Urusan Cuan, 3 Warga Ukrania-Rusia Berkolaborasi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Bangun Jaringan Bisnis Narkoba Internasional di Bali Gunakan Kitas Investor, Ajak Gembong Narkoba Fredy Pratama 

 

SURABAYAPAGI.COM, Bali - Bareskrim Polri membongkar lab narkoba rahasia atau clandestine lab di sebuah vila kawasan Canggu, Badung, Bali. Menariknya, Lab ini dikendalikan oleh WN Rusia dan Ukraina. Padahal negaranya sedang berperang.

Sumber di Bareskrim Polri, Selasa (14/5/2024) menyebut laboratorium ganja hidroponik dan mephedrone yang diproduksi WN Ukrania dan Rusia tersebut berhubungan dengan laboratorium ekstasi milik Fredy Pratama di Sunter, Jakarta Utara.

Terungkap dari penyidikan, WN Ukraina dan Rusia memasarkan narkoba di Bali secara terselubung. Mereka menggunakan forum darknet sebagai sarana promosi dan penjualannya.

Mereka diketahui memesan biji ganja secara khusus dari Rumania. Jaringan ini juga membangun bunker yang dijadikan laboratorium narkoba.

"Basement didesain sendiri. Kalau kita lihat di dalam, ada ruangan untuk ada bunkernya," kata Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada di Bali, Selasa (14/5/2024).

"(Biji ganja dipesan) dari Rumania, dibawa langsung dari Rumania," tambah Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Mukti Juharsa di Bali.

 

Bahan Pesan dari China melalui Marketplace

Saat ini Polri tengah memburu dua WN Ukraina yang merupakan 'bos' pengendali jaringan.

"Dalam proses pengejaran dan sudah diajukan pencekalan ke Ditjen Imigrasi, ada dua WN Ukraina yang berperan sebagai pengendali," kata Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada di Bali, Selasa (14/5/2024).

Dua WN Ukraina DPO Polri tersebut adalah RZ dan OK. Sementara untuk bahan-bahan pembuatan mephedrone, para tersangka memesannya dari China melalui marketplace.

 

Saudara Kembar WN Ukraina

Dua tersangka merupakan saudara kembar WN Ukraina bernama Ivan Volovod (IV) dan Mikhayla Volovod (MV). Sementara satu WN Rusia, yakni Konstantin Krutz.

Warga Rusia ini berperan sebagai pengedar yang memasarkan ganja hidroponik dan mephedrone.

Untuk urusan cuan narkoba, Ivan dan Mikhayla berperan sebagai pengendali clandestine lab Sementara Konstantin Krutz ditangkap di Gianyar.

Ketiga WNA tersebut diketahui memegang kartu izin tinggal terbatas (kitas) investor.

Tiga orang WNA yang ditangkap terkait jaringan 'hydra' ini. Ketiganya ialah dua bersaudara kembar WN Ukraina Ivan Volovod (IV) dan Mikhayla Volovod (MV), serta Konstantin Krutz (WN Rusia).

Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada, mengungkapkan ketiga tersangka memiliki peran yang berbeda.

Tersangka Ivan Volovod dan Mikhayla Volovod berperan sebagai peracik sekaligus pengendali.

"Keduanya ini (IV dan MV) berperan sebagai pengendali clandestine laboratorium di Vila Sunny. Mereka juga yang memproduksi dan mengendalikan, sekaligus peracik," kata Wahyu.

Sementara tersangka Konstantin Krutz berperan sebagai pengedar yang memasarkan ganja hidroponik dan mephedrone yang diproduksi oleh 2 WN Ukraina. Jaringan ini mendirikan laboratorium narkoba rahasia di basement vila tersebut. Di sana, mereka memproduksi mephedrone dan juga ganja hidroponik.

 

Modus Operandinya

Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada mengungkapkan modus operandi jaringan yang menamakan diri 'Hydra Indonesia' ini menggunakan teknologi digital. Mulai dari tahapan produksi, distribusi hingga transaksi dilakukan melalui dunia nyata maupun dunia digital.

"Pemasarannya menggunakan jaringan 'Hydra Indonesia' melalui darknetforum2road.cc melalui aplikasi Telegram Bot. Beberapa grup Telegram yaitu Bali Hydra Bot, Cannashop Robot, Bali Cristal Bot, Hydra Indonesia Manager dan Mentor Cannashop," kata Komjen Wahyu.

 

Barang Bukti Rp 11,5 Miliar

Dalam kasus ini, Bareskrim Polri menyita sejumlah barang bukti di antaranya adalah alat cetak ekstasi, hydroponic ganja sebanyak 9,7 kilogram, mephedrone sebanyak 437 gran, ratusan kilogram berbagai jenis bahan kimia prekusor pembuatan narkoba jenis mephedrone dan ganja hidroponik, serta berbagai macam peralatan lab pembuatan mephedrone dan hydroponic ganja.

Selain itu, disita pula barang bukti ganja sebanyak 382,19 gram, hashis sebanyak 484,92 gram, kokainsebanyak 107,95 gram, dan mephedrone sebanyak 247,33 gram.

"Berhasil mengungkap clandestine laboratorium hidroponik ganja dan mephedrone jaringan Hydra Indonesia serta melakukan penangkapan terhadap DPO clandestine laboratorium narkoba ekstasi Sunter Bali dan menangkap 4 orang tersangka, terdiri dari 2 tersangka WN Ukraina, 1 tersangka WN Rusia, dan satu orang WNI," kata Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada dalam jumpa pers di lokasi, Senin (13/5/2024).

 

Transaksi Pakai Kripto

Bareskrim Polri membongkar laboratorium narkoba rahasia (clandestine lab) di vila di kawasan Badung, Bali, yang dikendalikan kembar bersaudara WN Ukraina. Mereka menggunakan kripto sebagai alat transaksi.

"Pembayarannya atau transaksinya menggunakan mata uang kripto atau cryptocurrency (bitcoin)," kata Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada dalam jumpa pers di Badung, Bali, Senin (13/6).

Atas perbuatannya itu, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 113 ayat (2), Pasal 112 ayat (2), lebih subsider pasal 129 huruf A dan Pasal 111 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal hukuman mati serta denda minimal Rp 1 miliar dan maksimal Rp 10 miliar," tutur Wahyu. n erc/jk/dp/rmc

Berita Terbaru

Perkuat Kepedulian Sosial, Pemkab Trenggalek Bedah 17 Rumah Tak Layak Huni

Perkuat Kepedulian Sosial, Pemkab Trenggalek Bedah 17 Rumah Tak Layak Huni

Selasa, 18 Agu 2026 11:06 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 11:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek, kembali…

Masuki Musim Panen 2026, Pemkab Pamekasan Pantau Pembelian Tembakau

Masuki Musim Panen 2026, Pemkab Pamekasan Pantau Pembelian Tembakau

Selasa, 18 Agu 2026 10:59 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 10:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Memasuki musim panen 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, mulai memantau pembelian tembakau di sejumlah pabrikan di…

One Freeport, Semangat Bangkit dari Timur untuk Indonesia

One Freeport, Semangat Bangkit dari Timur untuk Indonesia

Selasa, 18 Agu 2026 10:29 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 10:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Semangat kemerdekaan menggema dari timur Indonesia. Keluarga besar PT Freeport Indonesia (PTFI) memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan R…

Dua Oknum Polisi Gresik Peras Warga dengan Dalih Judol, Nyaris Jadi Sasaran Amuk Massa

Dua Oknum Polisi Gresik Peras Warga dengan Dalih Judol, Nyaris Jadi Sasaran Amuk Massa

Selasa, 18 Agu 2026 10:28 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 10:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Dugaan praktik pemerasan oleh oknum aparat kembali mencoreng citra kepolisian di Kabupaten Gresik. Apalagi perilaku buruk ini d…

GOTO Dikeluarkan dari Indeks MSCI

GOTO Dikeluarkan dari Indeks MSCI

Selasa, 18 Agu 2026 08:05 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 08:05 WIB

SURABAYAPAGI.com – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengakui pengumuman rebalancing atau penyesuaian ulang konstituen saham indeks MSCI menjadi kabar yang k…

BI Terbitkan Kartu Kredit Indonesia

BI Terbitkan Kartu Kredit Indonesia

Selasa, 18 Agu 2026 08:02 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 08:02 WIB

SURABAYAPAGI.com – Bank Indonesia (BI) dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) resmi menerbitkan salah satu opsi pembayaran dengan fasilitas kredit b…