Studi: Air Rebusan Berulang Kali Sebabkan Masalah Kesehatan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI, Surabaya - Merebus air untuk diminum sering kali dianggap sebagai salah satu cara terbaik untuk membuat air menjadi aman, bebas bakteri, dan sehat. Sebelum munculnya filter air, mayoritas orang di dunia memang merebus air ledeng untuk minum sehari-hari, menyeduh susu, teh, kopi bahkan membuat sup.

Ketika merebus air untuk minum atau menyeduh teh atau kopi, terkadang takarannya melebihi yang dibutuhkan dan akhirnya terdapat sisa air rebusan. Apakah Anda suka menyimpan air tersebut untuk direbus kembali atau ditambahkan dengan air keran baru dan direbus lagi nanti? Jika iya, Anda disarankan untuk memikirkan ulang kebiasaan tersebut. 

Sebuah studi mengungkapkan, seperti semua cairan, merebus air beberapa kali membuatnya lebih pekat. Karenanya, merebus kembali air yang sama hanya akan meningkatkan jumlah garam terlarut yang tinggi di dalamnya.

Apa perbedaan garam dalam air? Dilansir dari Times Now News, beberapa garam, dan bahan kimia yang terkandung dalam air antara lain:

 Nitrat. Garam terlarut ini biasanya tidak terlalu berbahaya tetapi merebus air keran yang sama secara berlebihan dapat menyebabkan nitrat menjadi racun dan dapat menyebabkan beberapa penyakit berbahaya dan fatal seperti kanker, leukemia, dan Limfoma non-Hodgkin.

 Arsenik. Arsenik, jika ada dalam jumlah kecil, tidak terlalu berbahaya, namun dalam air ledeng, jumlahnya bisa sangat tinggi. Arsenik dapat menyebabkan kanker, masalah jantung yang menyebabkan serangan jantung, dan bahkan gangguan psikologis. Jika Anda terus minum air dengan arsenik dalam jumlah tinggi, itu dapat merusak sistem peredaran darah dan juga kulit Anda.

 Fluoride. Fluoride sebagian besar hadir dalam jumlah tinggi dalam air keran dan meningkatkan risiko gangguan tulang seperti osteoporosis, patah tulang, dan nyeri. Pada anak kecil, konsumsi fluoride berlebih bahkan dapat menyebabkan kerusakan pada gigi dan enamel gigi.

 Kalsium. Kalsium adalah mineral yang luar biasa untuk tulang kita, tetapi air mendidih kembali meningkatkan jumlah kalsium terlarut yang menyebabkan batu ginjal dan kandung empedu.

Timbal. Menurut para ilmuwan, timbal tidak berasal dari sumber air, namun disebabkan pencemaran limbah. Timbal mencemari air melalui pipa tua atau tangki penyimpanan yang dilapisi timbal. Paparan timbal menyebabkan masalah psikologis.

Selain menyebabkan beberapa masalah kesehatan, penggunaan air rebusan ulang juga memengaruhi rasa makanan dan minuman yang dibuat. Itu terjadi ketika Anda memanaskan air, gas terlarut sedikit meningkatkan keasaman air, memungkinkan ekstraksi molekul beraroma yang lebih baik.hlt/msk

Berita Terbaru

Bapanas Soroti Beras Fortifikasi

Bapanas Soroti Beras Fortifikasi

Senin, 10 Agu 2026 02:24 WIB

Senin, 10 Agu 2026 02:24 WIB

SURABAYAPAGI.com – Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Brigjen Pol. Hermawan, menegaskan bahwa f…

Pemerintah Dorong Kelolaan Sampah dengan Teknologi Pirolisis Termahal Rp196 juta

Pemerintah Dorong Kelolaan Sampah dengan Teknologi Pirolisis Termahal Rp196 juta

Senin, 10 Agu 2026 02:21 WIB

Senin, 10 Agu 2026 02:21 WIB

SURABAYAPAGI.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan pemerintah saat ini mendorong percepatan pengelolaan sampah nasional dengan m…

BRIN Pamer Hasil Penelitian Revolusi Energi ke Prabowo

BRIN Pamer Hasil Penelitian Revolusi Energi ke Prabowo

Senin, 10 Agu 2026 02:19 WIB

Senin, 10 Agu 2026 02:19 WIB

SURABAYAPAGI.com – Kepala BRIN Arif Satria mengatakan ada hasil penelitian yang mau dipamerkan adalah produk teknologi gas Adsorbed Natural Gas (ANG). “Ada pro…

KAI Umumkan Barang Tertinggal Sekitar Rp 10,84 miliar

KAI Umumkan Barang Tertinggal Sekitar Rp 10,84 miliar

Senin, 10 Agu 2026 02:16 WIB

Senin, 10 Agu 2026 02:16 WIB

SURABAYAPAGI.com – Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, ada 14.890 barang temuan di berbagai wilayah operasional sepanjang J…

Golkar Madiun Bidik Tambah Kursi, Hari Wuryanto Disiapkan Lagi untuk Pilkada 2030

Golkar Madiun Bidik Tambah Kursi, Hari Wuryanto Disiapkan Lagi untuk Pilkada 2030

Minggu, 09 Agu 2026 20:08 WIB

Minggu, 09 Agu 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Partai Golkar Kabupaten Madiun mulai memanaskan mesin politik menghadapi Pemilu 2029 dan Pilkada 2030. Konsolidasi hingga tingkat a…

Pemkot Surabaya: Warga yang Rekam Aksi Pencurian Fasum Bakal Dapat Insentif Rp300 Ribu

Pemkot Surabaya: Warga yang Rekam Aksi Pencurian Fasum Bakal Dapat Insentif Rp300 Ribu

Minggu, 09 Agu 2026 15:50 WIB

Minggu, 09 Agu 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti aksi pencurian fasilitas umum (Fasum) di sejumlah taman kota di Surabaya, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot)…