan” jelas Direktur Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton), Prigi Arisandi, kemarin.
Lebih lanjut, kata Prigi Arisandi, selain menyasar Kali Porong pihaknya juga hendak melakukan operasi plastik serupa di 4 sungai selama Oktober 2021.
Prigi menjelaskan, dalam sepekan ini, pihaknya hendak melakukan operasi plastik di 1 sungai. Kegiatan yang dilakukan mulai melakukan brand audit atau mengidentifikasi jenis brand, indentifikasi lokasi timbunan, sampai kegiatan pembersihan sampah.
Setelah Kali Porong, pihaknya akan menyasar kegiatan ke beberapa sungai lainnya, diantaranya Sungai di Pasuruan, Bengawan Solo, Kali Marmoyo di Mojokerto hingga Jombang.
Sementara itu, Koordinator Operasi Plastik, Kholid Basyaidan menuturkan, sampah plastik yang tertahan di sejumlah pohon tepatnya di pinggiran Kali Porong mayoritas didominasi tak kresek. Ia memperkirakan, setidaknya 85 persen merupakan jenis kresek tidak bermerek, sedangkan 15 persen sampah plastik bermerek.
"(Sampah plastik) paling sering ditemukan di sepanjang Kali Porong,” ujar Kholid dalam keterangan tertulis, Minggu (3/10/2021).
Kholid menyebutkan, sampah bermerek yang kerap ditemui merupakan jenis packaging bubuk pencuci pakaian dan mie instan. Lalu, ada pula botol minuman dan bungkus snack.
Maka dari itu, ia menilai beberapa produsen yang menghasilkan sampah plastik mempunyai kewajiban atau tanggung jawab dalam membersihkan beragam jenis sampah yang membelit. Bahkan menghambat laju air sungai.
Data dari World Bank memperkirakan, dunia menghasilkan sampah plastik hingga 1,3 miliar ton per tahun. Mirisnya, jumlah itu diperkirakan akan terus bertambah sampai 2,2 miliar ton di tahun 2025 mendatang.
Sampah plastik yang kian bertambah dari tahun ke tahun akan menjadi masalah. Sehingga, harus dituntaskan dengan kolaborasi yang baik dari sejumlah pihak.
Sebab, penyebaran sampah plastik yang tak tertangani dengan baik dari hulu hingga hilir lambat laun akan merusak beragam habitat. Pun dengan kualitas udara dan ekosistem yang ada di bumi.sb4/na
Editor : Mariana Setiawati