SurabayaPagi, Surabaya - Dunia teknologi informasi memang menyediakan kesempatan besar untuk mengembangkan diri tak terkecuali membesarkan usaha yang dimiliki pelaku UMKM. Namun tak sedikit dari mereka yang merasa kesulitan mengakses sarana bisnis digital seperti e-commerce.
Menyikapi hal tersebut, tim pengabdian masyarakat (abmas) Institut Teknoogi Sepuluh Nopember (ITS) yang diketuai oleh Sayatman, S.Sn, M.Si, selaku dosen Departemen Desain Komunikasi Visual bersama anggota timnya mengembangkan website e-commerce sebagai media promosi dan perluasan pemasaran produk UMKM.
Upaya ini merupakan bentuk pengabdian abmas ITS untuk membantu pelaku UMKM agar bisa berkembang dan meningkatkan perekonomian usaha mikro kecil dan menengah, yang sering disebut sektor ekonomi tahan banting.
“Ini merupakan tindak lanjut dari abmas sebelumnya, setelah berhasil membantu kembangkan desain kemasannya, kali ini kami mencoba bantu dari sisi tools untuk pemasarannya," kata Sayatman. Minggu (23/10/2022).
Wujud produk dari bentuk pengabdian masyarakat oleh abmas ITS ini antara lain berupa desain website e-commerce mitra yang menjadi wadah promosi dan penjualan UMKM.
"Harapannya Website e-commerce ini selanjutnya dapat dimanfaatkan oleh UMKM untuk melakukan promosi dan pemasaran produknya secara mandiri sehingga produk UMKM bisa mengakses pasar yang lebih luas," tambah Sayatman.
Program ini selaras dengan peta jalan (roadmap) Pusat Kajian Potensi Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat (PDPM) ITS dalam upaya membantu pemberdayaan UMKM melalui pengembangan teknologi, branding dan jejaring untuk perluasan pemasarannya.
Ihwal pembuatan website yang digagas tim abmas ITS karena melihat permasalahan secara umum penggunaan internet dan e-commerce ini masih kurang optimal pemanfaatannya, termasuk oleh mitra abmas saat ini.
"Hal ini sangat dimungkinkan selain masalah SDM juga karena minimnya pemahaman mengenai literasi digital dan potensi teknologi internet dan e-commerce untuk pengembangan usaha. Padahal banyak kemudahan dan manfaat dari penggunaan teknologi internet dan website e-commerce ini untuk menunjang promosi dan penjualan produknya," terangnya.
Sayatman memberikan contoh mitra abmas ITS seperti Fitria Snack yang memproduksi makanan kemasan atau siap saji berupa camilan Almond and Cheese Crispy dengan merek dagang Ta-Kei.
Berawal dari usaha pembuatan kue basah yang sederhana, Fitria snack mencoba usaha baru yang harapannya dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar tempat tinggalnya, khususnya rumah tangga dan bercita-cita menjadi industri makanan yang mampu menghasilkan produk berkualitas.
"Saat ini pemasaran produknya lebih banyak dilakukan door to door melalui jaringan pertemanan dan media-media sosial, dan beberapa diantaranya ia titipkan di market place. Sementara ini Website e-commerce nya belum sempat digarap karena kesibukan dan tidak adanya SDM nya. Oleh karenanya ia berharap ada yang membantu membuat Website e-commerce nya untuk peningkatan promosi dan perluasan pasar bagi produknya," ujarnya.
Mitra UMKM tersebut saat ini ingin mengembangkan pemasaran produknya secara lebih luas. Namun berdasarkan diskusi dengan pemilik Fitria Snack dapat disimpulkan bahwa pemasaran secara konvensional masih dirasakan kurang optimal untuk saat ini.
“Kami harus bersaing dengan produk yang menggunakan sistem pemasaran online," terang Agus selaku pemlik Fitria Snack.
Kondisi ini akhirnya memaksanya untuk segera menyesuaikan model bisnisnya mengikuti perkembangan teknologi, yakni dengan memanfaatkan internet dan media online. Dan saat ini mereka ingin mengembangkan pemasaran produknya melalui internet dan media digital. By
Editor : Redaksi