SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa tengah fokus untuk memperluas pasar produk-produk Jatim ke level internasional. Salah satunya melalui misi dagang ke luar negeri, seperti yang telah dilakukan di Arab Saudi, Malaysia, Timor Leste, dan Hong Kong.
"Upaya ini akan terus kami maksimalkan untuk memperluas pasar mancanegara bagi produk-produk dari Jatim," kata Khofifah di Surabaya, Jumat (4/6/2023).
Khofifah memberikan contoh transaksi di Hong Kong yang tercatat sebesar Rp1,101 triliun. Selain itu, juga ada business trip ke Jatim yang merupakan tindak lanjut dari misi dagang di Hong Kong," ujarnya.
Demikian pula saat misi dagang ke Malaysia, Arab Saudi, dan beberapa negara lainnya, Gubernur perempuan pertama di Jatim ini mengatakan, tindak lanjut melalui business trip menjadi jembatan antara pelaku usaha Jatim dengan pasar luar negeri agar lebih komprehensif.
Mantan Menteri Sosial RI ini menilai, upaya meluaskan pasar di mancanegara membutuhkan sinergi dengan dunia industri, usaha, dan kerja (Dudika).
"Ketika dudika menyambut baik, aktifitas perekonomian termasuk ekspor Jatim ke depan akan lebih produktif. Begitu pula dengan impor. Kalau yang diimpor adalah raw material untuk produk-produk industri olahan maka manfaatnya menjadi sangat besar bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif," terangnya.
Ia optimistis bahwa melalui pertumbuhan ekonomi inklusif dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di samping itu juga menurunkan angka pengangguran terbuka dan menekan kemiskinan di Jatim.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan penandatanganan kesepakatan perdagangan luar negeri senilai Rp1,85 triliun dengan beberapa perusahaan di antaranya CV Bumi Megah Perkasa dengan Foxsine (Xiamen) Material Tech Co Ltd China.
Penandatangan dilakukan saat kegiatan "East Java International Trade Festival (EJITF) 2023" di Surabaya pada akhir bulan Mei lalu. Hal tersebut bertujuan untuk mengirimkan komoditas arang batok kelapa senilai Rp60,75 miliar selama satu tahun.
Tak hanya itu, PT Jawa Lumbung Mas dengan Plus One Unipessoal LDA Timor Leste untuk pengiriman komoditas multiproduk senilai Rp675 miliar selama satu tahun, serta Silvia Holding Company (PT SBK) dengan PT AHT Trading Company untuk pengiriman komoditi beras porang, bumbu dan rempah-rempah senilai Rp1,12 triliun selama satu tahun. sb
Editor : Redaksi