SURABAYA PAGI, Madiun – Suasana haru menyelimuti Gedung Graha Dewanto Lanud Iswahjudi, Madiun, Minggu (13/7/2025), saat 270 siswa resmi diterima sebagai taruna dan taruni Angkatan VIII/59 SMA Negeri 3 Taruna Angkasa Jawa Timur di Madiun.
Upacara serah terima ini menandai awal masa pendidikan berasrama selama tiga tahun dengan penekanan pada kedisiplinan, karakter, dan integritas. Para siswa langsung memasuki masa basis selama tiga bulan—masa pembinaan fisik, mental, dan pengenalan lingkungan sekolah tanpa komunikasi langsung dengan orang tua.
Kepala SMA Negeri 3 Taruna Angkasa, Agus Supriyono, menegaskan bahwa masa basis merupakan tahapan penting dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan.
Agus Supriyono menyampaikan bahwa para siswa yang telah diterima akan langsung memasuki masa basis selama tiga bulan, sebagai bentuk pembinaan awal untuk membentuk karakter disiplin dan jiwa kepemimpinan. Selama masa ini, para taruna dan taruni akan tinggal di asrama, menjalani pendidikan fisik dan mental yang intensif, serta tidak diperbolehkan berkomunikasi langsung dengan orang tua.
“Masa basis ini penting untuk membentuk karakter awal. Mereka akan digembleng melalui kegiatan fisik, pelatihan dasar kemiliteran, hingga pengenalan peraturan sekolah. Semua kebutuhan akan ditanggung sekolah, dan komunikasi hanya melalui wali kelas,” ujar Agus.
Setelah tiga bulan, para siswa akan mengikuti prosesi pembaretan. Baru setelah itu mereka diperbolehkan menerima kunjungan dari orang tua, dengan jadwal yang telah ditentukan, yakni sebulan sekali.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Madiun, Lena, mengapresiasi sistem pendidikan sekolah ini. Menurutnya, dari 904 pendaftar, hanya 270 yang lolos seleksi, menunjukkan tingginya animo masyarakat. “Sistemnya tertata dan sesuai regulasi,” ujarnya.
Perwakilan Komandan Lanud Iswahjudi, Letkol Adm Andik Hardianto, dalam sambutannya menekankan pentingnya integrasi antara kurikulum nasional dan pembinaan karakter keangkasaaan. Ia juga mengapresiasi kepercayaan orang tua dalam menitipkan anak-anak mereka di sekolah ini.
Momen serah terima ini juga dipenuhi kisah emosional dari para orang tua. Maksum, dari Jakarta, menyebutkan bahwa keputusan menyekolahkan anaknya di SMA Taruna Angkasa didasari sistem yang tertata dan biaya yang terjangkau. “Tiga bulan tanpa komunikasi adalah awal pembentukan karakter anak,” ungkapnya.
Senada, Fairuz Firdaus dari Kalimantan Tengah berharap anaknya diberkahi dalam menempuh pendidikan di sekolah ini. “Meski berat melepas, kami yakin ini jalan terbaik,” katanya.
Eko Bandono, warga Ngawi, pun menyatakan hal serupa. Ia percaya putrinya akan dibentuk menjadi pribadi tangguh dan disiplin. “Sekolah ini dikenal mencetak lulusan berkarakter kuat,” ucapnya.
Setelah masa basis berakhir, para taruna-taruni akan menjalani pembaretan dan diperbolehkan menerima kunjungan orang tua setiap bulan. Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pun berlangsung selama lima hari ke depan. (man)
Editor : Redaksi