Buruh Berdikari = Every Body Sales

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M Khadaffi
Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kapolri mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk para buruh, untuk memberikan dukungan penuh kepada upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas di tengah gejolak global.

Ia juga menekankan pentingnya persatuan nasional dan semangat untuk berdiri di atas kaki sendiri (berdikari) melalui penguatan swasembada pangan dan energi agar Indonesia tidak lagi bergantung pada impor.

"Oleh karena itu tentunya ini butuh dukungan, butuh support, butuh doa dari kita semua. Sehingga pada saat kita menghadapi situasi yang ada ini, kita seluruh warga negara, seluruh tokoh komponen-elemen bangsa, kemudian bersatu untuk menghadapi yang ada. Dan salah satunya adalah kedepan apa yang selalu disampaikan oleh Bapak Presiden bahwa kita tengah masuk pada situasi realisme di mana menghadapi kondisi-kondisi yang ada mau tidak mau kita harus bisa berdiri di atas kaki sendiri," pintanya di Surabaya, hari Selasa yang diungguh Rabu (11/3).

 

***

 

Berdiri di atas kaki sendiri ini slogan. Kata kakek saya almarhum bahwa saat itu dalam melaksanakan Amanat Penderitaan Rakyat tetap dan tegap berpijak dengan kokoh-kuat atas landasan Trisakti, yaitu berdaulat dan bebas dalam politik, berkepribadian dalam kebudayaan dan berdikari dalam ekonomi; sekali lagi berdikari dalam ekonomi!”

Begitu kata Bung Karno, lantang di hadapan Sidang Keempat MPRS pada 22 Juni 1966. Dalam kutipan tersebut, Presiden Sukarno memaparkan konsep Trisakti secara gamblang. Akan tetapi, ada satu hal yang menarik. Bagian “berdikari dalam ekonomi” disebut sampai dua kali, dengan sambungan “sekali lagi” pula! 

Ini pernyataan  warisan Bung Karno. Membahas hal ini mengingatkan saya kepada sosok pemimpin karismatik Argentina, Juan Domingo Peron. 

Beliau berdua memiliki haluan politik yang paralel dan menguasai negaranya di era yang sama. Keduanya juga mempengaruhi narasi politik-ekonomi negara mereka sampai sekarang.

Juan Peron memiliki Peronismo. Lantas, apakah Sukarno memiliki Sukarnoisme? Not quite. Namun ada satu prinsip dalam Sukarnoisme yang diwariskan kepada politik-ekonomi Indonesia. Cengkeramannya sama kuat dengan Peronismo dalam jagat politik negara. Iya, BK, kata kakek saya mengistilahkan berdikari. Berdiri di atas kaki sendiri.

Akronim ini adalah slogan yang membungkus sebuah prinsip pembangunan. Lebih rinci lagi, sebuah prinsip pembangunan ekonomi yang berlandaskan kemandirian dalam memenuhi segala kebutuhan (economic self-sufficiency). Dengan kata lain, Indonesia harus mampu memproduksi mayoritas barang dan jasa ekonomi yang dipakainya dengan upaya sendiri. Dari kita, oleh kita, untuk kita, dan milik kita. Itulah enkapsulasi dari model ekonomi berdikari ala Bung Karno.

Pada tahun 1961, Bung Karno menciptakan sebuah masterplan untuk mewujudkan slogan berdikari dalam ekonomi lewat Pembangunan Semesta Berencana 1961-1969. Dalam rencana tersebut, Indonesia berusaha ditransformasi dari ekonomi kolonial menuju ekonomi nasional. Dengan kata lain, penguasaan ekonomi akan dipindahkan menuju tangan bumiputra (Rundjan, 2014). Sungguh sebuah rencana transformasi yang terlihat indah di atas kertas. Namun nyatanya?

Tidak sama sekali. Sistem ekonomi sosialisme ala Indonesia ternyata berbuah kepada kekacauan manajemen ekonomi domestik.

Berdiri di atas kaki sendiri, atau disingkat Berdikari, adalah slogan dan konsep ekonomi-politik yang dicetuskan oleh Presiden Soekarno. Prinsip ini menekankan kemandirian bangsa, percaya pada kekuatan sendiri, dan tidak bergantung pada bantuan asing. Konsep ini merupakan bagian dari Trisakti: berdaulat, berkepribadian, dan berdikari. 

Asal-usul: Istilah ini populer pada masa pemerintahan Sukarno (1945-1967) sebagai fondasi ekonomi agar Indonesia tidak "mengemis" bantuan negara lain.

Berdikari berarti membangun ekonomi nasional berdasarkan kekuatan sendiri, mengelola kekayaan negara untuk kemakmuran rakyat, dan tidak bergantung pada negara lain.

Konsep ini terus dihidupkan, seperti yang disinggung kembali dalam konteks ketahanan ekonomi Indonesia di tengah krisis global.

Selain dalam konteks negara, "berdiri di atas kaki sendiri" juga sering digunakan untuk memotivasi kemandirian individu agar tidak selalu bergantung pada orang lain.

 

***

 

Dalam bisnis, konsep berdikari, tak jauh dari konsep "Every body sales" .

Konsep ini merujuk pada konsep penjualan langsung (direct sales) atau pendekatan penjualan menyeluruh yang menargetkan semua konsumen potensial tanpa tersegmentasi secara spesifik. Ini adalah aktivitas menawarkan produk/jasa langsung kepada pelanggan untuk mencapai target dari semua karyawan.

Fungsi utamanya adalah menjangkau konsumen, membangun hubungan, dan mencapai target penjualan yang ditetapkan perusahaan.

Kunci sukses dalam dunia every body sales  adalah kombinasi dari penguasaan produk yang mendalam, komunikasi persuasif, dan membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Sales handal fokus pada solusi (pendengar yang baik), konsisten dalam tindak lanjut (follow-up), dan memanfaatkan data atau teknologi. Luar biasa!

 

***

 

Bisnis Efisien membutuhkan every body sales. Karena dengan adanya sales mampu meningkatkan penjualan produk atau jasa. Sehingga perusahaan memperoleh keuntungan yang lebih besar.

Selain itu, juga dapat membantu perusahaan untuk bersaing dengan perusahaan lain di pasar yang sama dengan menarik minat pelanggan terhadap produk atau jasa yang ditawarkan.

Oleh karena itu, bisnis membutuhkan sales dari setiap karyawan/buruh untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar dan untuk bersaing di pasar.

Kunci sukses everybody sales (semua orang sales) adalah kombinasi dari komunikasi persuasif, pemahaman mendalam tentang produk/kebutuhan pelanggan, dan konsistensi tinggi dalam follow-up. Sales handal fokus pada membangun hubungan jangka panjang, tangguh menghadapi penolakan, menggunakan teknologi CRM, dan terus belajar.

Itu inti karyawan berdiri di atas kaki sendiri.

Berdiri di atas kaki sendiri (berdikari) bagi karyawan berarti memiliki kemandirian finansial, mental, dan profesional untuk tidak bergantung pada orang lain. Ini mencakup tanggung jawab atas pekerjaan, kemampuan mengambil keputusan, serta membangun karakter yang kuat agar dihargai dan tidak mudah diremehkan di lingkungan kerja. 

Kemandirian karyawan mesti mampu memenuhi kebutuhan hidup dan menyelesaikan pekerjaan secara mandiri, tidak selalu mengandalkan bantuan rekan kerja atau atasan.

Buruh memiliki kesadaran untuk bertindak, proaktif, dan tidak perlu disuruh untuk menyelesaikan tugas.

Buruh juga membangun fondasi karakter yang kokoh, berani, dan percaya diri.

Artinya, menjadi diri sendiri dan setia pada prinsip, tanpa perlu berpura-pura untuk menyenangkan orang lain.

 Ritmenya sama seperti latihan standing tree pose yang melatih keseimbangan tubuh, kemandirian ini menuntut stabilitas emosi dan profesionalisme dalam situasi kerja. 

Sikap ini pada akhirnya bertujuan meningkatkan harga diri dan martabat karyawan. Bukan begitu teman teman buruh! ([email protected])

Berita Terbaru

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Takmir Masjid At-Taqwa di Desa Bayubang Kecamatan Solokuro Lamongan Jawa Timur, dibuat murka oleh pelayanan PLN, lantaran…

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai langkah kongkrit dalam komitmen menjalankan instruksi Pemerintah Pusat untuk efesiensi energi, Pemkab Lamongan telah…

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang bersih dan t…

Permudah Pengajuan Klaim, BPjS Ketenagakerjaan Hadirkan Fitur Layanan 'Lapak Asik'

Permudah Pengajuan Klaim, BPjS Ketenagakerjaan Hadirkan Fitur Layanan 'Lapak Asik'

Kamis, 02 Apr 2026 17:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 17:15 WIB

SURABAYA PAGI, Malang - BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan fitur antrean online pada Layanan Tanpa Kontak Fisik atau Lapak Asik mulai 1 April 2026 guna …

Reklamasi Diduga Tanpa Kepastian Izin di Pesisir Gresik, Nelayan Kehilangan Ruang Hidup

Reklamasi Diduga Tanpa Kepastian Izin di Pesisir Gresik, Nelayan Kehilangan Ruang Hidup

Kamis, 02 Apr 2026 15:37 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 15:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Dugaan pencaplokan wilayah laut kembali mencuat di pesisir Desa Manyarejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Kawasan yang b…

Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi Gresik Digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya

Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi Gresik Digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya

Kamis, 02 Apr 2026 15:34 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 15:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya mulai menyidangkan perkara dugaan korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa T…