Diguyur Hujan Angin, Pepohonan di Tulungagung Roboh Timpa Rumah Warga

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petugas BPBD Tulungagung saat melakukan evakuasi pemotongan pohon tumbang di ruas jalan Tulungagung - Blitar. SP/ TLG
Petugas BPBD Tulungagung saat melakukan evakuasi pemotongan pohon tumbang di ruas jalan Tulungagung - Blitar. SP/ TLG

i

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Wilayah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur diterjang hujan campur angin yang membuat sejumlah pepohonan roboh hingga ada yang menimpa salah satu rumah warga disekitar.

Meski belum merata, cuaca ekstrem tersebut dilaporkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terjadi sejak, Sabtu (02/11/2024) kemarin. Diawali dengan turun hujan dengan intensitas tinggi atau deras. 

"Kejadiannya didahului adanya hujan deras disertai angin kencang dan menyebabkan pohon sengon dan trembesi roboh menimpa rumah warga," kata Kapolres AKBP Muhammad Taat Resdi melalui Kasihumas Polres Tulungagung, Ipda Nanang Murdianto, Senin (04/11/2024). 

Sedangkan peristiwa pohon yang menimpa rumah warga itu, mengakibatkan dapur rumah yang beratap asbes tertimpa pohon tumbang jenis sengon dengan diameter 30 cm milik Sukatin. "Di lokasi ini tidak ada korban jiwa namun ada kerugian material," imbuhnya. 

Sedangkan untuk pohon tumbang di sekitar jalan, tim BPBD Tulungagung terjun langsung ke area pohon tumbang di ruas jalan raya yang berada di Desa Srikaton, Kecamatan Ngantru. Pohon yang tumbang tersebut diketahui sudah lapuk, sehingga mudah roboh ketika terkena angin kencang.

Pohon setinggi hampir tiga meter yang melintang menutup lebih dari separuh ruas jalan itu, hingga mengakibatkan kemacetan itu akan segera dievakuasi. Proses evakuasi memakan waktu sekitar satu jam, meskipun warga turut membantu.

Diketahui, hingga saat ini, BPBD hanya menerima laporan pohon tumbang di Desa Srikaton dan belum ada laporan dari wilayah lain. Pihaknya juga turut mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan menjauhi pohon-pohon yang sudah lapuk saat hujan deras terjadi. tl-01/dsy

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…