Dokter: Jika Dibiarkan, Cacingan Bisa Sebabkan Stunting

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI, Surabaya - Kecacingan (cacingan) masih termasuk penyakit yang diabaikan karena dianggap tidak menyebabkan kematian langsung. Padahal, kecacingan sangat berdampak besar menurunkan kualitas hidup, terlebih jika sudah banyak orang mengalaminya secara kronis, berulang, maka akan menurunkan kualitas suatu negara.

Dokter Ayodhia Pitaloka Pasaribu, anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), mengatakan, dampak kecacingan bisa menghambat perkembangan fisik dan menyebabkan kerugian kebutuhan zat gizi. Tubuh penderitanya sama-sama berkompetisi dengan cacing untuk menyerap kalori dan protein.

"Kalau cacing gelang paling sering mengambil kalori dan protein sehingga bisa menyebabkan gizi buruk," kata dr Ayodhia.

Kecacingan dapat menghambat perkembangan fisik sehingga menyebabkan stunting jika infeksi terjadi secara berulang. Infeksi kecacingan dapat mengurangi kecerdasan dan produktivitas kerja.

Jika hendak memberantas stunting, menurut dr Ayodhia, salah satunya bisa dengan menurunkan kejadian kecacingan. Salah satu kasus kecacingan yang mengancam jiwa juga dapat terjadi ketika pasien mengalami sesak napas karena penyakit ini bisa mengenai paru-paru.

Jika lambat diketahui bahwa itu akibat kecacingan, tentu berbahaya. Pasien yang mengalami sesak itu akhirnya ketahuan kecacingan setelah muntah atau mengeluarkan cacing dari hidung.

Jenis cacing cambuk dan tambang mengisap darah, dengan satu cacingnya bisa mengisap 0,05 cc sampai 0,01 cc per harinya. Bisa dibayangkan jika ada banyak cacing tambang mengisap darah di tubuh maka akan menyebabkan anemia, kurang zat besi sehingga menurunkan kecerdasan dan produktivitas kerja.

Terdapat kasus di mana pasien memiliki nilai HB rendah, yaitu HB 3 gram/dL dikarenakan suatu infeksi cacing tambang. Begitu juga cacing cambuk bisa masuk ke dalam usus dengan sebagian besar tubuhnya sehingga menyebabkan pasien kehilangan darah.

"Memang kita tidak bicara kematian, tapi problem morbiditas dan menurunkan kualitas hidup sehingga ada metode menghitung infeksi menurunkan hilangnya waktu produktif 39 juta kali," kata dr Ayodhia.

Jika kecacingan dibiarkan terus berlangsung, kualitas negara tentu tidak akan maksimal. Penting untuk selalu melakukan aksi pencegahan dari sekarang agar menurunkan prevalensi pada anak sekolah dan prasekolah yang hendak menjadi tulang punggung di masa yang akan datang.hlt/ccg

Tag :

Berita Terbaru

Bikin Heboh! Bayi Terkunci Dalam Mobil, DPKP Gercep Lakukan Evakuasi

Bikin Heboh! Bayi Terkunci Dalam Mobil, DPKP Gercep Lakukan Evakuasi

Rabu, 22 Apr 2026 15:41 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 15:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejadian yang membuat banyak warga terheran-heran, ditemukan seorang bayi dalam keadaaan terkunci di dalam mobil di kawasan Jalan…

Momen Hari Kartini, Khofifah Salurkan Bantuan DBHCHT untuk Buruh Rokok dan Pelaku Usaha Perempuan

Momen Hari Kartini, Khofifah Salurkan Bantuan DBHCHT untuk Buruh Rokok dan Pelaku Usaha Perempuan

Rabu, 22 Apr 2026 15:39 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 15:39 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memanfaatkan momentum Hari Kartini 2026 untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan …

Heboh! Fenomena 'Waterspout' Pusaran Angin Tornado Gegerkan Warga Dekat Jembatan Suramadu

Heboh! Fenomena 'Waterspout' Pusaran Angin Tornado Gegerkan Warga Dekat Jembatan Suramadu

Rabu, 22 Apr 2026 15:19 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 15:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini tengah viral di media sosial (medsos) terkait unggahan video yang menampilkan pusara angin bak tornado di sekitar…

Sering Timbulkan Kemacetan, Pemkot Surabaya Siap Kembalikan Fungsi Jalan Stasiun Wonokromo

Sering Timbulkan Kemacetan, Pemkot Surabaya Siap Kembalikan Fungsi Jalan Stasiun Wonokromo

Rabu, 22 Apr 2026 14:42 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 14:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti keluhan warga terkait Jalan Staisun Wonokromo Surabaya yang selama ini sempit dan kerap menimbulkan kemacetan…

Dapodik dan Dana BOS Terhambat Imbas 21 Sekolah di Tulungagung Tanpa Kepala Sekolah

Dapodik dan Dana BOS Terhambat Imbas 21 Sekolah di Tulungagung Tanpa Kepala Sekolah

Rabu, 22 Apr 2026 14:33 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 14:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Baru-baru ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung tengah di landa dilema pasca banyaknya kekosongan jabatan Kepala…

Lewat Program Gentengisasi, Jadi Harapan Baru bagi UMKM Perajin Genteng di Trenggalek

Lewat Program Gentengisasi, Jadi Harapan Baru bagi UMKM Perajin Genteng di Trenggalek

Rabu, 22 Apr 2026 14:22 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 14:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang mendorong penggunaan atap genteng pada bangunan pemerintah dan fasilitas publik…