SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Gaung "turunkan harga sembako" disuarakan Koalisi Nasional Penyelamat Demokrasi. Koalisi ini menggelar demo bertajuk 'Masyarakat Sipil Selamatkan Demokrasi Indonesia' untuk menolak pemilu curang, Selasa (5/3/2024) tadi.
Salah satu koordinator aksi, Meri mengatakan aksi ini rencananya digelar pukul 10.00 WIB dan akan diikuti 1.000 orang. Mereka terdiri dari pelbagai elemen masyarakat, baik mahasiswa, buruh hingga aktivis dan akademisi.
Massa mengatasnamakan Front Perlawanan Rakyat, Gerakan Rakyat Tolak Pilpres Curang Gabungan Relawan 01 & 03, dan Koalisi Nasional Penyelamat Demokrasi.
Tuntutan yang dikemukakan diantaranya menolak kenaikan harga Sembako, lawan kejahatan Pemilu curang, segerakan hak angket DPR-MPR, dan makzulkan Jokowi.
"Kami melibatkan sejumlah 3.929 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, TNI, Pemda DKI dan Instansi terkait." kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro dalam keterangan tertulis, Selasa (5/3/2024).
Turunkan Harga Sembako
Meri menyebut ada 15 tuntutan yang dibawa dalam aksi ini. Beberapa di antaranya menolak hasil pemilu 2024 yang curang, turunkan harga sembako hingga mendesak supaya DPR menggelar hak angket terhadap kecurangan pemilu tersebut.
Dugaan kecurangan salah satunya dipicu permasalahan dalam Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) yang digunakan KPU. Selain itu, kecurangan diduga terjadi jauh sejak sebelum pencoblosan.
Demo dilakukan di depan Gedung MPR/DPR, Senayan Jakarta Aksi ini bertepatan dengan DPR yang akan menggelar rapat paripurna pembukaan masa persidangan IV tahun sidang 2023-2024 Senin ini.
DPR Soroti Tingginya Bapok
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melakukan rapat paripurna ke-13 masa persidangan IV tahun sidang 2023-2024. Dalam rapat tersebut, DPR menyoroti tingginya harga bahan pokok (bapok) jelang Ramadan 2024.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memandang program untuk membangun kedaulatan yang dilakukan pemerintah belum efektif dilakukan. Pasalnya, saat ini masyarakat masih mengeluhkan tingginya harga bahan pokok.
"Salah satu yang menjadi perhatian rakyat saat ini, mahalnya kebutuhan bahan pokok. Pemerintah harus dapat mengatasi hal tersebut. Program membangun kedaulatan pangan yang selama ini dijalankan belum menunjukkan hasil yang efektif," kata dia dalam Rapat Paripurna di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Selasa (5/3/2024). erk/jk/rmc
Editor : Raditya Mohammer Khadaffi