Studi: Pensiun Dini Turunkan Kemampuan Kognitif Lebih Cepat

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI, Surabaya -  Studi baru mengungkapkan, pensiun dini dapat memperburuk kesehatan masyarakat. Studi yang diterbitkan dalam Journal of Economic Behavior & Organization menunjukkan, pensiun dini dapat mempercepat penurunan kognitif pada masa dewasa akhir.

Penelitian ini dilakukan berdasarkan pada program pensiun formal yang diperkenalkan China di pedesaan negara itu pada 2009. Hal ini bertujuan untuk memerangi kemiskinan di usia tua. Ini disebut New Rural Pension Scheme (NRPS).

Peneliti mengamati para peserta program tersebut. Studi dan desain penelitian diarahkan untuk mendeteksi efek kausal sebenarnya dari pensiun pada gangguan kognitif.

Mereka menemukan peningkatan isolasi sosial sangat terkait dengan penurunan kognitif yang lebih cepat di kalangan orang tua. Para peneliti juga menemukan bahwa indikator penurunan kognitif yang paling signifikan adalah daya ingat yang tertunda, yang telah ditunjukkan oleh penelitian sebelumnya sebagai prediktor penting demensia.

“Salah satu masalah terberat dalam penelitian ilmu ekonomi dan sosial adalah menentukan apakah hubungan antara dua variabel bersifat kausal atau kebetulan,” ujar penulis utama Plamen Nikolov, asisten profesor ekonomi di Binghamton University, State University of New York seperti dilansir laman Fox News.

Mengapa pensiun dini dapat memperburuk penurunan kognitif? Dengan menggunakan alat statistik ini, Nikolov mencatat bahwa para peneliti dapat mempelajari bagaimana keputusan untuk pensiun dapat memengaruhi kognisi dengan membandingkan dua kelompok.

Mereka membandingkan satu kelompok orang dengan usia dan karakteristik sosial ekonomi yang sama yang mengikuti program pensiun dan kelompok orang lain dengan karakteristik serupa di daerah di mana tidak ada program pensiun. "Ketika pergi bekerja, Anda menggunakan otak Anda secara aktif dan dalam beberapa hal, bekerja membantu kemampuan mental Anda," kata dia.

Orang-orang di daerah yang memiliki program pensiun memiliki skor yang jauh lebih rendah dibandingkan orang-orang yang tinggal di daerah yang tidak menawarkan program tersebut. Hasil ini mengejutkan karena studi tersebut mirip dengan temuan dari fenomena yang sama di negara atau wilayah berpenghasilan tinggi seperti Amerika, Inggris, dan Uni Eropa.

Selain itu, pengaruh negatif pensiun dini juga muncul aktivitas kebugaran mental serta keterlibatan sosial. Mereka juga menemukan tingkat sukarela dan interaksi sosial peserta program yang lebih rendah dibandingkan dengan yang bukan peserta.

"Peserta dalam program tersebut melaporkan tingkat keterlibatan sosial yang jauh lebih rendah, dengan tingkat sukarela dan interaksi sosial yang jauh lebih rendah daripada non-penerima," ujar Nikolov.hlt/kog

Tag :

Berita Terbaru

Merawat Harapan di Hari Kartini, Srikandi PLN Kembali Gelar Posyandu Disabilitas di Malang

Merawat Harapan di Hari Kartini, Srikandi PLN Kembali Gelar Posyandu Disabilitas di Malang

Senin, 13 Apr 2026 17:31 WIB

Senin, 13 Apr 2026 17:31 WIB

SurabayaPagi, Malang — Dalam rangka menyambut Hari Kartini, Srikandi PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Malang berkolaborasi dengan Yayasan Bersama Anak Bangsa …

DBMCKTR: Menunggu Penghitungan Retribusi, Izin PBG Perum Grand Zam-Zam Segera Terbit

DBMCKTR: Menunggu Penghitungan Retribusi, Izin PBG Perum Grand Zam-Zam Segera Terbit

Senin, 13 Apr 2026 15:40 WIB

Senin, 13 Apr 2026 15:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandeng Lele melontarkan kritik keras terhadap kinerja pihak-pihak terkait, dalam penanganan dugaan…

Siap Tampung 1000 Siswa, Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Surabaya Tahap II Capai 45 Persen

Siap Tampung 1000 Siswa, Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Surabaya Tahap II Capai 45 Persen

Senin, 13 Apr 2026 15:31 WIB

Senin, 13 Apr 2026 15:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti program terbaru Presiden Prabowo Subianto terkait Sekolah Rakyat (SR), saat ini untuk progres pembangunan Sekolah…

Hari Pertama Penerapan WFH, Pemkot Surabaya Tegaskan Pantau ASN Lewat Aplikasi ‘Kantorku’

Hari Pertama Penerapan WFH, Pemkot Surabaya Tegaskan Pantau ASN Lewat Aplikasi ‘Kantorku’

Senin, 13 Apr 2026 15:22 WIB

Senin, 13 Apr 2026 15:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Di hari pertama penerapan  work from home (WFH) pada Jumat (10/04/2026), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan tetap …

Satgas MBG Trenggalek Bakal Beri Sanksi Suspend, Jika SPPG Abaikan Standar Standar Kualitas

Satgas MBG Trenggalek Bakal Beri Sanksi Suspend, Jika SPPG Abaikan Standar Standar Kualitas

Senin, 13 Apr 2026 15:04 WIB

Senin, 13 Apr 2026 15:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Trenggalek dengan tegas menyatakan bahwa seluruh Satuan Pelayanan…

Satreskrim Polres Blitar Kota Bekuk Pengedar Uang Palsu Lembaran Rp100 Ribuan

Satreskrim Polres Blitar Kota Bekuk Pengedar Uang Palsu Lembaran Rp100 Ribuan

Senin, 13 Apr 2026 15:00 WIB

Senin, 13 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Akhirnya Satreskrim berhasil bekuk pria berusia 50 tahun yang di duga pengedar uang palsu. Ditangkapnya seorang Pria setengah baya…