Puluhan Pengelola Koperasi Kota Mojokerto Dilatih SAK-EP

author Dwi Agus Susanti

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui sektor koperasi. Sebanyak 63 pengelola koperasi dari berbagai unit di Kota Mojokerto mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat (SAK-EP) yang digelar di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT), Kamis (3/7).

Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari terbitnya Peraturan Menteri Koperasi dan UKM Nomor 2 Tahun 2024, yang mewajibkan KSP/USP Koperasi, KSPPS/USPPS Koperasi, serta koperasi sektor riil untuk menerapkan kebijakan akuntansi koperasi berbasis SAK-EP.

"Kami ingin koperasi ini bisa menjadi penguat ekonomi kerakyatan di Kota Mojokerto. Dengan SDM yang terlatih dan tata kelola keuangan yang lebih baik, koperasi akan menjadi sokoguru ekonomi masyarakat,” tutur Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari.

Sebelumnya, laporan keuangan koperasi menggunakan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK-ETAP). Namun, seiring perkembangan regulasi, standar tersebut kini menjadi SAK-EP.

"Tentu semangatnya, pemerintah ingin menjadikan sistem pelaporan keuangan koperasi lebih sederhana dan mudah. Oleh karena itu harapannya pengelola koperasi paham dan bisa mengimplementasikan," tambah Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota.

Lebih lanjut, Ning Ita menegaskan bahwa menjaga laju pertumbuhan ekonomi bukanlah hal yang mudah, terlebih di tengah kondisi ekonomi global yang fluktuatif.

"Kalau dilihat dari struktur PDRB, sektor yang menjadi pendukung kekuatan ekonomi kita sangat terbatas. Oleh karena itu, saya sangat concern terhadap pengembangan koperasi sebagai pilar ekonomi lokal," tegasnya.

Melalui pelatihan ini, Pemkot Mojokerto menunjukkan komitmen untuk terus memberikan pendampingan dan penguatan kapasitas bagi koperasi. Harapannya, koperasi di Kota Mojokerto semakin profesional dan mampu menjadi motor penggerak percepatan ekonomi kerakyatan. Dwi

Berita Terbaru

Apresiasi Laporan Komisi E DPRD Jatim, BPBD Sebut Anggaran Pos Mie Instan di RAPBD 2027 Masih Input Awal

Apresiasi Laporan Komisi E DPRD Jatim, BPBD Sebut Anggaran Pos Mie Instan di RAPBD 2027 Masih Input Awal

Senin, 02 Nov 2026 09:29 WIB

Senin, 02 Nov 2026 09:29 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SIDOARJO- Laporan Komisi E DPRD Jawa Timur terhadap usulan anggaran BPBD Jawa Timur pada Rancangan APBD 2027 dalam Rapat Paripurna DPRD…

Fraksi PDI-P Kritisi Anggaran Bencana, Bunda Renny : Libatkan UMKM dan Petani Terdekat

Fraksi PDI-P Kritisi Anggaran Bencana, Bunda Renny : Libatkan UMKM dan Petani Terdekat

Senin, 02 Nov 2026 09:22 WIB

Senin, 02 Nov 2026 09:22 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya- Belanja logistik untuk penanganan korban bencana di Jawa Timur mendapat atensi Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Wara Sundari…

33 Negara Bingung Mentan Jamin Stok Pangan Ri Aman

33 Negara Bingung Mentan Jamin Stok Pangan Ri Aman

Senin, 02 Nov 2026 07:31 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:31 WIB

SURABAYAPAGI.com - Alhamdulillah, kita patut bersyukur. Di saat dunia sedang menghadapi ketegangan geopolitik, ancaman krisis pangan dan gangguan rantai pasok,…

Menekraf Dorong Desa jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Menekraf Dorong Desa jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Senin, 02 Nov 2026 07:29 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:29 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf ) Teuku Riefky Harsya mendorong pengembangan potensi desa sebagai sumber pertumbuhan ekonomi kreatif baru,…

Bursa Kripto OKX Siapkan Ganti Rugi hingga Rp 8,19 Miliar jika Ada Peretasan

Bursa Kripto OKX Siapkan Ganti Rugi hingga Rp 8,19 Miliar jika Ada Peretasan

Senin, 02 Nov 2026 07:27 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:27 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bursa aset kripto global OKX merayakan empat tahun pelaksanaan program Proof of Reserves (PoR) bulanan dengan menerbitkan 48 laporan…

10 Negara dengan Biaya Makan Termahal

10 Negara dengan Biaya Makan Termahal

Senin, 02 Nov 2026 07:25 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:25 WIB

SURABAYAPAGI.com - Uang sebesar US$ 20 atau sekitar Rp 362.543 (kurs Rp 18.127 per US$) yang hanya cukup untuk membeli satu porsi makan di restoran sederhana…