Pemkab Pasuruan Populerkan Branding Duku Rejoso Secara Nasional

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kepala Dinas Ketahanan pangan dan pertanian kabupaten Pasuruan Lilik Widji Asri.
Kepala Dinas Ketahanan pangan dan pertanian kabupaten Pasuruan Lilik Widji Asri.

i

SURABAYAPAGI.COM, Pasuruan - Meskipun dari segi pangsa pasar cukup bagus dan banyak digemari para pecinta buah yang harus rela antri untuk membelinya, Pemerintah Kabupaten Pasuruan tetap intens mempromosikan Duku Rejoso. Diantaranya dilakukan dengan mempopulerkannya melalui beragam publikasi di media online, baik yang diunggah di website maupun membagikan beragam konten di beberapa media sosial.  

Kata Pelaksana Harian (Plh.) Bupati Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko, upaya branding buah bercitarasa manis segar tersebut terus dioptimalkan. Menjadikannya sebagai buah lokal unggulan kebanggaan Kabupaten Pasuruan dengan keotentikan rasa manis yang tidak dijumpai pada buah Duku dari daerah lainnya adalah tujuannya.

"Pemkab Pasuruan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian terus memperkenalkan potensi Duku Rejoso agar lebih dikenal masyarakat. Termasuk juga melibatkan Pak Camat Rejoso dalam menginisiasi Desa-desa lainnya supaya warganya mau mengembangkan budidaya Duku. Sehingga lebih banyak lagi yang akan menanamnya," ujarnya disela-sela kunjungannya di areal kebun Duku milik salah satu warga Desa Pandanrejo, Kecamatan Rejoso, Jumat (26/4/2024).

Ditambahkannya, tingginya permintaan Duku "Repas", akronim dari "Rejoso Pasuruan" tersebut masih tidak diimbangi dengan tingkat produktivitas buah yang dihasilkan di seluruh kebun yang tersebar di beberapa Desa di Kecamatan Rejoso. Praktis, banyak calon pembeli yang harus rela mengantri untuk mendapatkannya. Kondisi itu juga yang kemudian mendorong Pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk melakukan persuasi terhadap warga di daerah penghasil Duku agar tertarik untuk ikut menanamnya.

Didampingi oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lilik Widji Asri, Camat Rejoso Alfian Fakhrudin Kurdiamsyah dan Perangkat Desa Pandanrejo, Plh. Bupati Pasuruan berkesempatan berinteraksi dengan beberapa petani Duku yang sedang mengunduh hasil panennya. Mencari tahu kendala yang dihadapi dalam membudidayakan buah eksotik kaya vitamin C tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan menanam bibit buah Duku di sekitar pohon produktif, bantuan dari PT Cheil Jedang Indonesia melalui program Corporate Social Responsibility-nya.

"Potensi Duku Rejoso yang rasanya manis, berbiji kecil dan berdaging tebal ini luar biasa. Karena itu harus terus kita kembangkan bersama-sama. Selain melakukan sosialisasi ke warga supaya tertarik membudidayakannya untuk memenuhi tingginya permintaan buah Duku dari para konsumen, Pemkab Pasuruan juga bekerjasama dengan perusahaan di area Rejoso. Diantaranya dirupakan dalam bentuk pembelian bibit tanaman Duku yang sekarang ini kita tanam di kebun," ujarnya dengan bersemangat.

Diketahui, potensi buah tropis yang penampakan sekilasnya mirip dengan buah Langsep itu banyak ditanam di beberapa Desa di Kecamatan Rejoso. Seperti di Desa Pandanrejo dengan jumlah tanaman yang menghasilkan sebanyak 300 pohon dan produktivitas hasil panen antara 50-250 kg/pohon. Di Desa Kawisrejo, jumlah tanaman yang menghasilkan 63 pohon dengan produktivitas 100-200 kg/pohon.

Sedangkan di Desa Ketegan, jumlah tanaman yang menghasilkan 75 pohon dengan produktivitas 50-100 kg/pohon. Di Desa Sadengrejo, jumlah tanaman yang menghasilkan 25 pohon dengan produktivitas 100-300 kg/pohon. Tidak hanya di situ saja. Duku super manis juga dibudidayakan di Desa Rejoso Kidul dengan jumlah tanaman 53 pohon dan produktivitas 50-100 kg/pohon. Hik

Berita Terbaru

Gus Qowim Ajak Guru di Kota Kediri Mendidik dengan Hati, Menuntun dengan Akhlak

Gus Qowim Ajak Guru di Kota Kediri Mendidik dengan Hati, Menuntun dengan Akhlak

Senin, 14 Sep 2026 17:19 WIB

Senin, 14 Sep 2026 17:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Pendidikan tidak hanya tentang seberapa banyak ilmu yang diberikan kepada anak, tetapi juga bagaimana ilmu tersebut ditanamkan…

Jurnalis Mojokerto Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan Hilang Saat Liput Anak Krakatau

Jurnalis Mojokerto Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan Hilang Saat Liput Anak Krakatau

Senin, 14 Sep 2026 16:46 WIB

Senin, 14 Sep 2026 16:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Keprihatinan mendalam atas belum ditemukannya lima wartawan dan tiga kru ekspedisi Anak Krakatau menggugah solidaritas insan pers …

Lawan Persiba di Surajaya, Kans Persela Amankan 3 Poin Cukup Terbuka

Lawan Persiba di Surajaya, Kans Persela Amankan 3 Poin Cukup Terbuka

Senin, 14 Sep 2026 16:45 WIB

Senin, 14 Sep 2026 16:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Skuad Persela Lamongan terus mematangkan persiapan, dan menjaga asa dalam lanjutan laga Penggadaian Championship 2026/2027, saat…

Unit Reskrim Polsek Kepanjenkidul Polres Blitar Berhasil Bekuk pelaku Curanmor

Unit Reskrim Polsek Kepanjenkidul Polres Blitar Berhasil Bekuk pelaku Curanmor

Senin, 14 Sep 2026 15:25 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:25 WIB

SURABAYAPAGI com, Blitar - Polsek Kepanjenkidul Wilayah Hukum Polres Blitar Kota, berhasil ungkap dan tangkap pelaku pencurian motor jenis Honda ADV warna…

Lamongan Night Carnival Tanpa Sound Horeg,  Mampu Menghibur  Masyarakat

Lamongan Night Carnival Tanpa Sound Horeg,  Mampu Menghibur  Masyarakat

Senin, 14 Sep 2026 15:23 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Lamongan Night Carnival (LNC) tahun kedua tanpa sound horeg kembali menyedot animo masyarakat. Bahkan ribuan warga merasa terhibur…

Refleksi Kejadian 5 Wartawan Hilang Kontak, PWI dan IJTI Ingatkan "Tidak ada Berita Seharga Nyawa"

Refleksi Kejadian 5 Wartawan Hilang Kontak, PWI dan IJTI Ingatkan "Tidak ada Berita Seharga Nyawa"

Senin, 14 Sep 2026 15:18 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Bertempat di Pendopo Alun-alun Lamongan, pada Senin (14/9/2026) pagi, sejumlah jurnalis yang tergabung di Persatuan Wartawan…