SURABAYAPAGI.com, Malang - Menjelang musim haji 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Tenaga Kesehatan Haji Kloter asal Kota Malang, memastikan telah melakukan segala persiapan guna mengoptimalkan pelayanan kepada seluruh calon jamaah haji (CJH) asal wilayah tersebut. Diantaranya mengoptimalkan aspek utama yakni kondisi fisik dan kelengkapan obat-obatan untuk menunjang kelancaran tugas di Tanah Suci.
"Persiapan sudah. Fisik tentunya nomor satu karena di sana saya melakukan pendampingan kesehatan. Terus, kami mempersiapkan obat-obatan bagi jamaah," ujar Tenaga Kesehatan Haji Kloter SUB 11, Acik Wijayanti, Jumat (17/04/2026).
Lebih lanjut, tenaga kesehatan (nakes) dari RSSA ini juga memastikan akan memberikan pendampingan ekstra kepada 376 jamaah calon haji, khususnya bagi mereka yang berusia lanjut asal Kota Malang. Di kloternya, ada satu orang jamaah yang telah berusia 96 tahun. "Nanti kami juga melakukan visitasi kepada jamaah risiko tinggi atau risti, yang berusia 65 tahun ke atas dan dengan komorbid," ucapnya.
Baginya, menjadi seorang tenaga kesehatan haji merupakan bagian dari tugas kemanusiaan. Meski keberangkatan CJH sudah dijadwalkan. Bagi petugas kesehatan, mereka sudah harus berada di Ahes Surabaya paling tidak enam jam sebelum kedatangan jamaah calon haji. "Penerbangan kami ke Arab Saudi itu 24 April pukul 22.00 WIB," ucapnya.
Terpisah, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kota Malang, Subhan, menjelaskan seluruh tenaga kesehatan haji merupakan orang-orang yang sebelumnya telah mengikuti serangkaian seleksi ketat, seperti tes kesehatan, mental, narkoba, dan administrasi.
Semua komponen itu perlu dipastikan sehingga tugas mereka dalam memberikan pelayanan kepada calon jamaah haji bisa berjalan maksimal. Lebih lanjut, terdapat tiga kloter haji yang akan diberangkatkan dari Kota Malang, dengan jumlah keseluruhan jamaah mencapai 1.203 orang. Masing-masing kloter akan didampingi oleh dua tim kesehatan, terdiri atas satu dokter dan satu perawat.
"Kalau keseluruhan petugas dari Kota Malang, baik itu petugas Kementerian Haji dan Umrah, kesehatan, maupun petugas haji daerah (PHD), ada 15 orang," ucapnya. ml-02/dsy
Editor : Redaksi