SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Ngawi, geliat sektor pertanian per Agustus 2025 mengalami surplus dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Diketahui, sepanjang Mei hingga Agustus tahun 2025, hasil produksi padi di wilayah ini tercatat meningkat cukup signifikan. Produksi padi tahun ini mencapai 276.081 ton Gabah Kering Giling (GKG). Angka tersebut naik sekitar 5.855 ton dari capaian tahun 2024 yang sebesar 270.226 ton GKG. Selain itu, luas panen juga mengalami peningkatan.
"Tahun ini luas panen mencapai 45.643 hektar, naik dibanding tahun lalu yang berada di angka 43.250 hektar," ungkap Kepala Bidang Tanaman Pangan DKPP Ngawi, M. Hasan Zunairi, Senin (22/09/2025).
Dengan demikian, surplus luas panen mencapai 2.393 hektar. Dari sisi produktivitas, hasil panen rata-rata juga membaik. Tahun 2024 produktivitas mencapai 6,38 ton per hektar, sementara tahun ini meningkat menjadi 6,48 ton per hektar.
Lebih lanjut, peningkatan tersebut tidak lepas dari berbagai faktor pendukung. Salah satunya, adanya percepatan tanam yang menjadi program pemerintah pusat mendorong petani lebih teratur dalam mengelola jadwal tanam, sehingga hasil panen lebih maksimal.
Selain itu, keberadaan kebijakan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah turut memberikan dorongan semangat bagi petani dalam meningkatkan produksi. Ditambah juga kontribusi program Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PRLB) semakin mendongkrak produksi gabah.
"Dengan adanya kepastian harga, petani merasa lebih terlindungi. Ditambah adanya Program PRLB juga membuat ekosistem tanah semakin sehat dan berkelanjutan, sehingga pertumbuhan padi di Ngawi tetap terjaga dengan baik," ungkapnya.
Perlu diketahui, adanya peningkatan hasil panen tahun 2025 ini menjadi sinyal optimisme. DKPP Ngawi berharap tren positif tersebut dapat terus dipertahankan sekaligus memberi kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan daerah maupun nasional di masa mendatang. md-01/dsy
Editor : Desy Ayu