SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Sekretaris Persatuan Olahraga Senam Seluruh Indonesia (POSSI) Jombang Gaguk Mariono mengungkapkan bahwa persiapan para atlet dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2023 bakal menghadapi banyak tantangan.
Hal itu disebabkan karena anggaran pembinaan masing-masing cabor baru bisa dicairkan lewat P-APBD nanti. Sehingga sebagian terpaksa harus berhutang untuk kegiatan tryout.
Gaguk mengatakan bahwa dana hibah yang dialokasikan ke KONI Jombang hanya bisa dicairkan di tahap awal sebesar Rp 2 miliar dari total Rp 2,8 miliar. Itu pun hanya diperuntukkan untuk untuk kegiatan persiapan porprov.
”Kemarin informasi yang kami terima, dana hibah yang sudah diterima itu tidak termasuk dalam dana pembinaan, hanya dana persiapan porprov saja,” kata Gaguk.
Sementara sisa anggaran sebesar Rp 800 juta baru bisa dicairkan pada P-APBD 2023 yang diperkirakan baru cair sekitar September atau Oktober.
Ia menyayangkan kebijakan KONI yang tidak memasukkan dana pembinaan cabor dalam dana hibah yang diterima KONI pada tahap pertama tersebut. Pasalnya, menurutnya, atlet membutuhkan persiapan yang matang selama persiapan porprov.
“Persiapan kan membutuhkan uang, kami sudah tryout dua kali, dengan dana utangan, kalau tidak tryout bagaimana kita bisa mampu mengalahkan atlet di porprov,” ujarnya.
Selain pesiapan tryout, namun juga dibutuhkan pemenuhan nutrisi, kegiatan fitnes, mendatangkan trainer untuk melatih atlet dan lain sebagainya.
”Bagaimana kita bisa bertanding bagus, kalau persiapannya saja tidak didukung dengan dana yang cukup, sampai kapan kita cari utangan,” terangnya.
Sementara itu, Ketua KONI Jombang Heru Ariwanto membenarkan jika dana hibah yang sudah dicairkan sebesar Rp 2 miliar diperuntukkan untuk persiapan porprov dan sebagian untuk operasional KONI. Menurutnya, pelaksanaan porprov lebih urgent.
”Kita dahulukan yang lebih urgent, kan tidak mungkin dana untuk porprov baru cair setelah porprov selesai,” tuturnya.
Heru menerangkan, pencairan tahap awal dana hibah sebesar Rp 2 miliar tersebut bakal digunakan untuk porprov. Mulai dari pengadaan seragam, seperti jaket, celana, sepatu, dan topi. Tak hanya itu, juga digunakan untuk penginapan, dana pemusatan latihan termasuk tes kebugaran.
”Kebutuhan-kebutuhan itu harus disiapkan sekarang, tidak bisa ditunda, dan lebih urgen,” tegasnya.
Lebih lanjut, Heru tak bisa memastikan soal waktu pencairan dana pembinaan untuk para cabor. Ia menuturkan, biasanya proses pencairan P-APBD terjadi di bulan Agustus-September
”Kalau biasanya antara Agustus-September, tapi yang bisa menjawab ini disporapar,” tutupnya. jbg
Editor : Redaksi