India Berpotensi Salip China Jadi Mitra Dagang Utama RI

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Foto ilustrasi. Foto: MNC Media.
Foto ilustrasi. Foto: MNC Media.

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai India berpeluang menyalip China untuk menjadi mitra dagang utama Indonesia.

Peneliti CIPS Hasran mengungkapkan, baik China dan India merupakan tujuan ekspor utama Indonesia untuk komoditas bahan bakar mineral, seperti batu bara, minyak nabati seperti CPO dan turunannya, serta produk besi dan baja.

“Berdasarkan pengalaman, komoditas-komoditas tersebut, apabila ekspor ke China melambat, maka pangsa pasar bisa dialihkan ke India, dan begitu juga sebaliknya,” kata Hasran, Minggu (11/12/2022).

Ia melanjutkan bahwa terdapat perbedaan tren ekspor non migas Indonesia ke kedua negara. Ekspor non-migas Indonesia ke China selalu mengalami peningkatan tiap tahunnya. Sedangkan ekspor ke India mengalami penurunan tiap tahunnya kecuali tahun 2021.

Ada beberapa hal yang berpotensi membuat ekspor Indonesia ke India meningkat. Pertama, laju pertumbuhan penduduk India yang cepat kemungkinan besar akan meningkatkan industrialisasi sebagai sektor penyerap tenaga kerja selain jasa.

Jika industrialisasi tumbuh secara masif di India, maka akan terjadi peningkatan pada permintaan batu bara sebagai sumber energi. Di sisi lain, China akan beralih ke energi terbarukan sehingga ekspor batu bara akan berkurang ke China.

"Kedua yaitu seiring dengan pertumbuhan pada sektor industri, keterlibatan dalam global value chain (GVC) juga akan semakin besar. Ini akan menambah peluang Indonesia meningkatkan ekspor ke India untuk bahan baku industri, seperti besi, baja, biji aluminium dan juga nikel," terangnya.

Selain itu, meningkatnya konsumsi dalam negeri mereka akan mendorong adanya peningkatan jumlah bahan baku yang dibutuhkan untuk industri makanan dan minuman. Dalam hal ini, Indonesia dapat meningkatkan ekspor CPO atau crude palm oil sebagai bahan baku utama industri makanan minuman mereka.

Hasran mengatakan, saat ini perekonomian India ditopang kuat oleh sektor jasa, terutama teknologi digital. Tumbuhnya perekonomian mengharuskan keterlibatan yang lebih tinggi dalam GVC, terutama pada sektor manufaktur berteknologi tinggi. Namun, ada beberapa komoditas ekspor Indonesia yang hanya unggul di India, seperti alkohol, fenol, fenol-alkohol, dan halogenasi seperti karet alam serta pupuk.

Sementara produk ekspor Indonesia yang hanya unggul di China termasuk di dalamnya briket, lignit dan gambut dan biji aluminium; semen; gas alam dan produk kertas.

Kendati demikian, China masih akan menjadi mitra dagang utama Indonesia, walaupun mereka sedang mengalami pelambatan ekonomi.

Perlambatan ekonomi China hanya akan berlangsung dalam jangka pendek. Setelah Pemerintah China melonggarkan kebijakan Covid-19, maka perekonomiannya akan kembali pulih.

Penyebab selanjutnya adalah perdagangan Indonesia dan China akan semakin intens dengan adanya Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Blok perdagangan ini memungkinkan negara anggotanya, termasuk Indonesia dan China, untuk melakukan perdagangan barang, jasa, dan investasi dengan tarif yang rendah dan prosedur perdagangan yang sederhana.

“Diversifikasi merupakan langkah yang baik untuk meminimalkan dampak kondisi ekonomi negara lain terhadap Indonesia,” pungkasnya. jk

Berita Terbaru

Tingkatkan Produksi Sapi, Pemkab Situbondo Gelar Bimtek Libatkan Akademisi

Tingkatkan Produksi Sapi, Pemkab Situbondo Gelar Bimtek Libatkan Akademisi

Kamis, 15 Okt 2026 12:19 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 12:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Guna meningkatkan produksi sapi di daerah setempat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, menggelar bimbingan teknis (bimtek)…

Temukan Dugaan Pelanggaran, Wali Kota Surabaya Perketat Pengawasan Parkir

Temukan Dugaan Pelanggaran, Wali Kota Surabaya Perketat Pengawasan Parkir

Kamis, 15 Okt 2026 12:11 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 12:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti setelah adanya laporan warga terkait dugaan pelanggaran di sejumlah titik termasuk kawasan wisata Ampel dan Pasar…

Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Pemkot Surabaya Petakan Kondisi Sosial Ekonomi Lewat Muskel

Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Pemkot Surabaya Petakan Kondisi Sosial Ekonomi Lewat Muskel

Kamis, 15 Okt 2026 12:02 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 12:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Melalui kegiatan musyawarah kelurahan (muskel) hingga ke tingkat rukun tetangga (RT), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya gencar…

Anggarkan APBN, Pemkab Sidoarjo Bantu Perbaikan Dua Rumah Warga Terdampak Kebakaran

Anggarkan APBN, Pemkab Sidoarjo Bantu Perbaikan Dua Rumah Warga Terdampak Kebakaran

Kamis, 15 Okt 2026 11:55 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 11:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Menindaklanjuti adanya warga yang terkena musibah kebakaran di Dusun Dungus, Desa Sukodono, Kecamatan Sukodono, kini Pemerintah…

Dukung Layanan Kesehatan Ramah Disabilitas, Dinsos Kota Madiun Wujudkan Layanan Inklusif

Dukung Layanan Kesehatan Ramah Disabilitas, Dinsos Kota Madiun Wujudkan Layanan Inklusif

Kamis, 15 Okt 2026 11:40 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 11:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Guna mendukung penyediaan layanan kesehatan yang ramah bagi penyandang disabilitas, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan…

Dukung Program Perlinsos, Pemkot Genjot Aktivasi IKD Masyarakat Probolinggo

Dukung Program Perlinsos, Pemkot Genjot Aktivasi IKD Masyarakat Probolinggo

Kamis, 15 Okt 2026 11:30 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 11:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Dalam rangka mendukung pelaksanaan Program Perlindungan Sosial (Perlinsos) Tahun 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo…