Dikunjungi Presiden Jokowi, Bos Maspion Group Alim Markus Minta Pembatasan Barang Impor

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Saat Presiden Joko Widodo di Sidoarjo ia mengunjungi PT Maspion 1 di Aloha, Rabu (27/12/2023). SP/Sugeng Purnomo
Saat Presiden Joko Widodo di Sidoarjo ia mengunjungi PT Maspion 1 di Aloha, Rabu (27/12/2023). SP/Sugeng Purnomo

i

SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo - Kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke PT Maspion 1 di Aloha, Rabu (27/12/2023) dimanfaatkan betul oleh Presiden Maspion Group Alim Markus untuk menyampaikan keluhannya sol membanjirnya produk luar negeri ke Indonesia. "Kami minta Bapak Presiden Jokowi untuk melindungi produk dalam negeri dari serbuan produk luar negeri, karena produk China gak bisa masuk ke Amerika dan Eropa lantaran kena pajak tinggi," kata Alim Markus saat menyampaikan pidato penyambutan di hadapan Presiden Jokowi.

Menurut Alim Markus, dengan perlindungan produk dalam negeri dari serbuan produk luar negeri akan membuat leluasa produk buatan sendiri mengisi pasar di dalam negeri. "Makanya saya terus berkampanye Cintailah produk-produk Indonesia agar masyarakat kita lebih senang membeli produk sendiri ketimbang produk luar negeri," ujar Alim Markus.

Lebih lanjut Alim Markus mengatakan imbas perang dagang Amerika Serikat-China selama ini sangat berdampak terhadap industri dalam negeri. Imbasnya banyak barang impor China yang dialihkan ke pasar Indonesia.

Presiden Direktur Maspion Group Alim Markus menyebut dua dari 90 pabriknya sangat terkena dampak dari perang dagang dari dua negara adidaya tersebut. Kedua perusahaan tersebut adalah yang memproduksi aluminium seal serta alumunium foil.

"Amerika Serikat-China perang dagang bukan hanya besi saja. Termasuk alumunium, China dikenakan bea masuk sampai 60% oleh Amerika Serikat. Nah, Indonesia (mengenakan pajak) alumunium foil hanya 6%, sehingga produk membanjiri ke Indonesia," kata Alim Markus.

Atas keluhan Alim Markus, Bos Maspion Group tersebut Presiden Jokowi meresponnya dengan meminta Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan untuk mencatat keluhan Alim Markus. "Saya setuju dengan keluhan pak Alim Markus , saya minta Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan untuk memperhatikan, namun nanti dalam pengaturan barang impor harus memperhatikan batas regulasi yang ditoleransi, jangan sampai nanti bikin aturan yang membatasi barang impor malah dibalas oleh negara lain untuk membatasi barang kita ke luar negeri," tegas Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi mengatakan ketika mendengar jargon "Cintailah Produk-Produk Indonesia". ia langsung teringat nama Alim Markus, makanya ketika datang ke PT Maspion dirinya merasa senang langsung disambut langsung Alim Markus dan senyuman seluruh karyawan Maspion Group.  "Saya senang datang kesini dan menggaungkan gerakan cinta dan bangga produk buatan Indonesia," katanya.

Bahkan, Presiden Jokowi memuji dan mengacungi jempol kepada Alim Markus yang sudah membuat produk buatan sendiri tidak hanya menguasai pasar dalam negeri, namun juga mampu menembus pasar dunia dengan di ekspor ke luar negeri.

"Ajakan-ajakan untuk cinta produk-produk kita sendiri harus terus digaungkan. Produk-produk dalam negeri digaungkan,” kata Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, PT Maspion bisa besar karena persatuan dan hubungan baik antara manajemen dengan karyawan, dan ini harus dipertahankan sehingga ekonomi Indonesia bisa berjalan maju.  Karena itu, Jokowi meminta branding harus melekat agar masyarakat lebih mencintai produk-produk asli buatan Indonesia dibanding produk luar negeri.

"Sehingga betul-betul masyarakat kita menjadi konsumen yang loyal untuk produk-produk Indonesia," katanya.

Kunjungan Presiden Jokowi ke PT Maspion Group dikemas dengan makan siang bersama segenap karyawan PT Maspion serta meninjau kegiatan produksi ekspor peralatan rumah tangga Maxim. sg

Berita Terbaru

Bupati Sumenep : Warnai Hari Santri dan Hari Jadi ke-757 Sumenep Dengan 111.111 Kali Al-Waqi'ah

Bupati Sumenep : Warnai Hari Santri dan Hari Jadi ke-757 Sumenep Dengan 111.111 Kali Al-Waqi'ah

Jumat, 16 Okt 2026 14:57 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 14:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Pemerintah Kabupaten Sumenep mengkolaborasikan peringatan Hari Santri 2026 dan Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep dengan gerakan…

Emil Dardak Pastikan Pengurus Demokrat Jatim Tuntas Akhir Oktober, Pelantikan November

Emil Dardak Pastikan Pengurus Demokrat Jatim Tuntas Akhir Oktober, Pelantikan November

Jumat, 16 Okt 2026 11:23 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 11:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memastikan penyusunan kepengurusan DPD Partai Demokrat Jatim periode 2…

Mu+ku, Zes, Suko Hadir dan Siap Jadi Icon Fashion Baru

Mu+ku, Zes, Suko Hadir dan Siap Jadi Icon Fashion Baru

Jumat, 16 Okt 2026 11:20 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 11:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - PT MDS retailing tbk grup resmi menghadirkan Mu+ku, zes, dan suko di Tunjungan plaza 3 dengan konsep yang unik. Serta setiap…

Kejari Madiun Ingatkan Kades: Dana BKK Desa Bukan Uang yang Bisa Dikelola Semau Sendiri

Kejari Madiun Ingatkan Kades: Dana BKK Desa Bukan Uang yang Bisa Dikelola Semau Sendiri

Jumat, 16 Okt 2026 11:19 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 11:19 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Madiun mengingatkan kepala desa agar tidak sembarangan mengelola Bantuan Keuangan Khusus (BKK) D…

Dukung Kegiatan Puncak Hari Jadi ke-81 Pemprov, Bank Jatim Salurkan CSR kepada Dinsos Jawa Timur

Dukung Kegiatan Puncak Hari Jadi ke-81 Pemprov, Bank Jatim Salurkan CSR kepada Dinsos Jawa Timur

Jumat, 16 Okt 2026 10:31 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 10:31 WIB

SurabayaPagi, Sumenep - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) turut mendukung penyelenggaraan Puncak Hari Jadi ke-81 Pemerintah Provinsi Jawa…

Hak Jawab PT Bank Artha Graha International Tbk 

Hak Jawab PT Bank Artha Graha International Tbk 

Jumat, 16 Okt 2026 10:12 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 10:12 WIB

Surabaya, 16 Oktober 2026  Nomor : 17/B/TANGGAPAN –SMS/X/2026  Kepada YTH : Sdr. Hamdan Zoelva, SH,MH  Kuasa Hukum PT Bank Artha Graha International Tbk …