Dampak Covid, Kemiskinan Ekstrem Mulai Ditangani

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memberikan peralatan buku kepada anak-anak di Sumurgenuk. SP/MUHAJIRIN KASRUN
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memberikan peralatan buku kepada anak-anak di Sumurgenuk. SP/MUHAJIRIN KASRUN

i

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Dampak yang ditimbulkan karena pandemi covid memang cukup terasa di semua lini. Yang paling terasa adalah dampak yang dirasakan oleh masyarakat yang hidupnya selama ini masih kekurangan, sehingga pandemi ini membuat yang miskin semakin miskin, bahkan pemerintah mengkategorikan sebagai kemiskinan ekstrem.

Lamongan salah satu daerah di Jawa Timur sebagai daerah yang masuk dalam penanganan kemiskinan ekstrem. Dan pada Selasa (19/10/2021) penanganan kemiskinan ekstrem mulai dilakukan oleh Pemerintah Provinsi dan Kabupaten, seiring dengan kunjungan yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur di Desa Sumurgenuk Kecamatan Babat, Lamongan.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, di Jawa Timur level 1 PPKM terus bertambah, meski demikian penerapan protokol kesehatan harus tetap dilakukan, seperti dirinya ketika berkunjung ke Desa Sumurgenuk yang masuk peta desil 1 TNP2K. "Meski covid sedang landai kita tidak boleh lengah, prokes tetap harus dilakukan, dan saat ini kami datang kepingin tahu langsung bagaimana kemiskinan ekstrem di Lamongan," terangnya.

Menurut Khofifah, hal ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi kemiskinan ekstrem di Kabupaten Lamongan sehingga dapat diketahui intervensi apa yang dilakukan baik oleh pemerintah Provinsi maupun Kabupaten sehingga target Pemerintah Pusat di akhir Desember 2021 ini untuk menuntaskan kemiskinan ekstrim pada pilot project Penuntasan Kemiskinan Ekstrem di Indonesia tercapai.

“Saya datang bersama Tim untuk melihat langsung dan mendengar langsung apa yang dibutuhkan untuk menuntaskan kemiskinan ekstrim di Kabupaten Lamongan. Data yang ada mari disinkronkan, mari dikonsolidasikan sehingga kita tahu intervensi apa yang bisa dilakukan bersama oleh Pemerintah Provinsi maupun Pemkab,” ungkap Khofifah.

Khofifah mencontohkan jika dari hasil konsolidasi terdapat Rumah Tidak Layak Huni maka Pemerintah Provinsi akan melakukan sentuhan di sana agar menjadi layak huni, sedangkan Pemerintah Kabupaten melakukan intervensi di bidang lain sehingga saling mengungkit.

“Pemerintah Provinsi sudah menyiapkan segalanya, mari kita semua bersinergi menuntaskan kemiskinan ekstrim di Jawa Timur,” harap Khofifah.

Bupati Yuhronur Efendi yang dalam kesempatan tersebut menyambut baik upaya Pemerintah Provinsi, bagai gayung bersambut Beliau bersama jajarannya siap melakukan konsolidasi data bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menginventarisir kebutuhan penuntasan kemiskinan ekstrim di Kabupaten Lamongan.

Sampai dengan saat ini menurut Bupati Home Care Service menjadi salah satu program unggulan pengentasan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Lamongan yang merupakan program gropyokan lintas OPD .

“Tim Home Care Service (HCS) Kabupaten Lamongan mengintervensi masalah keluarga rawan atau rentan memiliki resiko tinggi terhadap permasalahan di bidang Kesehatan, sosial maupun ekonomi di Kabupaten Lamongan. Melalui HCS diharapkan mampu menurunkan beban pengeluaran, meningkatkan pendapatan masyarakat dan meminimalkan wilayah kantong kemiskinan,” ungkapnya.

Pilot Project Penuntasan Kemiskinan Ekstrem di Indonesia dilaksanakan di tujuh provinsi salah satunya yakni Provinsi Jawa Timur dengan mengambil 5 desa di lima kecamatan di lima kabupaten tiap provinsinya. Sehingga di Provinsi Jawa Timur sendiri terdapat 125 desa yang menurut peta TNP2K masuk dalam desil 1 kemiskinan ekstrem. jir

Berita Terbaru

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Upaya serius mengatasi persoalan sampah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui p…

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global melalui…

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Sejarah Perang Dunia II, Indonesia Tidak Terlibat Langsung Perang tapi Tetap Terdampak   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang …

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Sidang Praperadilannya Dikawal Puluhan Banser. KPK tak Hadir, Ditunda 3 Maret      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gu…

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) heran dengan harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia (HP) lebih murah daripada…

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mitigasi potensi risiko korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, mulai dibahas Tim…