Epidemiolog Tetap Sarankan Pakai Masker

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

 

SURABAYAPAGI, Jakarta -  Epidemiolog dari Universitas Griffith Autralia Dicky Budiman mengemukakan kemunculan SARS-COV-2 penyebab Covid-19 dengan lebih dari 100 kali mutasi di Indonesia berpeluang kecil memicu lonjakan kasus seperti di awal pandemi. "Kalau ke depan terjadi mutasi, cukup sulit secara teoritis dan historis adanya varian yang akhirnya mengembalikan keadaan seperti saat awal pandemi. Itu kecil kemungkinan," kata Dicky Budiman dalam keterangan virtual di Jakarta, Selasa (01/8).

Ia mengatakan endemi Covid-19 bukan berarti virus penyebab kasus menjadi hilang. Sistem mitigasi di Indonesia yang kian menurun, membuka celah SAR-COV-2 untuk terus bermutasi. Selama masih terjadi infeksi, kata Dicky, di situ terjadi peluang mutasi SARS-COV-2 pada beberapa wilayah, karena pengaruh reinfeksi di masyarakat. "Tapi, dampaknya tidak ada potensi serius, karena mutasi yang berdampak serius bila dia menyebabkan keparahan secara signifikan atau kematian, dengan artian dia bisa tembus benteng imun, baik hibrida maupun vaksinasi. Itu yang sekarang belum terjadi," katanya.  

Dicky menambahkan imun merupakan hal yang sangat kompleks di dalam tubuh manusia, sehingga tidak mudah bagi virus yang bukan baru lagi, memicu dampak lebih serius. Namun, yang perlu dikhawatirkan, kata Dicky, jika terjadi mutasi pada varian MERS atau virus SARS yang kali pertama muncul di dunia. "Kalau MERS atau SARS bermutasi, itu bisa memberikan dampak serius," ujarnya.    

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak panik, sebab mutasi Covid-19 yang kini terjadi tidak memberikan dampak serius, tapi tetap waspada bagi kelompok berisiko dengan cara lakukan vaksinasi booster (penguat). Selain itu, masyarakat umum juga diimbau untuk mencegah penularan dengan memakai masker, hindari kerumunan yang tidak perlu, serta tingkatkan kualitas udara. "Itu penting untuk mencegah mutasi yang bisa merugikan," katanya.

Secara terpisah, Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Mohammad Syahril mengatakan laporan ilmuwan tentang temuan Covid-19 paling bermutasi (most mutated version) di Indonesia merupakan bukti eksistensi SARS-CoV-2 di tengah endemi. Varian yang dimaksud merupakan turunan dari strain varian delta, yang diambil dari swab (usap) pasien di Jakarta. "Kami selalu sampaikan bahwa Covid-19 masih ada dan kemungkinan bermutasi masih ada. Kita selalu imbau untuk tetap waspada walaupun pada era endemi ini," ujarnya.        

Sepanjang vaksinasi berjalan dengan baik, kata Syahril, masyarakat tidak perlu lagi cemas terhadap varian apa pun yang muncul. Kecuali, bila terjadi gap yang cukup jauh antara jumlah varian dengan penerima vaksin.hlt/na

Berita Terbaru

Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan Raih Mandaya Award sebagai Pesantren Mandiri dari Kemenko PM

Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan Raih Mandaya Award sebagai Pesantren Mandiri dari Kemenko PM

Selasa, 27 Okt 2026 15:44 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 15:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Pondok Pesantren Sunan Drajat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, meraih apresiasi Mandaya Awards 2026, atas kiprahnya dalam…

Disdikdaya Probolinggo Tekankan Transparansi Penggunaan Dana BOSP PAUD

Disdikdaya Probolinggo Tekankan Transparansi Penggunaan Dana BOSP PAUD

Selasa, 27 Okt 2026 15:21 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 15:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo menekankan pentingnya transparansi, ketertiban administrasi…

Musim Hujan di Kota Probolinggo Diperkirakan Mundur Pertengahan Desember 2026

Musim Hujan di Kota Probolinggo Diperkirakan Mundur Pertengahan Desember 2026

Selasa, 27 Okt 2026 15:19 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 15:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Menjelang prakiraan cuaca yang harusnya memasuki musim penghujan, namun di Kota Probolinggo justru diprediksi mundur. Hujan…

Intens Fasilitasi Pelatihan, Jurus Ning ita Perkuat Kemandirian Penyandang Disabilitas

Intens Fasilitasi Pelatihan, Jurus Ning ita Perkuat Kemandirian Penyandang Disabilitas

Selasa, 27 Okt 2026 15:05 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 15:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Puluhan penyandang distabilitas atau difabel Kota Mojokerto mengikuti pelatihan olahan menu kafe di Gedung PLUT, Kota Mojokerto,…

Ayo Nonton Wayang Kulit di Depan Gedung DPRD Jatim, Lakon Wahyu Jitabsara

Ayo Nonton Wayang Kulit di Depan Gedung DPRD Jatim, Lakon Wahyu Jitabsara

Selasa, 27 Okt 2026 14:53 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 14:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pelestarian budaya tradisional terus dilakukan DPRD Jawa Timur melalui Pagelaran Wayang Kulit DPRD Jatim 2026 gratis dalam…

Cegah Penularan TBC, Dinkes Kota Batu Perkuat TPT Bagi Masyarakat Kontak Erat

Cegah Penularan TBC, Dinkes Kota Batu Perkuat TPT Bagi Masyarakat Kontak Erat

Selasa, 27 Okt 2026 14:44 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 14:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Sebagai upaya menekan risiko penularan, mengingat kontak erat memiliki kemungkinan lebih tinggi terpapar bakteri Tuberkulosis (TBC),…