Tunggu Hasil Permohonan Blokir dari BPN Sidoarjo, Rumah Malah Dilelang

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo -  Warga Perum Bumi Citra Fajar Sidoarjo saat berurusan dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sidoarjo sedang apes. Pasalnya disaat sedang mengajukan permohonan pemblokiran aset berupa rumah yang berlokasi di Perumahan Citra Indah  Kav A No 10 di Desa Sidokare, Kecamatan Sidoarjo. Ternyata rumah itu sudah dilelang.

Rumah milik Syahrudin di Perumahan Citra Indah itu, saat mengajukan permohonan menggunakan nama istrinya, Miharyati. Sedangkan, Syahrudin sebagai penjamin.

Padahal, sesuai dengan pernyataan dan bukti surat perintah setor yang ditunjukan Syahrudin, permohonan pemblokiran dia ajukan pada tanggal 9 Januari 2023 dan sudah mendapatkan tanda terima Surat Perintah Setor dari pihak BPN.

Pengajuan dilakukan pemblokiran ini karena sementara aset ini masih berproses berperkara dengan pihak kreditur dan pihak cessie  pun sudah melakukan upaya hukum dengan melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Sidoarjo.

"Pengajuan saya itu mulai tanggal 09 Januari 2023, tapi sampai sekarang pihak BPN belum menerbitkan catatan pemblokiran itu. Ada apa Ini dengan BPN mengingat catatan pemblokiran itu penting buat saya, karena menyangkut aset yang harus saya perjuangkan," jelas Syahrudin di Surabaya, Rabu (8/2/2023).

Pria yang akrab dipanggil Haji Udin ini juga menilai dalam proses permohonan blokir ini ada  banyak kejanggalan. Mengingat pada saat mengajukan permohonan, 9 Januari 2023 lalu, tiba-tiba keesokan harinya, 9 Januari 2023, ada pemberitahuan dari pihak cessie bahwa akan dilakukan proses lelang yang dilaksanakan oleh pihak Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Sidoarjo pada tanggal 11 Januari di balai lelang. Nilai aset yang dilelang sebesar Rp 1,1 miliar.

Belum lagi, tambah Udin, ada pihak ekspedisi JNE yang menghubungi dirinya saat  larut malam demi memberitahukan bahwa lelang akan dilakukan besoknya.

Udin menjelaskan, ada yang janggal saja dan prosesnya terlalu terburu-buru. Ia menduga ada semacam skenario ataupun rekayasa yang dilakukan oknum petugas dari BPN dengan pihak cessie.

"Bagaimana tidak, tanggal 9 (Januari 2023) pengajuannya. Lalu tanggal 10 tiba-tiba ada pemberitahuan dari pihak cessie bahwa lelang akan diadakan tanggal 11. Anehnya pihak ekspedisi menghubungi saya malam-malam untuk menanyakan alamat surat, agar surat pemberitahuan dari cessie sampai di tangan saya," tegas Udin.

Ia menambahkan, pihaknya  juga sudah mengajukan gugatan ke PN Sidoarjo untuk menyelesaikan masalah ini.

"Saya hanya ingin kejelasan saja, kenapa pihak BPN tidak kooperatif dalam hal ini. Padahal saya juga sudah berkirim surat ke pihak BPN untuk minta klarifikasi atau semacam penjelasan secara tertulis," ungkapnya.

Padahal berdasarkan penelusuran Surabaya Pagi, sesuai dengan Permen ATR/Kepala BPN No 13 Tahun 2017, dalam Pasal 3 disebutkan pencatatan blokir dilakukan terhadap hak atas tanah atas perbuatan hukum atau peristiwa hukum, atau karena adanya sengketa atau konflik pertanahan.

Secara terpisah, pihak BPN Sidoarjo membantah tudingan Syahrudin terkait tindakan BPN tersebut.

"Waktu itu sudah pernah kami jelaskan ke yang bersangkutan (Udin) terkait status pemblokiran dimaksud.  Terkait status pemblokiran suatu bidang tanah, bisa dicek melalui pendaftaran SKPT (Surat Keterangan Pendaftaran Tanah)," kata Irmantanu lewat pesan Whatsapp, kepada Surabaya Pagi, Kamis (9/2/2023).

Sementara pihak KPKNL Sidoarjo, saat didatangi di kantor KPKNL Sidoarjo, Surabaya Pagi yang hendak konfirmasi kepada Kepala KPKNL Sidoarjo, merasa diping-pong dan tak mendapat kejelasan. Bahkan, saat hendak meminta waktu pihak humas KPKNL, beberapa staf seolah-olah tidak memberikan jawaban pasti. hik/ril

Berita Terbaru

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri memastikan keamanan jajanan takjil yang dijajakan selama bulan Ramadan melalui inspeksi mendadak (sidak) di…

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Memasuki bulan Ramadhan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus Tahap I bagi lansia…

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memimpin apel pagi bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota…

Kita Seperti Dijajah AS

Kita Seperti Dijajah AS

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

MUI Minta Kaji Ulang Perjanjian Dagang AS-Indonesia yang Salah Satu Kesepakatannya Menyebut Produk asal AS yang Masuk ke Indonesia tidak Memerlukan Sertifikasi…

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketua Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP Mohammad Lukmanul Hakim mengatakan pihak LPDP bakal meminta keterangan AP hari ini. "Dalam…

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Golkar meminta syarat penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dievaluasi karena selama ini hanya bisa dipenuhi…