Sampai Jam 19.45, Mahasiswa Malah Bakar Spanduk Caleg

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sekelompok mahasiswa dari berbagai elemen universitas melakukan pencopotan alat peraga kampanye saat longmarck ke Istana Negara. (foto:  detikcom)
Sekelompok mahasiswa dari berbagai elemen universitas melakukan pencopotan alat peraga kampanye saat longmarck ke Istana Negara. (foto: detikcom)

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Ratusan mahasiswa yang melakukan aksi long march dari Tugu Reformasi Universitas Trisakti hingga kawasan Harmoni, Jakarta Pusat, di sekitaran Istana, sampai malam tadi pukul 19.30 wib masih di jalanan.

Sejumlah mahasiswa malah mengumpulkan dan membakar spanduk calon anggota legislatif (caleg), Rabu (7/2/2024).

Wakil Presiden Mahasiswa Trisakti, Lamdahur Pamungkas sebelum melakukan aksi longmarch menuju Harmoni, berorasi.

"Kami teman-teman mahasiswa dan juga aktivis lainnya dan pemuda melihat, Jokowi ini sudah melakukan perbuatan tercela," kata Lamdahur.

"Salah satunya, Jokowi mengintervensi politik dengan mendukung salah satu paslon secara implisit yang dimana merugikan masyarakat banyak," lanjutnya.

Lamdahur memandang kini banyak bahan pokok yang harganya naik, politisasi bansos, hingga pencorengan konstitusi negara.

Padahal, lanjut dia, reformasi Indonesia diraih secara berdarah-darah dalam proses perjuangan yang panjang.

"Namun dilukai dalam kepemimpinan Pak Jokowi. Di sini rasanya kami perlu untuk menegur secara keras, bahwasannya layak rasanya sudah dilakukan proses-proses pemakzulan Jokowi," kata Lamdahur.

Lamdahur menyebut , aksi hari ini bertujuan untuk menyampaikan pada publik bahwasanya reformasi telah dihancurkan dan dicederai.

Bahkan, katanya para menteri di Kabinet Joko Widodo sudah secara terang-terangan memihak paslon nomor 2.

"Yang di mana (tujuannya) ingin memperoleh kemenangan dengan cara melakukan korupsi, kolusi, nepotisme dan salah satunya mencoreng konstitusi dengan perubahan yang ada di Mahkamah Konstitusi," kata Lamdahur.

Lamdahur menyampaikan kali ini dia bersama mahasiswa lain membawa empat tuntutan yang secara garis besarnya untuk mendorong Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) membahas soal pemakzulan kekuasaan Jokowi.

"Kami ingin menegur, bahasanya menjewer Bapak Joko Widodo selaku yang terhormat, bahwasanya wewenang bapak harus dibatasi," ungkap dia.

"Kalau dalam arti kekuasaan Bapakmu dilanjutkan, tidak seperti ini caranya. Harus ada proses-proses konstitusi, proses demokrasi, dan proses etik moral yang harus diperhatikan dan dihargai secara publik," katanya.

Mahasiswa, yang dipantau Surabaya Pagi,mulai membakar spanduk sekitar pukul 18.20 WIB. Setumpuk spanduk diletakkan di beberapa titik, lalu dibakar satu per satu hingga api membara.
Tampak asap membubung tinggi, memenuhi area di tikungan Jalan Ir H Juanda.

Hingga pukul 19.15 WIB, massa aksi masih melakukan orasi di atas mobil komando. Api dari pembakaran spanduk caleg mulai mengecil, tetapi asapnya masih menyeruak dan membuat area demo terasa sesak.

"Kami kumpulkan banner itu yang sudah rusak. (Itu pesan) kepada partai politik yang memainkan sandiwara selama masa kampanye ini," ujar koordinator lapangan bernama Fadli kepada wartawan.

"Tidak ada memperjuangkan kepentingan rakyat, tapi memperjuangkan kepentingan pemenangannya saja," imbuh dia.

Para mahasiswa menilai Jokowi telah melakukan kecurangan dengan terang-terangan mendukung salah satu pasangan calon presiden yang maju dalam kontestasi politik 2024.
mahasiswa turun ke jalanan di Jakarta. (erk/jk/rmc)

Berita Terbaru

Perluas Jangkauan Program Homecare untuk Tokoh Agama dan Masyarakat

Perluas Jangkauan Program Homecare untuk Tokoh Agama dan Masyarakat

Selasa, 22 Sep 2026 20:33 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM- Jember — Program pelayanan pemeriksaan kesehatan yang digulirkan oleh Pemerintah Kabupaten mendapat sambutan hangat dari kalangan tokoh m…

Bupati Gus Fawait Perjuangkan Lahan Garapan Warga di TP Silo ke Pemerintah Pusat

Bupati Gus Fawait Perjuangkan Lahan Garapan Warga di TP Silo ke Pemerintah Pusat

Selasa, 22 Sep 2026 20:15 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM-JEMBER — Gejolak Warga ditengah rencana pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) di Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, memasuki b…

Fraksi PKB Minta Potongan Aplikasi hingga Jaminan Sosial Pengemudi Ojol Masuk Perda

Fraksi PKB Minta Potongan Aplikasi hingga Jaminan Sosial Pengemudi Ojol Masuk Perda

Selasa, 22 Sep 2026 20:10 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:10 WIB

SURABAYAPAGI.COM-SURABAYA — Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Jawa Timur meminta Raperda Penyelenggaraan Jasa Transportasi Berbasis Aplikasi m…

DPRD Jatim Wacanakan Pendidikan SD-Kuliah Gratis Ditanggung Pusat

DPRD Jatim Wacanakan Pendidikan SD-Kuliah Gratis Ditanggung Pusat

Selasa, 22 Sep 2026 20:09 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM-SURABAYA — Wacana Presiden Prabowo Subianto menggratiskan pendidikan negeri mulai SD hingga perguruan tinggi mendapat respons DPRD Jawa Timur. …

Massa yang Diduga Pesilat dan Polisi Saling Dorong di Jalan Merak, Kapolres Siap Pertemukan Dua Kubu PSHT

Massa yang Diduga Pesilat dan Polisi Saling Dorong di Jalan Merak, Kapolres Siap Pertemukan Dua Kubu PSHT

Selasa, 22 Sep 2026 20:07 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:07 WIB

SURABAYA PAGI, ‎Madiun — Ketegangan terjadi saat massa yang diduga pesilat berusaha menuju Padepokan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Jalan Merak, Kota …

174 Desa di Kabupaten Madiun Berstatus Mandiri, DPMD Targetkan Seluruh Desa Naik Kelas

174 Desa di Kabupaten Madiun Berstatus Mandiri, DPMD Targetkan Seluruh Desa Naik Kelas

Selasa, 22 Sep 2026 17:22 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 17:22 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun mencatat sebanyak 174 dari total 198 desa telah berstatus Desa Mandiri berdasarkan hasil Pemutakhiran In…