Pria Berisiko 2 Kali Lebih Besar Terkena Jantung Koroner

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Illustrasi terkena serangan jantung koroner. SP/ SBY
Illustrasi terkena serangan jantung koroner. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kematian di dunia disebabkan oleh serangan jantung yang rentan terjadi pada pria dan wanita setelah menopause.Salah satu penyakit jantung yang berbahaya adalah jantung koroner.

Penyakit jantung koroner adalah kondisi ketika pembuluh darah tertimbun oleh plak atau lemak, jika plak semakin menumbuh maka aliran darah ke jantung akan terhambat dan menyebabkan gangguan irama jantung, gagal jantung, dan kematian mendadak. 

"Saya rasa masyarakat sebenarnya sudah banyak tahu bahwa penyakit jantung hari ini, ya selama 20 tahun ini juara satu. Bahkan ketika Covid-19 datang, Covid-19 mengalahkan kematian kanker hanya dua tahun pertama. Tetap, jantung nomor satu," kata Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari RS Mitra Keluarga, dr Utojo Lubiantoro, SpJP, FIHA dalam media discussion dikutip Minggu (09/04/2023).

Menurutnya, penyakit jantung koroner rentan terjadi pada pria. Pria memiliki kemungkinan dua kali lebih besar mengalami serangan jantung koroner dibandingkan wanita. 

Hal ini karena wanita memiliki kadar hormon alami yang dapat melindungi tubuh terhadap penyakit jantung koroner sebelum memasuki masa menopause. Setelah wanita menopause, kadar tersebut akan menurun dan menyebabkan risiko serangan jantung koroner.

"Penyakit jantung yang parah sih yang penyebab nomor satu, kan penyakit jantung banyak ada gangguan irama jantung, ada jantung bawaan, ada hipertensi, ada kelainan katup, dan lain-lain. 70 persen kematian jantung didominasi oleh penyakit jantung koroner," tambahnya

Penyakit jantung koroner terjadi akibat adanya plak. Kecepatan tumbuhnya plak tergantung pola hidup dan penyakit yang dialami pasien seperti diabetes dan darah tinggi. Ketika seseorang dalam kondisi normal atau sehat, plak akan tumbuh secara perlahan.

"Tergantung faktor risiko kita, kalau kamu merokok, ada diabetes, lebih sering cek dong karena peluang kita untuk komplikasi stroke dan jantung lebih tinggi. Kalau kamu wanita, kamu nggak merokok, usia muda pasang stent jarang," tutupnya.

dr Utojo memberi saran kepada pria maupun wanita untuk melakukan check up, jika memiliki faktor risiko dan kebiasaan merokok dengan perekaman elektrokardiogram (EKG), treadmill, USG jantung, CT Scan jantung, nuklir jantung, dan kateterisasi.

Dia juga menekankan pentingnya melakukan pemeriksaan guna mengurangi risiko permasalahan pada jantung koroner. Tidak semua pengidap jantung koroner mengalami gejala dan tingkat keparahan yang sama.

Beberapa orang akan mengalami nyeri yang parah, tapi sebagian orang justru mengalami nyeri yang ringan. Namun, perlu dipahami, jika gejala yang dirasakan terus menerus dan bertambah parah, maka kemungkinan seseorang mengalami serangan jantung koroner. dsy/dc

Berita Terbaru

Polres Gresik Perkuat Kolaborasi Pengamanan Pengesahan Warga Baru PSHT Tahun 2026

Polres Gresik Perkuat Kolaborasi Pengamanan Pengesahan Warga Baru PSHT Tahun 2026

Kamis, 11 Jun 2026 18:54 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 18:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Menyambut momentum bulan Muharram atau yang dikenal masyarakat Jawa sebagai bulan Suro, Polres Gresik memperkuat koordinasi bersama b…

Pangkalan AS di Bahrain, Diserang Iran

Pangkalan AS di Bahrain, Diserang Iran

Kamis, 11 Jun 2026 18:51 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 18:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Iran dilaporkan telah melancarkan serangan ke pangkalan AS di Bahrain. Dilansir kantor berita AFP, Kamis (11/6/2026), media Iran…

Terkuat Persekongkolan Jenderal Polisi (Purn) Sony Sonjaya, dengan Pihak Swasta

Terkuat Persekongkolan Jenderal Polisi (Purn) Sony Sonjaya, dengan Pihak Swasta

Kamis, 11 Jun 2026 18:46 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 18:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejagung menetapkan tersangka baru dalam kasus korupsi penyimpangan program Makan Bergizi Gratis atau MBG di Badan Gizi Nasional…

Menteri UMKM Minta Tambahan Anggaran Rp 1,5 Triliun

Menteri UMKM Minta Tambahan Anggaran Rp 1,5 Triliun

Kamis, 11 Jun 2026 18:44 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 18:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengusulkan tambahan anggaran Rp 1,5 triliun untuk tahun anggaran…

Pejabat di Istana Dituding Minta Dapur MBG

Pejabat di Istana Dituding Minta Dapur MBG

Kamis, 11 Jun 2026 18:40 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 18:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kini mantan Wakil BGN Irjen (Purn) Sony Sanjaya, mulai menggulirkan keterlibatan sejumlah petinggi di pemerintahan yang minta…

Dalam Kasus Blueray, Raffi Ahmad: Saya Basa-basi

Dalam Kasus Blueray, Raffi Ahmad: Saya Basa-basi

Kamis, 11 Jun 2026 18:36 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 18:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya -  Presenter Raffi Ahmad beberkan soal keterkaitan namanya dalam kasus penyelundupan barang elektronik ilegal yang menjerat …