Ilmuwan: Lilin Bisa Timbulkan Risiko Kesehatan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI, Surabaya - Sebagian orang punya kebiasaan menyalakan lilin saat listrik padam atau meniup lilin di acara spesial. Namun, para ilmuwan memperingatkan potensi risiko kesehatan dari pemakaian lilin.

Ada kekhawatiran seputar pelepasan senyawa kimia nitrogen oksida setiap kali lilin dinyalakan. Tim edukasi di Aeris by iRobot menjelaskan, penggunaan lilin dapat menurunkan kualitas udara dalam ruangan secara signifikan akibat peningkatan jumlah konsentrasi polutan.

"Telah dibuktikan secara ilmiah bahwa satu lilin standar menghasilkan sekitar 280 mikrogram nitrogen oksida selama delapan jam," demikian penjelasan dari tim tersebut, dikutip dari laman Express, Senin (2/1). Angka itu sudah mendekati ambang bahaya dari standar yang berlaku di Inggris.

Lilin, perapian terbuka, serta kompor, juga bisa mencemari udara dengan emisi debu halus. Pada penggunaan reguler, nyala api memancarkan hingga 800 ribu partikel debu halus (PM0,1). Ukurannya sangat kecil sehingga mudah masuk ke paru-paru jika terhirup. 

Emisi debu halus akan lebih parah saat nyala api menghasilkan jelaga yang pekat. Lilin bahkan dapat melepaskan hingga 30 kali jumlah partikel ke udara. Kondisi itu sangat berbahaya bagi orang dengan penyakit pernapasan kronis, juga tetap berisiko bagi orang yang sehat.

Untuk mengatasinya, disarankan untuk memastikan ada aliran udara yang baik pada ruangan di mana lilin dinyalakan. Sebab, lilin tidak hanya meningkatkan tingkat polusi, tetapi juga mengonsumsi banyak oksigen. Ventilasi berfungsi untuk meningkatkan laju pertukaran udara serta menyediakan oksigen segar.

Alternatif lain, pakai lilin beeswax yang saat dibakar menghasilkan polutan yang jauh lebih sedikit daripada lilin yang terbuat dari parafin atau stearin. Lilin beeswax berasal dari sarang lebah madu dan lebih lama terbakar sehingga tidak terlalu berbahaya bagi kesehatan.

Bisa juga menghindari pemakaian lilin asli dan mengganti dengan lilin listrik. Selain demi menjaga kualitas udara, lilin listrik juga mencegah terjadinya kebakaran. Jika lilin terkena angin, ada konsekuensi lain yakni keluarnya jelaga yang cukup banyak.

Kondisi itu memancarkan partikel debu yang jauh lebih halus daripada dalam kondisi tanpa angin. Memilih sumbu lilin yang lebih pendek dapat membantu mengurangi jelaga pada lilin. Lebih baik lagi agar tidak menggunakan lilin beraroma karena bisa semakin mengganggu kualitas udara.hlt/lil

Tag :

Berita Terbaru

Bapanas Soroti Beras Fortifikasi

Bapanas Soroti Beras Fortifikasi

Senin, 10 Agu 2026 02:24 WIB

Senin, 10 Agu 2026 02:24 WIB

SURABAYAPAGI.com – Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Brigjen Pol. Hermawan, menegaskan bahwa f…

Pemerintah Dorong Kelolaan Sampah dengan Teknologi Pirolisis Termahal Rp196 juta

Pemerintah Dorong Kelolaan Sampah dengan Teknologi Pirolisis Termahal Rp196 juta

Senin, 10 Agu 2026 02:21 WIB

Senin, 10 Agu 2026 02:21 WIB

SURABAYAPAGI.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan pemerintah saat ini mendorong percepatan pengelolaan sampah nasional dengan m…

BRIN Pamer Hasil Penelitian Revolusi Energi ke Prabowo

BRIN Pamer Hasil Penelitian Revolusi Energi ke Prabowo

Senin, 10 Agu 2026 02:19 WIB

Senin, 10 Agu 2026 02:19 WIB

SURABAYAPAGI.com – Kepala BRIN Arif Satria mengatakan ada hasil penelitian yang mau dipamerkan adalah produk teknologi gas Adsorbed Natural Gas (ANG). “Ada pro…

KAI Umumkan Barang Tertinggal Sekitar Rp 10,84 miliar

KAI Umumkan Barang Tertinggal Sekitar Rp 10,84 miliar

Senin, 10 Agu 2026 02:16 WIB

Senin, 10 Agu 2026 02:16 WIB

SURABAYAPAGI.com – Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, ada 14.890 barang temuan di berbagai wilayah operasional sepanjang J…

Golkar Madiun Bidik Tambah Kursi, Hari Wuryanto Disiapkan Lagi untuk Pilkada 2030

Golkar Madiun Bidik Tambah Kursi, Hari Wuryanto Disiapkan Lagi untuk Pilkada 2030

Minggu, 09 Agu 2026 20:08 WIB

Minggu, 09 Agu 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Partai Golkar Kabupaten Madiun mulai memanaskan mesin politik menghadapi Pemilu 2029 dan Pilkada 2030. Konsolidasi hingga tingkat a…

Pemkot Surabaya: Warga yang Rekam Aksi Pencurian Fasum Bakal Dapat Insentif Rp300 Ribu

Pemkot Surabaya: Warga yang Rekam Aksi Pencurian Fasum Bakal Dapat Insentif Rp300 Ribu

Minggu, 09 Agu 2026 15:50 WIB

Minggu, 09 Agu 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti aksi pencurian fasilitas umum (Fasum) di sejumlah taman kota di Surabaya, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot)…