Gelar Festival Simfoni Rupiah 2022, BI Sosialisasikan Transaksi Digital dan Uang Emisi Baru

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SurabayaPagi, Surabaya - Puluhan warga antusias menyerbu stand penukaran uang baru Tahun Emisi 2022 dalam acara Festival Simfoni Rupiah 2022 di Atrium Tunjungan Plaza 6 Surabaya, Jumat (26/8/2022).

Acara tersebut sebelumny dibuka oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung, Kepala BI se-Jawa, Sekdaprov Jatim Adhi Karyono dan anggota DPR RI Komisi XI Indah Kurnia.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung secara khusus melakukan sosialisasi kebijakan sistem pembayaran terbaru kepada masyarakat baik tunai maupun non tunai. Termasuk sosialisasi uang baru mulai pecahan Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, Rp20.000, Rp50.000 dan Rp10.000.

"Uang lama masih tetap berlaku," kata Juda.

Pembeda uang baru dan uang lama tersebut terletak pada ukuran. Menurut Juda, ukuran baru ini berfungsi untuk memudahkan tunanetra memilah pecahan sesuai nominal serta sejumlah penanda pada bagian sisi tertentu.

Uang baru juga memiliki warna berbeda serta lebih aman karena tidak dapat dipalsukan dengan bahan lebih kuat sehingga tidak mudah lusuh.

"BI terus berupaya memperbaiki uang supaya tidak mudah dipalsukan," tandasnya seraya mengimbau masyarakat untuk menukar uang lama ke uang baru di gerai Bank Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Juda juga terus menggalakkan dan mendorong penggunaan uang non tunai melalui implementasi QRIS dan BI-FAST sebagai infrastruktur sistem pembayaran ritel nasional yang dapat memfasilitasi pembayaran ritel secara real-time, aman, efisien setiap waktu.

“Seperti di UMKM itu (QRIS) sudah mencapai 97 persen. Selanjutnya di mall. Karena masih jarang orang gunakan QRIS di mall sehingga BI sudah menaikkan batas limit QRIS menjadi 10 juta. Kedepan ditambah feature seperti dapat digunakan ke negara lain. Thailand dan Singapura, antar negara atau cross border. Termasuk feature transfer tarik dan setor akan dilaunching pada akhir tahun,” ujar Juda Agung.

Menurutnya, melalui TTS (transfer tarik dan setor) memperluas cakupan digitalisasi hingga pasar tradisional, UMKM dan mall, termasuk untuk layanan pemda, kepolisian dan parkir. Ia juga menyampaikan tentang perkembangan BI FAST saat ini.

“BI FAST, non tunai untuk pembayaran cepat digital, 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Di Amerika saja kalau kita transfer bank A ke bank B perlu waktu tiga hari dengan biaya 3,8 dolar. Dengan BI Fast, 3 detik sudah sampai. Biaya nya hanya Rp. 2.500 sekitar 15-20 sen. Saat ini transaksi BI Fast sejak di launching di akhir 2021 sudah 200 juta kali transaksi. Dulu biaya online 6.500 atau hemat 4.000 rupiah dengan efisiensi transaksi ekonomi sekitar 800 Miliar. BI saat ini sedang mengkaji uang rupiah digital (central bank digital currency) atau rupiah digital. Pada akhir atau awal tahun depan konsepnya akan kita publikasi,” pungkasnya.

Senada, Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Jatim Budi Hanoto mengatakan bahwa situasi pandemi telah membuat masyarakat semakin berperilaku digital.

Budi menjelaskan, bahwa sesuai dengan presidensi G20, transformasi digital menjadi satu dari tiga agenda G20 untuk meningkatkan inklusi keuangan, terutama bagi unit usaha seperti UMKM.

Sejalan dengan hal itu, lanjutnya, BI telah melakukan berbagai inisiatif sebagai implementasi ‘blue print’ sistem pembayaran BI di tahun 2025, dalam bentuk aksi kolaboratif dan juga inklusif dan reposisi peran BI untuk menjaga keseimbangan dan inovasi digital yang semakin berkembang dengan berbagai potensi risiko.

“Potensi digitalisasi di Jatim dapat terlihat dari pertumbuhan merchant yang terus menunjukkan tren peningkatan. Sampai saat ini terdapat 2,12 juta merchant yang sudah menggunakan QR Code Indonesian Standard (QRIS), dimana 97 persennya adalah merchant UMKM. Peningkatan penggunaan QRIS di Jatim mencapai 3,23 juta dengan nilai transaksi sebesar Rp. 530 miliar yang tumbuh secara tahunannya itu sekitar 197 persen. Selamat untuk mitra kerja perbankan dan merchant," kata Budi Hanoto.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono yang turut hadir di acara yang sama menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Jatim secara nasional mencapai 5,44 persen (yoy). Menurutnya, posisi Jatim mencapai 5,74 persen atau tertinggi di pulau Jawa dengan kontribusi mencapai 13,4 persen untuk PDRB dan 25 persen untuk pulau Jawa.

“Sektor lapangan usaha dan supply side, pertumbuhan ekonomi Jatim triwulan II, industri pengolahan berkontribusi 30,31 persen. Sektor perdagangan 18,42 persen, pertanian 11,05 persen dan investasi naik 69 persen dari rata-rata nasional 34 persen. Pertumbuhan rekening pelajar tahun 2019 – 2021 naik 5 persen. Indek inklusi keuangan Jatim menjadi 90 persen. Saat ini ada 5,96 juta rekening pelajar di Jatim. Triwulan I 2022 uang yang masuk dan keluar di Jatim mencapai Rp. 7,28 Triliun,” kata Adhy Karyono.

Pada saat ini menurutnya, masyarakat cenderung menyimpan uang di bank yang meningkat 4,37 persen untuk tabungan. Sementara tingkat penggunaan kartu kredit dengan ATM juga meningkat 67, 91 persen atau Rp246,13 triliun.

Festival Simfoni Rupiah 2022 diisi dengan berbagai acara, seperti roadshow sosialisasi BI Fast, webinar tentang perlindungan konsumen dan program cinta dan bangga rupiah, counter perbankan, booth penukaran uang rupiah tahun emisi baru, pojok kopi dan lomba. by

Tag :

Berita Terbaru

Gegara Hama Ulat Hitam, Petani Bawang Merah di Nganjuk Alami Gagal Panen

Gegara Hama Ulat Hitam, Petani Bawang Merah di Nganjuk Alami Gagal Panen

Senin, 27 Jul 2026 14:48 WIB

Senin, 27 Jul 2026 14:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Nganjuk - Diserang hama ulat hitam, sejumlah petani di wilayah Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk bawang merah mengalami gagal panen.…

Belasan Rumah di Banyuwangi Diterjang Puting Beliung, Kerugian Capai Rp25 Juta

Belasan Rumah di Banyuwangi Diterjang Puting Beliung, Kerugian Capai Rp25 Juta

Senin, 27 Jul 2026 14:41 WIB

Senin, 27 Jul 2026 14:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Baru-baru ini sebanyak belasan rumah di Dusun Ngadirejo, Desa Bulurejo, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi diterjang angin puting…

Primadona Masyarakat, Warkop Jadi Salah Satu Pendorong Ekonomi Mikro

Primadona Masyarakat, Warkop Jadi Salah Satu Pendorong Ekonomi Mikro

Senin, 27 Jul 2026 14:30 WIB

Senin, 27 Jul 2026 14:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Surabaya Menjadi salah satu kota dengan sebutan seribu warung kopi atau yang sering di kenal warkop. Usaha ini sangat banyak di…

KADIN Lamongan Resmi Dilantik, Diminta Fokus Tingkatkan SDM dengan Program Vokasi dan Kurasi

KADIN Lamongan Resmi Dilantik, Diminta Fokus Tingkatkan SDM dengan Program Vokasi dan Kurasi

Senin, 27 Jul 2026 14:27 WIB

Senin, 27 Jul 2026 14:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan -  Kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Lamongan resmi dilantik untuk masa bakti 2026–2031 di Pendopo Lokatantra …

Diduga Dipicu Cuaca Ekstrem, Ribuan Ikan di Ranu Klakah Lumajang Mati Massal

Diduga Dipicu Cuaca Ekstrem, Ribuan Ikan di Ranu Klakah Lumajang Mati Massal

Senin, 27 Jul 2026 14:10 WIB

Senin, 27 Jul 2026 14:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Diduga dipicu cuaca ekstrem membuat ribuan ikan ditemukan mati di Danau Ranu Klakah, Desa Tegal Randu, Kecamatan Klakah, Kabupaten…

Atasi Masalah Sampah, Situbondo Siapkan Pembangunan TPS Kawasan Pesisir

Atasi Masalah Sampah, Situbondo Siapkan Pembangunan TPS Kawasan Pesisir

Senin, 27 Jul 2026 13:55 WIB

Senin, 27 Jul 2026 13:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Sebagai upaya mengatasi sampah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, tengah mempersiapkan anggaran untuk membangun tempat…