Hubungan India dan Afghanistan Menegang, Kemenlu India Hentikan Operasi Kedutaan Besarnya di Afghanistan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bendera Nasional Afghanistan dan India di pos penjagaan, Kota Kabul.
Bendera Nasional Afghanistan dan India di pos penjagaan, Kota Kabul.

i

SURABAYAPAGI.COM, New Delhi - Semenjak Taliban mengambil alih Afghanistan, hubungan antara India dan Afghanistan menegang. Adapun puncaknya Kementerian Luar Negeri India telah menghentikan operasi di kedutaan besarnya di Afghanistan. India juga menyatakan tidak mengakui pemerintahan Afghanistan saat ini yang dipimpin oleh Taliban.

Seperti diberitakan Associated Press, Minggu (10/10/2023), banyak diplomat Afghanistan yang meninggalkan kedutaan Afghanistan sejak Taliban mengambil alih kekuasaan dua tahun lalu. 

India akan mengikuti Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dalam memutuskan apakah akan mengakui rezim Taliban. 

India juga telah mengirimkan surat kepada Taliban meminta mereka untuk menghentikan operasi diplomatik, dengan mengatakan bahwa kedutaan Afghanistan tidak dapat menjalankan misinya. 

Adapun India sempat membantu Afghanistan pada tahun lalu dengan memasok gandum, obat-obatan, vaksin COVID-19, dan pakaian. Namun, dengan berkuasanya Taliban hubungan India dan Afghanistan menegang. 

Taliban sebelumnya mengambil alih kekuasaan di Afghanistan pada Agustus 2021. Mereka berhasil mengambil kendali pemerintahan setelah pasukan koalisi AS dan internasional mundur dari negara tersebut. Sejak itu, banyak negara belum mengakui pemerintahan baru Afghanistan. Ac

 

Berita Terbaru

Anggaran Puluhan Miliar, Perbaikan Jalan Baik di Ponorogo Hanya Bertambah 2,5 Hingga 4 Persen

Anggaran Puluhan Miliar, Perbaikan Jalan Baik di Ponorogo Hanya Bertambah 2,5 Hingga 4 Persen

Rabu, 15 Jul 2026 17:31 WIB

Rabu, 15 Jul 2026 17:31 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo mengalokasikan anggaran jumbo berkisar Rp 80 hingga Rp 90 miliar untuk proyek perbaikan…

Dugaan Korupsi Anggaran Desa Mliriprowo, Kejari Sidoarjo Sudah Kantongi Bakal Calon Tersangka

Dugaan Korupsi Anggaran Desa Mliriprowo, Kejari Sidoarjo Sudah Kantongi Bakal Calon Tersangka

Rabu, 15 Jul 2026 16:48 WIB

Rabu, 15 Jul 2026 16:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo memastikan sudah mengantongi nama bakal calon tersangka dalam kasus dugaan korupsi anggaran…

TMMD di Lamongan Fokus Pada Percepatan dan Pemerataan Pembangunan Desa

TMMD di Lamongan Fokus Pada Percepatan dan Pemerataan Pembangunan Desa

Rabu, 15 Jul 2026 16:45 WIB

Rabu, 15 Jul 2026 16:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026 resmi dibuka oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi melalui upacara, Rabu…

Rokok Ilegal di Lamongan Terus Diburu, Petugas Berhasil Sita 3.040 Batang

Rokok Ilegal di Lamongan Terus Diburu, Petugas Berhasil Sita 3.040 Batang

Rabu, 15 Jul 2026 16:43 WIB

Rabu, 15 Jul 2026 16:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Peredaran rokok ilegal di Lamongan menjamur. Hal itu terbukti dengan keberhasilan petugas mengamankan 3.040 rokok tanpa cukai itu…

Bank Madiun Tinggal Tunggu Izin Dari OJK Untuk Bertranformasi Ke Perseroda 

Bank Madiun Tinggal Tunggu Izin Dari OJK Untuk Bertranformasi Ke Perseroda 

Rabu, 15 Jul 2026 16:23 WIB

Rabu, 15 Jul 2026 16:23 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun- Transformasi Bank Madiun dari Perumda menjadi Perseroda ( PT BPR Bank Daerah Kabupaten Madiun) tinggal tunggu izin operasional dari …

Masih Tunggu Sarana dari Pusat, 159 KDKMP di Ponorogo Belum Beroperasi

Masih Tunggu Sarana dari Pusat, 159 KDKMP di Ponorogo Belum Beroperasi

Rabu, 15 Jul 2026 15:46 WIB

Rabu, 15 Jul 2026 15:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Meski sejumlah ratusan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Ponorogo rampung di bangun, namun Pemerintah…