Kartu Kepesertaan ''Ngadat', Ratusan Buruh Pakerin Ngluruk Kantor BPJS Kesehatan Mojokerto

author Dwi Agus Susanti

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ratusan buruh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia dari PT Pakerin Mojokerto menggelar aksi unjuk rasa di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto. SP/ DWI
Ratusan buruh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia dari PT Pakerin Mojokerto menggelar aksi unjuk rasa di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto. SP/ DWI

i

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Ratusan buruh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia dari PT Pakerin Mojokerto menggelar aksi unjuk rasa di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto, Jalan Empunala, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Selasa (7/4/2026).

Unjuk rasa ini merupakan bentuk protes atas non aktifnya status kepesertaan BPJS Kesehatan mereka akibat tunggakan iuran yang belum dibayar perusahaan.

Dampaknya, ribuan karyawan tidak bisa menggunakan layanan kesehatan. Bahkan, sejumlah buruh yang tengah menjalani pengobatan, rawat inap, hingga operasi terpaksa menanggung biaya sendiri sejak status kepesertaan berubah per 1 April 2026.

Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Para buruh datang berkelompok menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat, membawa tuntutan agar hak layanan kesehatan tetap diberikan meski perusahaan terlambat membayar iuran.

Ketua DPW Jamkes Watch KSPI Jawa Timur, Nuruddin Hidayat, menjelaskan persoalan bermula dari keterlambatan pembayaran iuran BPJS oleh PT Pakerin pada akhir Maret. Pembayaran dilakukan pada 31 Maret sekitar pukul 21.00, namun tetap dianggap terlambat oleh sistem.

“Dampaknya BPJS kesehatan tidak bisa digunakan untuk berobat. Kawan-kawan yang sedang rawat jalan, rawat inap, bahkan operasi harus bayar sendiri,” ujar Nuruddin.

Ia menilai kondisi ini merugikan pekerja. Iuran tetap dipotong dari gaji, tetapi layanan kesehatan tidak bisa diakses. Selain itu, status peserta sebagai Pekerja Penerima Upah (PPU) membuat buruh tidak bisa beralih ke skema lain seperti peserta mandiri atau bantuan pemerintah.

“Ini jadi masalah serius karena pekerja tetap dipotong iuran, tapi saat sakit justru tidak bisa dilayani,” katanya.

Sementara itu, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Mojokerto, Titus Sti Hardianto, menyebut tunggakan iuran PT Pakerin mencakup dua bulan, yakni Maret dan April. Namun, manajemen perusahaan baru mampu membayar satu bulan terlebih dahulu.

“Karena kemampuan manajemen hanya membayar satu bulan, maka sejak 1 April sebagian karyawan tidak bisa mengakses layanan kesehatan,” ujarnya.

BPJS, kata Titus, hanya memfasilitasi komunikasi dan meneruskan permohonan ke kantor pusat. Kewenangan pengaktifan kembali kepesertaan berada di tingkat direksi.

Dalam audiensi tersebut, pihak perusahaan menyatakan komitmen untuk segera membayar tunggakan iuran. Pembayaran satu bulan ditargetkan dilakukan pada hari yang sama agar kepesertaan bisa aktif kembali.

“Sudah ada kesepakatan, hari ini perusahaan siap membayar agar kepesertaan bisa aktif kembali,” kata perwakilan buruh.

Total iuran satu bulan mencapai sekitar Rp327 juta untuk 1.226 karyawan. Pembayaran bulan berikutnya direncanakan dilakukan pada akhir April.

Serikat buruh juga mendorong perubahan sistem dalam program Jaminan Kesehatan Nasional. Mereka mengusulkan agar layanan kesehatan tetap diberikan kepada pekerja, sementara tunggakan iuran ditagihkan kepada perusahaan.

Usai audiensi, perwakilan buruh berencana melanjutkan koordinasi ke kantor wilayah BPJS Kesehatan di Surabaya untuk mendorong penyelesaian kasus serupa di daerah lain. dwi

Berita Terbaru

Tebing Ampelgading Longsor Diguyur Hujan, Jalan Nasional Malang - Lumajang Dialihkan

Tebing Ampelgading Longsor Diguyur Hujan, Jalan Nasional Malang - Lumajang Dialihkan

Senin, 02 Nov 2026 13:18 WIB

Senin, 02 Nov 2026 13:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Tebing di Desa Tirtomoyo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, longsor pasca diguyur hujan deras hingga semalaman, mengakibatkan…

Dibuka Awal November 2026, Dishub Kebut PJU di Jembatan Sentong Bondowoso 

Dibuka Awal November 2026, Dishub Kebut PJU di Jembatan Sentong Bondowoso 

Senin, 02 Nov 2026 12:56 WIB

Senin, 02 Nov 2026 12:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso melalui Dinas Perhubungan (Dishub) setempat melaporkan Jembatan Sentong direncanakan…

Bidik Peningkatan PAD, Pemkab Ponorogo Hadirkan Wisata Malam di Telaga Ngebel

Bidik Peningkatan PAD, Pemkab Ponorogo Hadirkan Wisata Malam di Telaga Ngebel

Senin, 02 Nov 2026 12:46 WIB

Senin, 02 Nov 2026 12:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Dalam rangka menarik lebih banyak wisatawan sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Perkuat Pencegahan Narkoba, Pemkab Probolinggo Deklarasikan 10 Desa Bersinar

Perkuat Pencegahan Narkoba, Pemkab Probolinggo Deklarasikan 10 Desa Bersinar

Senin, 02 Nov 2026 12:40 WIB

Senin, 02 Nov 2026 12:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo mulai meluncurkan deklarasi 10 Desa…

Terafiliasi Judol, Ribuan Penerima Bansos di Tulungagung Terancam Dicabut

Terafiliasi Judol, Ribuan Penerima Bansos di Tulungagung Terancam Dicabut

Senin, 02 Nov 2026 12:14 WIB

Senin, 02 Nov 2026 12:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Sebanyak ribuan para penerima manfaat bantuan sosial (bansos) di Tulungagung terancam dicabut haknya lantaran kedapatan…

Diduga Masuk Kamar Kos bersama Perempuan Lain, Oknum Guru di Rowokangkung yang Sudah Beristri Akui Perbuatannya

Diduga Masuk Kamar Kos bersama Perempuan Lain, Oknum Guru di Rowokangkung yang Sudah Beristri Akui Perbuatannya

Senin, 02 Nov 2026 11:51 WIB

Senin, 02 Nov 2026 11:51 WIB

SURABAYAPAGI,  Lumajang- Semboyan “Guru Digugu lan Ditiru” yang memiliki makna bahwa seorang guru harus menjadi sosok yang dipercaya, dihormati, serta menjadi t…