Wali Kota Eri Cahyadi Kerahkan Mobil PMK Percepat Aliran Air saat Hujan Deras

author Al Qomaruddin

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Mobil PMK terus dikerahkan oleh Pemkot Surabaya untuk mempercepat Aliran air saat hujan deras dalam sepekan.
Mobil PMK terus dikerahkan oleh Pemkot Surabaya untuk mempercepat Aliran air saat hujan deras dalam sepekan.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan mobil PMK dikerahkan untuk membantu mempercepat aliran air saat hujan deras mengguyur kota. Setidaknya terdapat 28 unit mobil PMK yang disiagakan pemkot di berbagai titik rawan genangan setiap kali hujan turun.

"Kita punya 28 unit, keluar semua setiap hujan. Dan ini semoga sampai akhir November kita bisa mengatasi itu, sehingga ketika ini jadi semua, bisa selesai,"  kata Eri dalam keterangan tertulis, Rabu (12/11/2025).

Eri menyebutkan sejumlah kawasan yang selama puluhan tahun kerap dilanda banjir, kini mulai terbebas dari genangan setelah sistem drainase diperbaiki.

"Saya kasih contoh di Pakal, puluhan tahun banjir, 30 tahun bisa selesai. Yang namanya Dukuh Kupang itu lima puluh tahun, hari ini bisa selesai, tidak banjir," ungkapnya.

Kini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya mengoptimalkan berbagai langkah penanganan banjir dan genangan menjelang puncak musim hujan yang diperkirakan terjadi pada Januari hingga Februari 2026. Fokus utama diarahkan pada percepatan proyek drainase dan pemeliharaan infrastruktur pengendali air di seluruh wilayah Surabaya.

Menurutnya, beberapa kawasan yang selama puluhan tahun menjadi langganan banjir kini mulai terbebas dari genangan setelah perbaikan sistem drainase. “Saya kasih contoh di Pakal, puluhan tahun banjir, 30 tahun bisa selesai. Yang namanya Dukuh Kupang itu lima puluh tahun, hari ini bisa selesai, tidak banjir,” tutur Cak Eri, sapaan lekat Wali Kota Surabaya.

Selain di kawasan Pakal, Pemkot Surabaya juga menyiapkan penanganan serupa di wilayah Sukomanunggal pada tahun depan. Cak Eri berharap masyarakat dapat bekerja sama agar pembangunan saluran baru berjalan lancar.

"Kayak di Kecamatan Sukomanunggal itu (warga) tidak mau dibuatkan saluran, akhirnya banjir. Makanya saya bilang tahun depan (warga) harus mau. Bagaimana camat dan lurah bisa meyakinkan bahwa ketika dibuatkan saluran maka tidak menjadikan banjir,” tegasnya.

Ia optimistis rampungnya proyek-proyek drainase tahun ini akan membuat banyak wilayah terbebas dari genangan. “Saya mohon doanya warga Surabaya, insyaallah November selesai, maka ada kawasan-kawasan yang terbebas banjir. Nanti di tahun depan kita lakukan lagi untuk per-kawasan,” imbuhnya

Sebagai bagian dari langkah penanganan, Cak Eri bahkan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik genangan pada Selasa (5/11). Beberapa lokasi yang dipantau antara lain Jalan Jemursari, Jalan Sidosermo, Jalan Ahmad Yani, Jalan Tidar, Jalan Embong Malang, hingga Jalan Tanjungsari, Kecamatan Sukomanunggal.

Di kawasan Tanjungsari, Cak Eri menemukan beberapa rumah warga berdiri di atas saluran air dan menghambat aliran. “Jangan sampai (bangunan) ada di luar persil. Ini sudah puluhan tahun terus gimana mau bisa menyelesaikan banjir kalau masih ada seperti ini?” ujarnya.

Karena itu, ia meminta camat dan lurah setempat untuk mengimbau warga agar menyesuaikan bangunan sesuai batas tanah yang sah. "Kalau salurannya ditutupi rumah, terus gimana ini. Makanya saya minta tolong Pak Camat dan LPMK, kumpulkan warganya, diingatkan rumahnya harus mundur sesuai dengan surat tanahnya,” tegasnya.

 

Percepat Proyek Drainase

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Syamsul Hariadi hingga hingga awal November 2025, progres pengerjaan proyek drainase sudah mencapai sekitar 70 persen. “Untuk saat ini paket-paket pekerjaan drainase itu sudah 70 persen kita selesaikan. Kemudian yang 20 persen selesai di akhir November, sisanya (proyek besar) insyaallah kita selesaikan di Desember,” paparnya.

Menurut dia, percepatan dilakukan agar seluruh proyek tuntas sebelum puncak musim hujan. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), intensitas hujan tahun ini diprediksi relatif sama dengan tahun sebelumnya, dengan puncak pada Januari-Februari 2026.

Selain mempercepat proyek, Pemkot Surabaya juga memperkuat sistem pompa air dan pembersihan saluran. Saat ini terdapat 76 rumah pompa aktif, dan lima unit tambahan akan beroperasi pada akhir 2025 sehingga total menjadi 81 rumah pompa. "Jumlah petugas di setiap rumah pompa bervariasi antara empat hingga delapan orang, tergantung pada ukuran dan kapasitas pompa,” jelas Syamsul. alq/arl/rmc

Berita Terbaru

Musim Hujan di Kota Probolinggo Diperkirakan Mundur Pertengahan Desember 2026

Musim Hujan di Kota Probolinggo Diperkirakan Mundur Pertengahan Desember 2026

Selasa, 27 Okt 2026 15:19 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 15:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Menjelang prakiraan cuaca yang harusnya memasuki musim penghujan, namun di Kota Probolinggo justru diprediksi mundur. Hujan…

Intens Fasilitasi Pelatihan, Jurus Ning ita Perkuat Kemandirian Penyandang Disabilitas

Intens Fasilitasi Pelatihan, Jurus Ning ita Perkuat Kemandirian Penyandang Disabilitas

Selasa, 27 Okt 2026 15:05 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 15:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Puluhan penyandang distabilitas atau difabel Kota Mojokerto mengikuti pelatihan olahan menu kafe di Gedung PLUT, Kota Mojokerto,…

Ayo Nonton Wayang Kulit di Depan Gedung DPRD Jatim, Lakon Wahyu Jitabsara

Ayo Nonton Wayang Kulit di Depan Gedung DPRD Jatim, Lakon Wahyu Jitabsara

Selasa, 27 Okt 2026 14:53 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 14:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pelestarian budaya tradisional terus dilakukan DPRD Jawa Timur melalui Pagelaran Wayang Kulit DPRD Jatim 2026 gratis dalam…

Cegah Penularan TBC, Dinkes Kota Batu Perkuat TPT Bagi Masyarakat Kontak Erat

Cegah Penularan TBC, Dinkes Kota Batu Perkuat TPT Bagi Masyarakat Kontak Erat

Selasa, 27 Okt 2026 14:44 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 14:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Sebagai upaya menekan risiko penularan, mengingat kontak erat memiliki kemungkinan lebih tinggi terpapar bakteri Tuberkulosis (TBC),…

Pemkab Dukung Aksi Mewarnai Batik Pring Sedapur bagi Anak RA/TK se Magetan

Pemkab Dukung Aksi Mewarnai Batik Pring Sedapur bagi Anak RA/TK se Magetan

Selasa, 27 Okt 2026 14:37 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 14:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Menindaklanjuti adanya rencana kegiatan edukatif “Aksi Mewarnai Gambar Batik Pring Sedapur Anak RA/TK se-Kabupaten Magetan”, Pem…

DPRD Jatim Soroti Kasus Pertalite Tak Dijual saat Stok Masih Ada di Blitar

DPRD Jatim Soroti Kasus Pertalite Tak Dijual saat Stok Masih Ada di Blitar

Selasa, 27 Okt 2026 13:58 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 13:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, menyoroti dugaan penghentian penjualan Pertalite saat stok masih…