SurabayaPagi, Surabaya – Duta Besar Republik Uzbekistan untuk Indonesia, Oybek Eshonov, melakukan kunjungan resmi ke Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (12/2/2026).
Dalam pertemuan tersebut, ia bertemu dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk membahas peluang kerja sama antara Jawa Timur dan wilayah Samarkand, Uzbekistan.
Oybek menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ia menyebut kunjungan ini sebagai yang kedua kalinya ke Jatim dan menjadi kunjungan pertamanya di luar Jakarta sejak menjabat sebagai duta besar.
“Terima kasih banyak kepada Ibu Gubernur beserta tim yang telah menerima kunjungan kami. Saya memiliki hubungan spiritual dengan Jawa Timur,” ujar Oybek.
Ia juga mengungkapkan rencana kunjungan Gubernur Samarkand ke Indonesia, khususnya ke Jawa Timur, pada April 2026. Kunjungan tersebut diharapkan menjadi momentum penguatan hubungan bilateral di tingkat provinsi.
“Nanti di bulan April akan ada kunjungan dari Gubernur Samarkand ke Jawa Timur. Beliau juga menyampaikan salam hormat untuk Ibu Gubernur Khofifah,” katanya.
Menurut Oybek, diskusi yang berlangsung di Grahadi mencakup berbagai sektor, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga pariwisata.
Ia berharap kerja sama yang terjalin dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak dan semakin mempererat hubungan Indonesia–Uzbekistan.
Sementara itu, Gubernur Khofifah menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Ia menjelaskan, saat ini Pemprov Jatim tengah berproses bersama Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perdagangan untuk mempersiapkan kemungkinan penandatanganan kerja sama sistem provinsi antara Jawa Timur dan Samarkand.
“Kami sedang berproses bersama Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perdagangan. Setelah itu, protokol kerja sama bisa ditandatangani,” ujar Khofifah.
Ia menargetkan, jika seluruh tahapan administrasi rampung, penandatanganan protokol dapat dilakukan saat kunjungan Gubernur Samarkand pada 4–7 April 2026, sebelum dilanjutkan dengan persetujuan DPRD dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
Khofifah menambahkan, hubungan Jawa Timur dan Samarkand memiliki kedekatan historis dan spiritual. Banyak masyarakat Jawa Timur melakukan kunjungan religi ke makam Imam Bukhari di Samarkand.
Bahkan, saat ini rombongan pesantren dari Ploso, Kediri, tengah berada di kota tersebut.
Di sisi lain, Jawa Timur juga memiliki jejak sejarah ulama yang diyakini berasal dari Samarkand, seperti Maulana Malik Ibrahim, salah satu tokoh Wali Songo.
“Secara budaya dan keagamaan, hubungan Indonesia dan Uzbekistan, khususnya Jawa Timur dan Samarkand, sudah terbangun cukup dekat. Ke depan, kami ingin memperkuat kerja sama di bidang pendidikan dan ekonomi,” tuturnya.
Mengakhiri pernyataannya, Dubes Oybek turut menyampaikan ucapan Ramadan Mubarak kepada masyarakat Jawa Timur dan berharap hubungan kedua wilayah semakin erat di masa mendatang.
Editor : Redaksi