SURABAYAPAGI.com – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengakui selama hampir dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berjalan, tidak semua program berjalan dengan lancar.
Zulhas menyampaikan ada program yang memang sudah berhasil, dan ada juga yang belum berhasil. Untuk program yang berhasil berada di sektor pangan yang saat ini sebagian besar sudah tidak impor, di antaranya beras dan garam.
Padahal, kata Zulhas, beberapa tahun belakangan sektor pangan banyak yang impor. Misalnya, pada 2024, realisasi impor beras mencapai 4,5 juta ton. Selain itu, impor gula mencapai sekitar 6 juta ton, gandum 13 juta ton, kedelai 3 juta ton, serta sapi sekitar 1 juta ekor.
“Nah, tapi kita 2025, pertama kali beras sudah tidak impor. Kita surplus 4,2, ya. Garam konsumsi kita enggak impor lagi, yang industri masih. Itu yang berhasil,” ujar Zulhas dalam acara Penandatanganan Perjanjian Penyaluran Dana Proyek RBP REDD+ Green Climate Fund (GCF) Output 2 untuk 10 Provinsi di JB Tower, Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Sementara itu, Zulhas mengakui ada pula program yang masih bermasalah, salah satunya MBG. Dia menyebut terdapat penyalahgunaan dalam pelaksanaan program tersebut. Meski begitu, Zulhas mengatakan saat ini pemerintah sedang berbenah untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
“Tapi ada juga yang enggak berhasil kita akui. Misalnya makanan bergizi, betul banyak culas, banyak maling di situ, banyak penyalahgunaan, kita akui diproses hukum sudah. Kita bekerja keras sekarang untuk ditertibkan. Ya, untuk kita tertibkan. Sudah mulai tanda-tanda 1-2 bulan ini kasih waktu kita akan selesaikan,” ujarnya.
Kemudian soal rencana pembangunan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Zulhas juga mengakui masih ada persoalan. Salah satunya soal penempatan lokasi pembangunannya.
“Oh ada yang di gunung, ya kita tertibkan. Kalau di gunung orang enggak bisa naik, mobil enggak bisa naik, masa ada. Nah, itu ya kita tertibkan, tapi saya lagi cek di mana, apa sebab dan kenapa. Kita akan tertibkan gitu. Itu contoh-contoh yang belum berhasil,” ujarnya. ec,he
Editor : Redaksi