Terus Dikebut, Rehabilitasi Pasar Ikan Hias Kota Blitar Capai 24 Persen

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Progres pengerjaan rehabilitasi Pasar Ikan Hias Kota Blitar yang terus dikebut hingga mencapai 24 persen. SP/ BLT
Progres pengerjaan rehabilitasi Pasar Ikan Hias Kota Blitar yang terus dikebut hingga mencapai 24 persen. SP/ BLT

i

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Pengerjaan rehabilitasi Pasar Ikan Hias Kota kini sudah mencapai 24 persen. Progres pembangunan tersebut terus dikebut dan diharap selesai digarap akhir November 2024 mendatang.

"Targetnya, akhir November 2024, pembangunan sudah selesai. Saat ini progres pembangunan masih mencapai 24 persen. Mumpung cuaca baik, tidak hujan, kami minta pekerjaan dimaksimalkan," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar, Dewi Masitoh, Kamis (08/08/2024).

Dikatakannya, sesuai perencanaan, konsep pembangunan Pasar Ikan Hias dibuat los di bagian tengah. Selain itu, pasar ini juga akan dilengkapi dengan gazebo yang dapat digunakan untuk menggelar bursa maupun kontes ikan hias skala nasional. Gazebo ini akan menjadi fasilitas penting mengingat Blitar setiap dua tahun sekali menjadi tuan rumah kontes ikan hias piala Presiden.

"Kami sudah sampaikan ke pelaksana, kalau perlu tambah pekerja ya ditambah saja agar pekerjaan selesai sesuai jadwal. Sehingga, nanti lebih representatif baik secara tempat dan lahan parkirnya. Karena, selama ini, ketika menggelar kontes, lahan parkirnya kurang," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Blitar, Santoso mengungkap, progres pembangunan Pasar Ikan Hias sudah sesuai target. Tapi, ia meminta agar progres pekerjaan ditingkatkan lagi.

"Progres pembangunannya sudah sesuai target. Kami minta terus ditingkatkan. Pagu anggaran rehab Pasar Ikan Hias sekitar Rp 2,3 miliar dan setelah dilelang kontraknya jadi Rp 1,7 miliar," ujarnya. 

Sehingga, diharapkan dengan adanya perkembangan positif ini, pembangunan Pasar Ikan Hias Kota Blitar yang nantinya segera rampung dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi para pedagang serta masyarakat Blitar secara keseluruhan. bl-01/dsy

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…