Pembeli Mulai Sepi Imbas Gula Pasir di Lamongan Tembus Rp 17.500 per Kg

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Penjual gula pasir grosiran di Lamongan. SP/ LMG
Ilustrasi. Penjual gula pasir grosiran di Lamongan. SP/ LMG

i

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Harga komoditas gula pasir di wilayah Lamongan mengalami lonjakan harga dalam beberapa hari terakhir hingga dikeluhkan para pedagang karena mulai berdampak pada daya beli masyarakat. Berdasarkan pantauan di Pasar Sidoharjo Lamongan, harga gula pasir eceran saat ini mencapai Rp 17.500 per kilogram. Padahal sebelumnya, harga komoditas tersebut masih berada di kisaran Rp 16.500 per kilogram. 

Rendi, salah seorang pedagang mengatakan kondisi itu membuat banyak pembeli mengeluhkan harga gula yang semakin mahal. Dan menurutnya, kenaikan harga gula diduga dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah hingga meningkatnya biaya distribusi. Akibatnya, harga jual gula di tingkat pedagang ikut mengalami kenaikan.

"Iya naik. Sekarang Rp 17.500, sebelumnya Rp 16.500. Pembeli juga banyak yang mengeluh," kata Rendi, Minggu (07/06/2026).

Selain itu, adanya kenaikan harga juga dirasakan pelaku usaha yang menjual gula dalam jumlah besar. Pemilik toko perancangan di Lamongan, Rudi, mengaku harga kulakan gula saat ini mencapai Rp 835 ribu per karung berisi 50 kilogram. "Naiknya terlalu cepat. Sekarang satu karung Rp 835 ribu. Kalau tidak dinaikkan untuk dijual lagi ya rugi," ujarnya.

Rudi menilai lonjakan harga yang terjadi secara mendadak membuat pedagang kesulitan menghitung kembali modal usaha. Di sisi lain, mereka juga harus mempertimbangkan kemampuan beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih. Para pedagang berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk menjaga stabilitas harga gula di pasaran. 

Pasalnya, mereka khawatir jika tren kenaikan terus berlanjut, daya beli masyarakat akan semakin menurun dan berdampak pada aktivitas perdagangan di pasar tradisional. Dan hingga kini, harga gula pasir yang terus merangkak naik masih menjadi perhatian pedagang maupun konsumen di Lamongan. Mereka berharap harga dapat kembali stabil agar aktivitas ekonomi masyarakat tidak semakin terbebani. lm-01/dsy

Berita Terbaru

Menekraf: Bioskop Modular Dorong Ruang Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Menekraf: Bioskop Modular Dorong Ruang Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Senin, 27 Jul 2026 00:58 WIB

Senin, 27 Jul 2026 00:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mendorong penerapan bioskop modular (micro-cinema) untuk memperluas distribusi film n…

Pakar Menilai Harga Bioetanol dari Sorgum akan Lebih Kompetitif

Pakar Menilai Harga Bioetanol dari Sorgum akan Lebih Kompetitif

Senin, 27 Jul 2026 00:55 WIB

Senin, 27 Jul 2026 00:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Pakar energi dari Universitas Indonesia (UI) Ali Ahmudi Achyak menilai harga bioetanol yang dihasilkan dari bahan baku sorgum akan …

KAI, Impor Lokomotif Barang dari AS

KAI, Impor Lokomotif Barang dari AS

Senin, 27 Jul 2026 00:52 WIB

Senin, 27 Jul 2026 00:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan penambahan 54 lokomotif CC205 memperkuat kesiapan KAI dalam melayani kebutuhan l…

50.000 Sepatu Nike KW, Disita

50.000 Sepatu Nike KW, Disita

Senin, 27 Jul 2026 00:49 WIB

Senin, 27 Jul 2026 00:49 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Vietnam menyita hampir 50.000 pasang sepatu bermerek Nike yang diduga palsu alias KW. S…

Perkembangan PFII hingga Impor Minyak Rusia

Perkembangan PFII hingga Impor Minyak Rusia

Senin, 27 Jul 2026 00:46 WIB

Senin, 27 Jul 2026 00:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) mulai beroperasi tahun 2…

Menkeu Janji Perketat Peserta Tax Amnesty

Menkeu Janji Perketat Peserta Tax Amnesty

Senin, 27 Jul 2026 00:43 WIB

Senin, 27 Jul 2026 00:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa akan memperketat pengawasan terhadap peserta Tax Amnesty (TA) atau Program P…