Jaring Aspirasi Masyarakat

Ketua DPRD Surabaya Dorong Tambah Kuota Beasiswa “Pemuda Tangguh” hingga Perbaikan Rutilahu

author Al Qomaruddin

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono saat menggelar Reses di kawasan Rungkut, Sukolilo, Wonocolo, Sukolilo, Gununganyar, Mulyorejo dan kecamatan Bulak.
Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono saat menggelar Reses di kawasan Rungkut, Sukolilo, Wonocolo, Sukolilo, Gununganyar, Mulyorejo dan kecamatan Bulak.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Surabaya melakukan penjaringan aspirasi masyarakat atau Reses. Para legislator bertemu warga masyarakat di berbagai wilayah Surabaya untuk menjaring berbagai usulan pembangunan dari masyarakat di Kota Pahlawan. Penjaringan aspirasi juga menyerap berbagai masukan dan problem yang harus dicarikan solusinya.

Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono, turun ke berbagai kampung terutama di kawasan Rungkut, Sukolilo, Wonocolo, Sukolilo, Gununganyar, Mulyorejo dan kecamatan Bulak. Ia menyampaikan pembangunan seperti sarana dan prasarana kampung, seperti perbaikan jalan atau pavingisasi, pembenahan saluran air, penerangan jalan umum, pemfungsian balai RW, dan lain sebagainya.

“Kota Surabaya berkembang sedemikian maju karena partisipasi masyarakat, gotong royong warga, yang berlangsung luar biasa. Keterlibatan warga masyarakat menunjukkan rasa memiliki atau handarbeni terhadap lingkungannya, terhadap kampungnya. Sehingga pembangunan di semua lini digerakkan dengan semangat besar,” ujar Adi di Wonocolo.

Dikatakan, usulan pembangunan dan masukan warga masyarakat akan menjadi bahan baku kebijakan di Kota Surabaya. Ia memuji peran aktif pengurus-pengurus kampung dan kader Surabaya hebat (KSH) dalam mendeteksi berbagai problem sosial di wilayahnya. Sehingga angka kemiskinan dan balita stunting terus ditanggulangi dan angkanya dapat ditekan turun.

Pada tahun anggaran 2025, kekuatan APBD Kota Surabaya sebesar Rp 12,3 triliun. Ini diantaranya terdistribusi ke berbagai urusan pemerintahan. Terbesar untuk mengawal kebijakan pendidikan gratis di level SD negeri dan SMP negeri. “Bagi pelajar yang berasal dari keluarga tidak mampu, diberikan bantuan seragam gratis. Juga diberikan beasiswa Pemuda Tangguh bagi pelajar SMA/SMK negeri dan swasta. Kita berharap, anak-anak para pelajar dapat mewujudkan masa depan yang lebih baik,” kata Adi.

Di bidang kesehatan, Kota Surabaya telah menerapkan pelayanan berbasis KTP yang dibiayai APBD melalui BPJS PBI. Rumah sakit baru didirikan di kawasan Surabaya timur. Diharapkan selesai 2024, dan beroperasi di tahun 2025. Juga akan dibangun rumah sakit Surabaya selatan tahun 2025. Direncanakan, Pemkot Surabaya punya 4 rumah sakit termasuk RSUD Dr. Soewandhi dan RSUD Bhakti Dharma Husada (RS BDH). 

“Ini bakal mengatasi sejumlah hambatan dalam pelayanan kesehatan, karena mengurangi tumpukan pasien,” kata Adi.

Adi menerima berbagai masukan masyarakat. Seperti disampaikan Soleh Sutrisno, warga di Tenggilis Mejoyo, yang mengadukan perbaikan jalan melalui pavingisasi dan perbaikan saluran air lewat pemasangan u ditch. “Sudah cukup lama diajukan, tetapi hanya diukur-ukur saja,” kata Soleh.

Warga yang lain, Mohammad Rois, mengeluhkan pembenahan Pasar Kendangsari di bawah PD Pasar. “Pasarnya sampai meluber di jalan raya dan mengganggu pengguna jalan. Tolong segera dibenahi sarana dan prasarana pasar,” kata Rois.

Adi juga menerima aspirasi dari Adel, pelajar SMK negeri. Sebagai penerima manfaat beasiswa Pemuda Tangguh, Adel merasa terbantu. Ia mengusulkan kuota penerima beasiswa ditambah agar banyak pelajar merasakan manfaatnya. “Selain itu, apakah beasiswa ini bisa diteruskan sampai perguruan tinggi?” kata Adel.

Di Wonokusumo, Adi Sutarwijono mendapat pengakuan warga masyarakat yang terbantu dengan program pembenahan rumah tidak layak huni dan pembangunan jamban.

“Saya mengusulkan, agar jumlah rumah penerima manfaat pembenahan rumah dan pembangunan jamban supaya ditambah. Agar semakin warga tidak mampu yang bisa menerima manfaatnya,” kata Yasin.

Di Bulak, ada warga masyarakat yang mengeluhkan administrasi kependudukan. “Pindah alamat kartu keluarga atau pecah kartu keluarga (KK) kok sulit ya? Terbentur syarat kepemilikan persil untuk alamat baru,” Riki, seorang ibu rumah tangga.

Adi Sutarwijono menerima berbagai macam aspirasi, keluhan, dan masukan dari warga masyarakat berbagai kalangan. Ditampung dan dicarikan pemecahannya. Disampaikan, anggota DPRD Kota Surabaya senantiasa terbuka terhadap pengaduan dan usulan masyarakat. 

“Usulan pembangunan fisik, disampaikan kepada Pemkot Surabaya sebagai program pemerintahan. Terkait temuan problem di masyarakat, diharapkan sebagai feedback atau koreksi warga untuk perbaikan ke depan,” kata Adi.

Ia mengingatkan untuk mengawal keberlanjutan pembangunan di Kota Surabaya. Sebentar lagi, kota ini punya gawe besar. Yakni, pemilihan kepala daerah-wakil kepala daerah pada hari-H coblosan, Rabu 27 November 2024.

“Kita semua beramai-ramai datang ke TPS-TPS terdekat. Kita pergunakan hak suara kita di bilik-bilik suara. Jangan sampai golput!” kata Adi Sutarwijono. Alq

Berita Terbaru

Menabung Harapan, Menimbang Keadilan: Masa Depan Dana Haji Indonesia

Menabung Harapan, Menimbang Keadilan: Masa Depan Dana Haji Indonesia

Jumat, 30 Okt 2026 14:10 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 14:10 WIB

BPKH menghadapi tantangan menjaga keamanan dan keberlanjutan dana, sementara nilai manfaat membantu membiayai haji dan memunculkan pertanyaan tentang hak jemaah…

AICECS UNAIR: Menjelajahi Keberagaman Budaya Indonesia dari Surabaya

AICECS UNAIR: Menjelajahi Keberagaman Budaya Indonesia dari Surabaya

Jumat, 30 Okt 2026 13:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 13:20 WIB

SURABAYAPAG.com, Surabaya - Universitas Airlangga sedang menggelar event AICECS, Airlangga International Cultural Environmental Community Service sebagai wadah…

45 Lapak PKL di Telaga Ngebel Ponorogo Terancam Dibongkar, Pedagang Keluhkan Minim Sosialisasi

45 Lapak PKL di Telaga Ngebel Ponorogo Terancam Dibongkar, Pedagang Keluhkan Minim Sosialisasi

Jumat, 30 Okt 2026 13:17 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 13:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo – Sebanyak 45 tempat usaha milik pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Telaga Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, terancam d…

Pegiat Lingkungan Desak Eksplorasi Geotermal Ngebel Dihentikan, Khawatir Picu Krisis Air

Pegiat Lingkungan Desak Eksplorasi Geotermal Ngebel Dihentikan, Khawatir Picu Krisis Air

Jumat, 30 Okt 2026 13:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 13:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo – Rencana eksplorasi panas bumi atau geotermal di Dukuh Brambang Rt 01 Rw 01 Desa Gondowido Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, J…

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…