Demo Buruh PT Pakerin di LPS Surabaya, Pakuwon Dorong Penyelesaian Lewat Dialog

author Budi Mulyono

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI. COM, Surabaya - Surabaya kembali menjadi panggung aspirasi. Demo buruh PT Pakerin di LPS Surabaya yang digelar di kawasan Embong Malang pada Kamis sore menyorot perhatian publik. Aksi tersebut berlangsung di depan Tunjungan Plaza 5 dan 6, tepat di jantung kawasan bisnis yang dikenal padat aktivitas.

Ratusan massa memadati ruas jalan protokol sekitar pukul 16.45 WIB. Arus lalu lintas yang biasanya mengalir lancar berubah tersendat. Dari lima lajur yang tersedia, hanya dua lajur yang dapat dilalui kendaraan secara bergantian. Dampaknya merambat hingga kawasan Basuki Rahmat dan Tunjungan.

Baik pengendara motor maupun mobil terpaksa memperlambat laju. Sejumlah pekerja perkantoran dan pengunjung pusat perbelanjaan tampak menunggu situasi kembali kondusif. Aksi ini dilakukan buruh PT Pakerin yang berupaya bertemu dengan pihak Lembaga Penjamin Simpanan.

 

Di tengah orasi, terdengar instruksi dari mobil komando berlogo FSPMI.

“ Ayo, perwakilan korlap 5, setiap korlap bawa 10 orang, masuk ke sana (LPS),” kata seorang korlap aksi.

Tak lama berselang, sebanyak 55 perwakilan massa diterima oleh perwakilan LPS di Pakuwon Tower. Setelah pertemuan berlangsung, massa yang sebelumnya memadati jalan mulai menepi dan arus lalu lintas berangsur normal.

 

Pakuwon: Aspirasi Penting, Namun Ketertiban Publik Harus Dijaga

Aksi tersebut berlangsung di kawasan perkantoran dan pusat perbelanjaan milik PT Pakuwon Jati Tbk, termasuk Tunjungan Plaza, Hotel Sheraton, apartemen, dan perkantoran yang berada dalam satu kawasan terpadu.

Pengacara senior Pakuwon Jati Tbk, George Handiwiyanto, menyampaikan empati atas apa yang dialami para buruh. Ia menegaskan bahwa menyampaikan aspirasi merupakan hak setiap warga negara. Namun menurutnya, penyampaian tersebut idealnya tetap mengedepankan dialog dan menjaga ketertiban umum.

“ Saya rasa dengan berdialog lebih efektif ya, karena apa yang dikeluhkan oleh buruh bisa didengar langsung oleh pihak manajemen,” ujar George, Kamis (12/2/2026).

George menilai lokasi aksi yang berada di jalan protokol padat kendaraan berpotensi mengganggu hak masyarakat lain, terutama pengguna jalan dan pekerja di kawasan tersebut.

“ Jangan sampai langkah memperjuangkan hak, tapi juga mengganggu hak yang lain terutama para pengguna jalan. Kami dukung sampaikan aspirasi tapi dengan baik dan benar, serta tidak mengganggu atau membuat gaduh, membuat takut orang lain, terutama pekerja di TP dan pengunjung mal,” kata George.

Ia menambahkan, frekuensi aksi yang berulang di lokasi strategis berisiko menimbulkan keresahan publik dan berdampak pada aktivitas ekonomi warga sekitar.

“Kalau sering demo dan bikin macet, justru masyarakat tidak empati dan simpati, kami pun demikian. Jadi, kami harap sampaikan aspirasi secara bijak, baik, dan benar. Tak perlu sampai membuat macet, apalagi merusak dan membuat resah masyarakat Surabaya,” tuturnya.

 

Ruang Dialog Jadi Harapan Bersama

Peristiwa ini bukan sekadar soal kemacetan atau gangguan aktivitas. Di baliknya terdapat tuntutan buruh yang berharap suara mereka didengar. Di sisi lain, ada kepentingan publik yang perlu dijaga agar tetap dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.

George berharap ke depan, setiap persoalan ketenagakerjaan dapat lebih mengedepankan ruang dialog formal antara perwakilan buruh dan pihak terkait. Dengan begitu, substansi tuntutan tetap tersampaikan tanpa harus menimbulkan dampak luas bagi masyarakat.

Ia juga berharap Kota Surabaya sebagai kota pahlawan tetap menjadi ruang yang aman bagi semua pihak, baik bagi pekerja yang memperjuangkan haknya maupun masyarakat yang menjalankan aktivitas harian.

Aksi buruh PT Pakerin di LPS Surabaya akhirnya berakhir tanpa insiden besar setelah perwakilan massa diterima untuk berdiskusi. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa empati dan komunikasi terbuka menjadi kunci utama dalam menyelesaikan setiap dinamika sosial, khususnya di ruang publik yang padat dan strategis. nbd

Berita Terbaru

Pemuda  24 Tahun Dibekuk Polisi di Rumahnya karena Bikin Petasan

Pemuda  24 Tahun Dibekuk Polisi di Rumahnya karena Bikin Petasan

Rabu, 04 Mar 2026 15:46 WIB

Rabu, 04 Mar 2026 15:46 WIB

SURABAYA PAGI, Blitar- ASP (27) warga Desa Modangan Kec.Nglegok Kabupaten Blitar di buat kaget oleh tamunya yang diikuti perangkat RT desanya pada Hari Selasa…

Buru Combo Diskon 2026, Ratusan Warga Kota Mojokerto Rela Antri Bayar PBB

Buru Combo Diskon 2026, Ratusan Warga Kota Mojokerto Rela Antri Bayar PBB

Rabu, 04 Mar 2026 15:02 WIB

Rabu, 04 Mar 2026 15:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Pasca pemberlakukan combo diskon terkait pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan Perkotaan (PBB-P2). Ratusan warga Kota…

Perkuat Akurasi Data Statistik Kelistrikan, PLN dan BPS Teken Perjanjian Kerja Sama

Perkuat Akurasi Data Statistik Kelistrikan, PLN dan BPS Teken Perjanjian Kerja Sama

Rabu, 04 Mar 2026 14:25 WIB

Rabu, 04 Mar 2026 14:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Sebagai upaya meningkatkan kualitas dan akurasi data statistik bidang kelistrikan, PT PLN (Persero) dan Badan Pusat Statistik (BPS) m…

Wujudkan Masyarakat Sejahtera, Pemkot Mojokerto Salurkan Bansos bagi 243 Penyandang Disabilitas

Wujudkan Masyarakat Sejahtera, Pemkot Mojokerto Salurkan Bansos bagi 243 Penyandang Disabilitas

Rabu, 04 Mar 2026 13:46 WIB

Rabu, 04 Mar 2026 13:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto menyalurkan bantuan sosial kepada 243 penyandang disabilitas, Rabu (4/3), di Rumah Rakyat. Bantuan…

Dedi Irwansyah Dorong Hasil Pajak Kendaraan Bermotor 30% Untuk Bangun Jalan Desa

Dedi Irwansyah Dorong Hasil Pajak Kendaraan Bermotor 30% Untuk Bangun Jalan Desa

Rabu, 04 Mar 2026 13:20 WIB

Rabu, 04 Mar 2026 13:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Ketua Komisi A DPRD Jatim Dedi Irwansyah SPd. Mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk segera membuat banyak program m…

Bupati Madiun Tekankan Penguatan Pilar Sosial dan Ketepatan Sasaran Bantuan

Bupati Madiun Tekankan Penguatan Pilar Sosial dan Ketepatan Sasaran Bantuan

Rabu, 04 Mar 2026 09:56 WIB

Rabu, 04 Mar 2026 09:56 WIB

‎‎SURABAYA PAGI, Madiun – Data sosial yang belum akurat disebut menjadi salah satu kendala dalam penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Madiun. Hal ini disam…