TKA SD, Dorong Siswa Punya Kemampuan Analitis

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A.

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A. mengatakan hari pertama Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD pada 20 April 2026 secara umum berjalan lancar di berbagai daerah, seperti di Jakarta, Surabaya dan Cirebon. Laporan sementara menunjukkan pelaksanaan tertib, meskipun terdapat catatan keterbatasan ruang kelas di beberapa lokasi.

TKA difokuskan pada literasi dan numerasi, berlangsung dari 20 hingga 30 April 2026. Soal TKA SD terdiri dari 30 butir untuk numerasi/matematika dan 30 butir untuk bahasa Indonesia. Siswa akan mengerjakan satu mata pelajaran dalam satu hari dengan soal numerasi pada hari pertama dan bahasa Indonesia pada hari kedua. Adapun satu mata pelajaran berdurasi 75 menit. Pengerjaan TKA dilakukan secara online lewat komputer.

"Jadi kita ingin mendorong anak-anak kita tidak hanya sekedar punya kemampuan deskriptif, tapi juga punya kemampuan analitis. Salah satu caranya adalah dengan membiasakan mereka menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sifat itu naratif dan analitis ini," kata Fajar

TKA Jenjang SMP
Sementara Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP telah digelar pada 6-16 April 2026 lalu. Secara umum, ia melihat pelaksanaan berjalan lancar.

Selain itu, Fajar menyebut dibandingkan pelaksanaan TKA SMP pada November 2025 lalu, TKA tingkat SMP lebih baik karena telah berkaca dari sebelumnya. Di mana pada saat TKA SMA, masih terdapat kendala teknis seperti pemadaman listrik mendadak.

"Nah, alhamdulillah kemarin kita evaluasi pelaksanaan TKA untuk SMP tanggal 6 sampai tanggal 16 itu lancar. Lancar di banyak tempat, tidak ada lagi kendala soal koneksi internet, begitu ya," kata Fajar saat ditemui di SDN Rawabuntu 03 Tangerang Selatan, Banten, Senin (30/4/2026.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ulhaq membeberkan desain soal Tes Kemampuan Akademik (TKA). Ia menyampaikannya saat melakukan kunjungan ke SDN Rawabuntu 03, Tangerang Selatan.

Selain memberikan pesan dan menyemangati siswa, Wamen Fajar juga menerangkan desain soal TKA. Soal TKA sendiri dibuat dengan model pertanyaan yang dapat mendorong kemampuan siswa dalam berpikir tingkat tinggi.
Informasi ini juga sebagai jawaban dari pertanyaan-pertanyaan siswa terkait "Mengapa soal TKA panjang-panjang?". 

"Bentuk soalnya pilihan ganda semuanya ya, tidak ada esai. Jadi model pertanyaan TKA itu memang modelnya didesain untuk mendorong kemampuan siswa level tingkat tingkat tinggi," kata Fajar.

Mengukur Kemampuan Numerasi
  Selain itu, Fajar menyebut soal TKA memang didesain sesuai dengan pertanyaan Programme for International Student Assessment (PISA). Adapun PISA merupakan survei internasional untuk mengukur kemampuan numerasi, literasi, dan sains siswa di berbagai negara.

"Dan itu memang sesuai dengan desain pertanyaan PISA karena kita menganggap anak-anak kita ini memang benar-benar memiliki kemampuan berpikir yang lebih apa ya, yang lebih analitis dalam menjawab setiap pertanyaan," tuturnya.

Dengan demikian, diharapkan siswa dapat menguji kemampuan analitisnya lewat TKA ini. Tak hanya itu, Fajar menekankan bahwa TKA juga bisa untuk mengasah logika. "Makanya model pertanyaan TKA ini bersifat naratif karena menguji kemampuan anak untuk berlogika juga. Nah itu akan terlihat juga dari model-model soal matematika nanti," katanya. n jk, rmc

 

Berita Terbaru

Puncak Skandal Ponorogo, Bupati Nonaktif Sugiri Dituntut 7 Tahun Penjara dalam Kasus Suap Jabatan dan Proyek RSUD

Puncak Skandal Ponorogo, Bupati Nonaktif Sugiri Dituntut 7 Tahun Penjara dalam Kasus Suap Jabatan dan Proyek RSUD

Selasa, 14 Jul 2026 14:35 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 14:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo – Babak baru penanganan perkara korupsi yang mengguncang Pemerintah Kabupaten Ponorogo memasuki tahap krusial. Jaksa Penuntut Umum (…

MPLS SMP Muhammdiyah 15 Surabaya Kenalkan Budaya Sekolah Islami dan Bertoleransi Antar Umat Beragama

MPLS SMP Muhammdiyah 15 Surabaya Kenalkan Budaya Sekolah Islami dan Bertoleransi Antar Umat Beragama

Selasa, 14 Jul 2026 14:31 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 14:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - MPLS yang di selenggarakan oleh SMP Muhammadiyah 15 surabaya tak kalah menarik untuk di jadikan contoh oleh sekolah lain. MPLS…

Musim Kemarau, KAI Daop 7 Madiun Tegas Larang Masyarakat Bakar Jerami Dekat Jalur Kereta Api

Musim Kemarau, KAI Daop 7 Madiun Tegas Larang Masyarakat Bakar Jerami Dekat Jalur Kereta Api

Selasa, 14 Jul 2026 14:29 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 14:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Memasuki musim kemarau yang disertai angin kencang, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun memperketat pengawasan…

Dinas Pendidikan Blitar Masih Kaji Ulang Penggabungan Tiga Sekolah Dasar

Dinas Pendidikan Blitar Masih Kaji Ulang Penggabungan Tiga Sekolah Dasar

Selasa, 14 Jul 2026 14:27 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 14:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar -Tiga Sekolah Dasar di wilayah kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar tidak memperoleh Siswa maupun Siswi baru saat  PPDB (Penerimaan …

Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Disdikbud Jombang Rehabilitasi 25 Sekolah Negeri

Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Disdikbud Jombang Rehabilitasi 25 Sekolah Negeri

Selasa, 14 Jul 2026 14:10 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 14:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud)…

Bikin Heboh! Kopdes Merah Putih Gedangan Malang Berdiri di Seberang Sungai

Bikin Heboh! Kopdes Merah Putih Gedangan Malang Berdiri di Seberang Sungai

Selasa, 14 Jul 2026 13:27 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 13:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Baru-baru ini sejumlah netizen hingga warga dihebohkan dengan adanya bangunan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih di…